Latin states withdraw envoys from Tel Aviv, not Muslims!

Latin states withdraw envoys from Tel Aviv, not Muslims!

SOURCE: http://www.crescent-online.net/2014/08/latin-states-withdraw-envoys-from-tel-aviv-not-muslims-4569-articles.html

.

August, 2014

While five Latin American states have withdrawn their ambassadors from Tel Aviv, Muslim regimes that have diplomatic ties with the racist entity have not done so. Why?

Apart from European colonialists and their settlements in North America and Australasia, the rest of the world has expressed abhorrence at Israeli violence against defenceless Palestinians in Gaza. Some have withdrawn their ambassadors from Tel Aviv.

Five Latin American countries—Brazil, Chile, Ecuador, Peru and El Salvador—that all suffered colonial domination as well as US imperialism, have withdrawn their envoys from Tel Aviv.  continue Reading

Bandar, the godfather of takfirism in back

Bandar, the godfather of takfirism in back

SOURCEhttp://www.crescent-online.net/2014/08/bandar-the-godfather-of-takfirism-in-back-tahir-mustafa-4579-articles.html

.

by Tahir Mustafa

August, 2014

bandar bushIt was premature to write off Bandar when he was relieved of his duties as the Saudi spy chief in May. He has re-emerged as special advisor to the king.

Public pronouncements by Saudi officials against the Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS), now renamed the Islamic State (IS, for short), notwithstanding, the fact is, this monster is a Saudi creation.  And it did not emerge last week or month; the House of Saud has nurtured it for nearly a decade as part of a long-term strategy to contain the growing influence of Islamic Iran in the region.

The man responsible for the ISIS file, and indeed the entire takfiri project is none other than Bandar bin Sultan, the illegitimate son of Sultan bin Abdul Aziz who died in 2012 after suffering a long battle with cancer.  Last April when it was announced that Bandar had been relieved of his responsibilities as Saudi intelligence chief, it was assumed that this was because of his failure to bring down the Bashar al-Asad government in Syria. He re-emerged in late June in his new role as special advisor to and envoy of the aged and ailing King Abdullah.  Continue Reading

Ini Dia, Pemimpin Regional ISIS di Indonesia

Ini Dia, Pemimpin Regional ISIS di Indonesia

SUMBER: http://liputanislam.com/berita/ini-dia-pemimpin-regional-isis-di-indonesia/

.

H-Chep-Hermawan_isis

Jakarta, LiputanIslam.com– Diam-diam,  kelompok teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), telah memiliki pemimpin di Indonesia. Ketua Umum Gerakan Reformis (Garis) Islam, Chep Hernawan, mengaku dirinya adalah pimpinan regional ISIS di Indonesia. Ia ditunjuk  karena dinilai militan, berilmu tinggi, amanah hingga istiqamah.

“Mereka melihat saya punya kriteria yang diinginkan oleh mereka untuk menjadi pemimpin ISIS di wilayah Indonesia,” kata Chep kepada wartawan di kediamannya, 7 Agustus 2014, seperti dilansir Jpnn.

Ia akhirnya menampakkan diri, dan mengakui bahwa ia telah ditunjuk sebagai pemimpin, ketika deklarasi ISIS digelar pada Minggu 12 Maret 2014 lalu di  Hotel Indonesia. Namun, ia membantah jika ISIS di Indonesia memiliki tujuan untuk membentuk negara Islam di Indonesia.  Baca lebih lanjut

Polri: Tidak ada Aksi Teror, Anggota ISIS Tak Bisa Ditangkap

Polri: Tidak ada Aksi Teror, Anggota ISIS Tak Bisa Ditangkap

SUMBER: http://liputanislam.com/berita/polri-tidak-ada-aksi-teror-anggota-isis-tak-bisa-ditangkap/

Jakarta, LiputanIslam.com – Terkait maraknya pembahasan terhadap isu terkait kelompok teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), pihak Polri turut angkat bicara. Dari keterangan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, menyatakan bahwa pihaknya tak bisa asal ISIS Indonesia. Mengapa?

