Dokumentasi Tentang Keluarga Kerajaan Saudi

.

Iklan

Dokumentasi BBC: Para Amir Arab Saudi yang Melarikan Diri dan Diculik Kembali oleh Rezim Al Saud

Ketika Warga Saudi Membuang Paspor (kewarganegaraannya) ke Sampah

Banyak sebenarnya warga Saudi yang melarikan diri ke negara asing karena tidak tahan hidup di negaranya yang diktator tidak menghargai hak-hak asasi manusia sama sekali, tidak adanya kebebasan berekspresi atau berpendapat, hanya karena siulan anda di twitter atau facebook yang menyinggung rezim maka nasib anda bisa puluhan tahun mendekam di penjara bawa tanah atau kalo sial maka ajal anda akan tamat di depan algojo yang setiap habis solat jum’at mengeksekusi warganya dan warga asing, sebagaimana dialami bebarapa ulama seperti Salaman al Audah yang hanya memberikan nasehat kepada penguasa di twitter sekarang nasibnya tidak diketahui hingga sekarang setelah ditangkap Bin Salman.

Satire dan aktivis HAM Ghanem al Dausari, warga Saudi yang tinggal dipengasingan di London mengungkap bebarapa warga Saudi yang melarikan dari negaranya dan meminta suaka politik di negara lain, salah satu dari mereka dalam protesnya membuang paspor Saudinya ke temapat sampah sambil berkata disanalah layak tempatnya.

,

Wawancara Dengan Amir Saudi Khalid bin Farhan al Saud: Saudi adalah Kerajaan yang Korup (2)

Amir Khalid bin Farhan al Saud yang tinggal di pengasingan di Jerman dalam wawancara ini berbicara panjang lebar tentang sejarah kerajaan Saudi mulai zaman kakeknya Muhammad bin Saud pendiri kerajaan Saudi dan  hubungan dengan patnernya Muhammad bin Abdul Wahab (pendiri mazhab wahabi) hingga rezim al Saud sekarang yang dipimpin pamannya Raja Salman dan anaknya Muhammad bin Salman.

Wawancara ini penting diikuti oleh pemerhati atau pengamat politik Saudi dan Timur-Tengah.

.

.

Dibawah video wawancara Amir Saudi Khalid bin Farhan al Saud dengan media lain

Wawancara Dengan Amir Saudi Khalid bin Farhan al Saud: Saudi adalah Kerajaan yang Dolim (1)

Wawancara televisi Deutsche Welle dengan Amir Khalid bin Farhan al Saud yang hidup dalam pengasingan di Jerman. dalam wawancara ini Amir Khalid berbicara tentang pribadinya dan kenapa melarikan diri dari kerajaan yang didirikan kakeknya.

Menurutnya tinggal di rezim al saud tidak ada kebebasan berfikir dan tidak menghargai hak-kak azasi manusia, anda hidup bagaikan orang mati di rezimal saud (Saudi) makan tidur jangan berbicara tentang negara, jangan menasehati pemerintah apalagi mengkritisi pemerintah maka nasib anda akan berada di tangan eksekutor dengan pedangnya atau penjara bawah tanah selamanya.

Kalo keluarga kerajaan sendiri merasakan seperti itu lalu bagaimana dengan rakyat biasa? silahkan tonton video wawancaranya.

.

CNN – (Chris Coumo): Benyamin Netanyahu Mempersoalkan Nuklir Iran Tapi Menolak Mengakui Mempunyai Senjata Nuklir

CNN – (Chris Cuomo): Benyamin Netanyahu Mempersoalkan Nuklir Iran Tapi Menolak Mengakui Mempunyai Senjata Nuklir

.

.

Sepertinya jurnalis media-media mainstream bosan melihat kebohongan dan sepak terjang kebijakan negara barat dan bias media mainstream dalam meliput konfllik Timur Tengah, walaupun sebagian dari mereka karena kevokalannya beresiko kehilangan pekerjaannya (dipecat bos nya) atau mereka mengundurkan diri sendiri.

Seperti Tucker Carlson dari Fox News yang berani menyoal kebohongan dan agenda Amerika dan sekutunya di Suriah, kini Chris Coumo penyiar CNN berani memberikan pertanyaan tajam terhadap Benyamin Netanyahu (“Bos” nya AS dan negara barat, melihat kuatnya lobby zionis di AS dan negara barat, sampai-sampai tidak ada pejabat atau media barat (mainstream) berani mengkritik keras kebijakan Israel di Timur Tengah, khususnya di AS lobby zionis mengontrol segalanya). Dalam wawancaranya dengan Netanyahu (video diatas) Cuomo berani menyoal bualan-bualan Netanyahu tentang program nuklir Iran dan kesepakatan Nuklir Iran dengan kelompok P5+1 (Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Cina, Rusia dan Jerman). Baca lebih lanjut

Buka Kedok Barat Dalam Perang Suriah Sky News Hentikan Wawancara dengan Jenderal Senior Inggris

Buka Kedok Barat Dalam Perang Suriah Sky News Hentikan Wawancara dengan Jenderal Senior Inggris

.