Alasannya, penangkapan para anggota maupun perekrut ISIS tersebut harus ada dasar hukumnya. “Sekarang mereka masih sebatas simpatisan. Belum terkait dengan aksi-aksi perbuatan melanggar hukum unsur-unsur subyektif dan obyektif,” kata Boy di kantor Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 Agustus 2014, seperti dilansir Tempo.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa penangkapan anggota ISIS bisa dilaksanakan bila ada aktivitas terorisme. Kalau tidak ada, maka tak ada dasar hukum untuk menangkap.  Boy juga menyatakan untuk penangkapan perekrut ISIS di Indonesia tinggal menunggu waktu. “Mereka diwaspadai. Silakan berbicara, ini negara demokrasi. Ketika melanggar hukum, kami baru melakukan penangkapan,” ujarnya. Menurut Boy, pengikut ISIS di Indonesia merupakan teroris yang sudah menjalani tahanan.  Baca lebih lanjut

Saudi dan ISIS, Bak Pinang Dibelah Dua

Saudi dan ISIS, Bak Pinang Dibelah Dua

SUMBER: http://liputanislam.com/opini/saudi-dan-isis-bak-pinang-dibelah-dua/

.

Mengamati pola gerakan ISIS yang sangat radikal dan paham ke agamaannya yang keras (ekstrim) membuat saya teringat dengan sejarah berdirinya Kerajaan Arab Saudi ( KAS) di Jazirah Arabia ( Semenanjung Arab). Saya mencoba kembali membuka sejarah KAS, dan setelah saya amati, terdapat dua sisi kesamaan antara ISIS dan KAS;

1. Paham keagamaan yang ektrim. Paham keagamaan yang dianut ISIS adalah paham penafikan (ilgha’) terhadap paham yang lain, atau yang biasa disebut dengan takfiri, sebuah paham yang menyatakan bahwa paham lain yang tidak sama dengan dianggap sesat, kafir dan murtad, dan praktek-praktek keagamaan yang menurut mereka menyimpang dianggap sebagai perbuatan musyrik. Karena itu, mereka mengganggap kafir dan musyrik orang-orang dan kelompok Islam yang tidak sejalan dengan mereka.  Baca lebih lanjut

ISIS Disebut Teroris, Tokoh-tokoh Agama ini Walk Out

ISIS Disebut Teroris, Tokoh-tokoh Agama ini Walk Out

SUMBER: http://liputanislam.com/berita/isis-disebut-teroris-tokoh-tokoh-agama-ini-walk-out/

.

temu-tokoh-agama-di-palembang-panas-karena-isis-disebut-teroris

Palembang, LiputanIslam.com – Kekejaman yang dilakukan organisasi teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah sudah marak beredar, namun tetap saja masih ada pihak yang membelanya di Indonesia. Seperti kemarin (8/8), temu tokoh agama di palembang berlangsung panas lantaran adanya perbedaan pandangan terkait ISIS.

Awalnya pertemuan ini bertujuan untuk untuk membahas langkah yang diambil terkait ISIS. Namun acara yang difasilitasi oleh Kanwil Kementerian Agama Sumsel ini, tidak sesuai dengan harapan, lantaran beberapa tokoh memilih walk out dari ruangan.

Forum tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama di Sumsel, seperti dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Umat Islam (FUI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Walubi, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), dan sejumlah tokoh agama dan organisasi keagamaan lain.  Baca lebih lanjut

Surat Terbuka untuk Arrahmah.com: Dari Pelukan satu Teroris ke Teroris Yang Lain

Assalamu’alaikum Arrahmah.com,

Saya masih bisa membaca berita Anda, yang dirilis pada tanggal 30 Maret 2013. Kala itu, pertempuran di Suriah berlangsung sengit. Dan berbagai faksi anti-Assad pun bermunculan. Setidaknya, ada FSA (Free Syrian Army) dan Jahbah Al-Nusra (link Al-Qaeda di Suriah) yang melakukan penyerangan untuk menggulingkan Bashar al-Assad. Tentu saja, saat itu, faksi-faksi yang berbeda ideologi itu masih bersatu, karena memiliki kepentingan yang sama. Anda pun menyebut FSA sebagai “Mujahidin”. Berikut ini saya kutipkan artikel Anda:

Mujahidin Brigade Syuhada’ Dauma FSA dalam pernyataan resminya pada Jum’at (29/3/2013) mengumumkan berita gembira kepada seluruh rakyat muslim Suriah akan tewasnya sang taghut durjana, Bashar Assad. Assad dinyatakan tewas dalam koordinasi operasi militer antara Brigade Syuhada’ Dauma dan para “perwira mulia” dalam Istana Kepresidenan Suriah, laporan Kantor Media Revolusi Kota Binnisy. (Arrahmah, 30 Maret 2013, lihat screenshoot)

Arrahmah-FSA-Mujahidin

Dalam artikel itu, tidak hanya sekedar memberikan predikat Mujahidin kepada FSA, Anda juga menyebarkan informasi palsu. Anda katakan Bashar al-Assad telah tewas, padahal tidak. Bahkan, Juni 2014, Bashar Al-Assad terpilih kembali menjadi Presiden Suriah dengan kemenangan 88,7 persen. Tentunya, sosok al-Assad yang terpilih itu bukan mayat yang bangkit dari kubur bukan?  Baca lebih lanjut

Kisah Sukes Putra Bangsa: Ditolak Undip, Mampu Kalahkan Doktor

Kisah Sukes Putra Bangsa: Ditolak Undip, Mampu Kalahkan Doktor

SUMBER: http://liputanislam.com/berita/kisah-sukes-putra-bangsa-ditolak-undip-mampu-kalahkan-doktor/

.

kakak-adik-dikira-pelihara-tuyul-300x193

.

Salatiga, LiputanIslam.com — Arfi’an Fuadi dan M. Arie Kurniawan, kakak beradik ini berhasil menjadi juara pertama dalam 3D Printing Challenge yang diadakan General Electric tahun ini, mengalahkan sekitar 700 peserta dari 56 negara. Bahkan mereka berhasil mengalahkan peserta dengan gelar Ph.D dari Swedia yang menyabet peringkat kedua dan insinyur lulusan University of Oxford yang meraih juara ketiga.

Jpnn yang mengunjungi kediaman mereka, melakukan wawancara terkait keberhasilan dua remaja ini memulai “karirnya” di bidang design engineering. Mereka bekerja dari rumahnya,  dengan tiga unit komputer. Rupanya, di ruangan kecil itulah Arfi –panggilan Arfi’an Fuadi– bersama sang adik M. Arie Kurniawan dan dua karyawannya mengeksekusi order design engineering dari berbagai negara.  Baca lebih lanjut

Permohonan Prabowo-Hatta, dan Tanggapan Hakim MK

Permohonan Prabowo-Hatta, dan Tanggapan Hakim MK

SUMBER: http://liputanislam.com/pemilu/permohonan-prabowo-hatta-dan-tanggapan-hakim-mk/

.

Jakarta, LiputanIslam.com — Berkaitan dengan sengketa Pilpres, Prabowo-Hatta, pasangan capres-cawapres nomor urut satu mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Kuasa hukumnya, Maqdir Ismail, membacakan permohonan di hadapan sembilan hakim MK.

“Perkenankan pula kami mohon maaf jika kali ini berbeda sebagai perbaikan dari permohonan yang kami sampaikan pada 26 Juli 2014 lalu. Perbedaan itu terutama berkenaan dengan fakta. Meski demikian pokok permohonan tetap sama. Dengan kerendahan hati dapat kami bacakan semua, sehingga tak akan lagi timbul semua ilusi dan rangkaian cerita fiktif berdasarkan bukti yang diperoleh,” ujar Maqdir, Rabu, 06 Agustus 2014 seperti dilansir Detikcom.

Berikut merupakan permohonan Prabowo-Hatta:  Baca lebih lanjut

Memandang Jokowi Tanpa Kedustaan

Memandang Jokowi Tanpa Kedustaan

SUMBER: http://sosok.kompasiana.com/2013/09/18/memandang-jokowi-tanpa-kedustaan-593719.html

.

jokowi

.