Sky News jaringanTV pro zionis milik yahudi Rupert Murdoch mewawancarai mantan top Jenderal senior Inggris Jonathan Shaw  tentang perang Suriah (13/4/2018), dalam wawancara Samantha Washington penyiar Sky News bertanya dengan pertanyaan yang menggiring agar Jenderal Jonathan Shaw mendukung opininya dalam perang Suriah, ia menanyakan apakah penyangkalan Rusia tentang tanggung jawab pemerintah Suriah (dalam kasus serangan kimia _red) akan berarti perlu bagi intervensi militer Inggris di Suriah untuk disetujui oleh parlemen?
Baca lebih lanjut

Senat Amerika Membahas Perubahan Kurikulum Pendidikan Arab Saudi

.

.

.

 

Abdul Bari Atwan: Amerika Tidak Akan Keluar dari Suriah hingga hilangnya Pengaruh Iran dan Jatuhnya Asad

Abdul Bari Atwan: Amerika Tidak Akan Keluar dari Suriah hingga hilangnya Pengaruh Iran dan Jatuhnya Asad

Abdul Bari Atwan: kali ini dalam analisa politik mingguannya  yang di Publish 19 Januari 2018 mengatakan bahwa Amerika aktor yang selalu membuat kerusakan dan kehancuran di kawasan dan selalu menarget Arab dan muslimin saja. lewat stitmen menlu nya Rex W. Tillerson mengatakan bahwa Amerika akan berada di Suriah dalam jangka panjang sampai mencapai tujuan politik utamanya yaitu hilangnya pengaruh Iran secara total di Suriah dan jatuhnya pemerintahan Asad, ini semua orderan dari zionis Israel yang sudah dirancang oleh Benyamin Netanyahu. kita akan dihadapkan perang besar di kawasan antara Suriah dengan koalisi muqawamah (Perlawanan) nya melawan Amerika cs. Simak videonya dibawah ini:

.

.

Berikut kami sarikan poin-poin video Abdul Bari diatas: Tiga minggu yang lalu Chenel 10 Israel memberitakan tentang kesepakatan AS dan zionis Israel untuk mengacau Suriah dan menghilangkan pengaruh Iran di suriah, pernyataan Tillerson menlu AS membuktikan kesepakatan ini. Baca lebih lanjut

Abdul Bari Atwan (Jurnalis Senior Arab): Siapa Yang Gila Donald Trump atau Arab?

Abdul Bari Atwan (Jurnalis Senior Arab): Siapa Yang Gila Donald Trump atau Arab?

.

Abdul Bari Atwan adalah jurnalis senior arab asal Palestina juga pemred media Rai al-Youm,  dalam analisa politiknya yang rutin di publish di youtube (12 Januari 2018) mengatakan bahwa sebenarnya arab lah yang gila bukan Donald Trump. simak videonya dibawah ini.

.

.

Dibawah ini kami tulis poin-poin yang dibicarakan Abdul Bari Atwan (bukan terjemahan video kata perkata):

Arab dan Trump siapa yang gila?

Abdul Bari Atwan (Jurnalis Senior Arab): Siapa bilang Trump gila? Trump tidak gila yang gila adalah kita Arab yang memberi Amerika US Dolar 460 Milyar (transaksi Arab Saudi untuk pembelian senjata _red) yang membuat Trump senang dan bangga karena jumlah itu dapat membantu ekonomi Amerika dan mengurangi jumlah pengangguran rakyatnya, apa ini gila?. yang gila adalah kita Arab yang menyumbang US dolar 100juta kepada Ivanka Trump, anak Trump yang “cantik dan langsing” itu. (yang dimaksud adalah bantuan Arab Saudi ke yayasan milik Ivanka  Trump_red). Sementara jumlah pengangguran di Arab Saudi sendiri mencapai 34% dan negara seperti Mesir jumlah pengangguran lebih dari 40%, di Gaza pengangguran lebih dari 85%. Arab gila… lebih peduli dengan pengangguran di Amerika dibanding di negerinya sendiri atau negeri sesama Arab. Baca lebih lanjut

عبد الباري عطوان: كنا بأزمة حلايب والآن سواكن ماذا يطبخ اردوغان؟ وهل “الاخوان” عائدون؟ وما اخطر ملامح العام الجديد؟

عبد الباري عطوان: كنا بأزمة حلايب والآن سواكن ماذا يطبخ اردوغان؟وهل “الاخوان” عائدون؟ وما اخطر ملامح العام الجديد؟

.