Oleh Sigit Kamseno

sigit_kamsenoKarena harus berangkat ke Mamuju dengan pesawat pertama. Selasa dini hari itu, sekitar pukul tiga pagi, saya menumpang taksi menuju Bandara Soekarno-Hatta. Menghilangkan rasa iseng, saya mengajak sopir taksi mengobrol dalam perjalanan membelah gelap itu. Entah bagaimana awalnya, selayaknya orang ngobrol ngalor ngidul, obrolan itu akhirnya menyerempet ke masalah politik. Sopir taksi tersebut bilang bahwa dia tidak pernah ikut Pemilu karena apatis dengan semua kandidat. Hanya saja, katanya, jika Jokowi yang mencalonkan diri maka dia dengan senang hati akan mendukungnya.

Sebagai alumni Jurusan Filsafat Politik obrolan semacam ini tentu menarik bagi saya. Saya ingin membaca bagaimana Jokowi di mata sopir taksi yang—meski bukan sebuah jaminan, barangkali mewakili kebanyakan suara orang sepertinya. Dari cerita pagi hari itu, rupanya ia punya pengalaman bagaimana saudaranya yang sakit keras dan harus menjalani operasi sangat terbantu dengan Program Kartu Jakarta Sehat yang ditelurkan Jokowi. “benar-benar tidak bayar, mas. Alhamdulillah sudah sehat. Andaikata waktu itu harus bayar biaya operasi, dari mana kami mendapat uang sebanyak itu? katanya.  Baca lebih lanjut

Mengapa PKS Begitu Membenci Jokowi

Mengapa PKS Begitu Membenci Jokowi

SUMBER: http://politik.kompasiana.com/2014/08/02/mengapa-pks-begitu-membenci-jokowi-677554.html

Oleh Sint Jan

.

jokowi_pks_1

Kita mungkin merasa aneh melihat  kebencian luar biasa yang ditunjukan kader PKS terhadap sosok Jokowi. Bagaimana dengan mudahnya mereka menggadaikan akhlak mulia yang sudah dibangun oleh para perintis Partai Keadilan hingga menjadi Partai Keadilan Sejahtera saat ini. Berbagai fitnah mereka tembakkan kepada Jokowi tanpa menghiraukan logika… Dan pengaruhnya ternyata cukup signifikan, jutaan umat Islam di luar PKS turut memakan fitnahan tersebut sehingga Jokowi dapat dikalahkan di kantung-kantung PKS seperti Jawa Barat dan Sumatera Utara. Apa yang mereka lakukan ini pada dasarnya memang menyumbang suara bagi Prabowo, tapi jelas-jelas menghilangkan simpati dari umat Islam rasional dan kalangan non muslim yang merasa keyakinannya dipojokkan.

Tapi mari mengulas penyebab kebencian PKS terhadap Jokowi… Beginilah awal mulanya…

Pada tahun 2010 yang lampau, PKS sebenarnya telah menjadi salah satu gerbong pendukung Jokowi + Fx. Rudi pada pemilihan walikota Solo. Bahkan Hidayat Nur Wahid aktif menjadi juru kampanye untuk pasangan tersebut. Jokowi-Hadi pun berhasil meraih 90,09 persen suara, mengalahkan pasangan Eddy S Wirabhumi-Supradi Kertamenawi yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar. Pertanyaanya sekarang, apakah saat itu PKS tidak sadar kalau mereka telah mendukung FX. Rudi yang kristen ? Apakah PKS tidak sadar telah mendukung Jokowi yang antek zionis seperti sering dituduhkan akhir-akhir ini ? Mari kita berbaik sangka saja, mungkin PKS mendukung Jokowi karena sang petahana berhasil memperbaiki kualitas kehidupan warga Solo dalam periode pertama kepemimpinannya.  Baca lebih lanjut

Desi Anwar: Mengapa KPU Meloloskan Megalomania-Delusional Prabowo Ikut Pilpres?

Desi Anwar: Mengapa KPU Meloloskan Megalomania-Delusional Prabowo Ikut Pilpres?

SUMBER: http://baranews.co/web/read/18532/desi.anwar.kpu.meloloskan.megalomaniadelusional.prabowo.ikut.pilpres#.U-MQYJT-vDe

.