عبد الباري عطوان: ايران على طريق كوريا الشمالية؟ ولماذا قلق اسرائيل بتصاعد؟ وهل حطمت قمة إسطنبول الفتنة الشيعية السنية؟

عبد الباري عطوان: ايران على طريق كوريا الشمالية؟ ولماذا قلق اسرائيل بتصاعد؟ وهل حطمت قمة إسطنبول الفتنة الشيعية السنية؟

.

Abdel Bari Atwan Jurnalis Senior Arab Palestina: Ironis Sekarang Zionis Israel Bukan Musuh Arab!

Dalam wawancara di RT dengan George Galloway (Mantan anggota Parlemen Inggris) jurnalis senior Arab asal Palestina Abdel Bari Atwan menyatakan:

“Kiranya kita tidak akan melihat kemerdekaan Palestina di zaman kita karena mayoritas arab khususnya arab petro dolar [Saudi, Emirat (UAE}] Kuwait, Bahrain dll) menganggap Israel adalah kawan bukan musuh, sementara Iran adalah musuh mereka. Mereka yakin bahwa Israel dapat menaklukkan atau menghancurkan Iran”.

lengkapnya silahkan ikuti wawancaranya di bawah ini: Baca lebih lanjut

Soal Peluncuran Rudal Yaman, Abdillah Toha Sebut Kecaman Kemenlu RI Salah Kaprah

Soal Peluncuran Rudal Yaman, Abdillah Toha Sebut Kecaman Kemenlu RI Salah Kaprah

Sumber: https://islamindonesia.id/berita/soal-peluncuran-rudal-yaman-abdillah-toha-sebut-kecaman-kemenlu-ri-salah-kaprah.htm

Pengamat politik Abdillah Toha menilai kecaman Pemerintah Indonesia atas serangan rudal balastik Yaman ke wilayah Kerajaan Arab Saudi salah kaprah. Hal ini disampaikan Abdillah menyusul Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui akun resmi Twitter-nya mengeluarkan tanggapan atas serangan ke Riyadh itu.

“Indonesia mengecam serangan rudal yang ditargetkan ke wilayah Kerajaan Arab Saudi,” tulis Kementerian Luar Negeri di akunnya kemarin malam, 22 Desember. “Tindakan tersebut mengancam stabilitas, perdamaian dan keamanan kawasan serta melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Kerajaan Saudi. Baca lebih lanjut

Saya Percaya Amien Rais, tapi…

Saya Percaya Amien Rais, tapi…

SUMBER: https://geotimes.co.id/kolom/politik/saya-percaya-amien-rais-tapi/

oleh: Abdillah Toha

Saya percaya bahwa pembelaan dan penjelasan Amien Rais (AR) tentang dana yang masuk ke rekening beliau dari yang diduga hasil korupsi alat kesehatan (alkes) adalah keterangan yang jujur dan benar. Bahwa AR tidak tahu asalnya dana itu dari mana, sangat masuk di akal. Kenapa? Karena saya tahu bahwa AR sudah sejak lama banyak menerima bantuan dana dari Sutrisno Bachir (SB). Bahkan kala AR mencalonkan diri sebagai calon presiden tahun 2004, konon, bantuan itu jauh lebih besar. Dan AR tidak perlu menanyakan dari mana asal usul uang itu karena SB dikenal sebagai pengusaha yang sukses dengan kekayaan melimpah.

                                               Penulis Abdillah Toha dan Amien Rais

Harus saya akui tulisan saya berikut ini subyektif, namun saya punya keyakinan AR yang taat beragama itu mustahil mau menerima dana bantuan bila dia tahu itu berasal dari sumber yang tidak halal.

Andai beliau berhenti sampai pada penjelasan yang sudah jelas itu, dampaknya akan sangat baik. Bila perlu membiarkan proses hukum Alkes berjalan dan bersedia menjelaskan bila diminta membuktikannya di pengadilan nanti. Yang jadi masalah justru reaksi AR yang agak berlebih sampai kepada tuduhan ada unsur busuk di dalam tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bermaksud menyudutkannya. Baca lebih lanjut