Dibawah terjemahan dari tulisan berbahasa Inggris  Desi Anwar yang di posting http://www.thejakartaglobe.com/  tulisan aslinya juga kami sertakan dibawahnya. -myartikel-

.


desi_anwarJAKARTA, Baranews.co
– Saya tidak tahu apa dosa Indonesia dengan mendapatkan karmanya memiliki seorang kandidat presiden yang pecundang yang tidak mau menerima kekalahannya dengan lapang dada, melanjutkan saja hidupnya, dan membiarkan negeri ini kembali menjalankan urusan sehari-hari.

Alih-alih, selama lebih dari dua minggu sejak kita menjalankan kewajiban memilih, lewat pemilu yang demokratis, damai, dan transparan, kita masih saja harus menenggang pidato-pidato retorikanya tentang hasil-hasil pemilu yang menurut versinya sendiri, ia semestinya dialah yang menang, pidato tentang Komisi Pemilihan Umum yang curang dan tidak demokratis, tentang seluruh proses pemilihan umum yang tidak sah karena didasarkan pada upaya penipuan yang masif dan sistematis. Semua itu hanya karena dia tidak sedang beruntung. Semua karena dia kalah.  Baca lebih lanjut

Teroris ISIS : Ancaman Baru Pancasila

Teroris ISIS : Ancaman Baru Pancasila

SUMBER: http://www.siperubahan.com/read/1202/ISIS–Ancaman-Baru-Pancasila

isis indo

Awal Ramadhan tahun ini, dunia internasional dikejutkan oleh pengumuman  dari juru bicara gerakan bersenjata yang menamakan dirinya Islamic State in Iraq and Sham (ISIS) tentang telah berdirinya Khilafah Islamiyah.  Juru bicara ISIS, Syaikh Abu Muhammad al Adnaniy  asy Syamiy melalui rekaman audio yang disebarkan secara online, memberi penegasan bahwa (Islampos.com, 30/6/2014):

“ Dewan syura Daulah setelah melalui berbagai pertimbangan memutuskan untuk mendirikan Khilafah Islam dan menunjuk Abu Bakar Al-Baghdadiy sebagai khalifah yang akan memimpin seluruh kaum Muslimin.  Dan ia (Al-Baghdadiy) telah menerima bai’at. Oleh karena itu, dia adalah imam dan khalifah bagi setiap Muslim di manapun. Dan dengan ini, nama Irak dan Syam dalam nama Daulah Islam sekarang dihapus dari semua pembahasan dan komunikasi resmi, dan nama resminya diubah menjadi ‘Daulah Islam’ dimulai dari sejak tanggal deklarasi ini!”

Pengumuman ini merupakan sebuah proklamasi hadirnya Negara baru yang berimajinisi mengembalikan kejayaan Kekhilafahan Islam di masa lalu. Nama Khilafah Islamiyah merujuk pada sebuah imperium yang dibangun sejak masa Abu Bakr ash-Shiddiq sampai masa Kekhilafahan Turki Ottoman, yang runtuh di awal abad 20.  Baca lebih lanjut

Nama-nama Yang Dibantai Israel di Gaza Mulai 8-23 Juli 2014

Names of those killed by Israel in Gaza from July 8 to 23

SOURCE: http://www.crescent-online.net/2014/07/names-of-those-killed-by-israel-in-gaza-from-july-8-to-23-crescent-onlinenet-4558-articles.html

.

by crescent-online.net

July, 2014

Gaza’s Ministry of Health issued the list of those killed in the Israeli onslaught on Gaza from July 8 to July 23. Their ages are also given where available. Zionist war crimes against Gaza’s defenceless population must be recorded so that the world can know what zionist israel is all about.

Beirut, Crescent-online
Wednesday July 23, 2014, 16:54 DST

Names and other details released by Ministry of Health in Gaza
(Courtesy al-Akhbar, Beirut)

Tuesday, July 8:
1. Mohammed Sha’aban, 24, killed in bombing of his car in Gaza City.
2. Ahmad Sha’aban, 30, died in the same bombing.
3. Khadir al-Bashiliki, 45, died in the same bombing.
4. Rashad Yaseen, 27, killed in bombing of Nusseirat refugee camp in central Gaza.
5. Riad Mohammed Kawareh, 50, killed in bombing of his family’s home in Khan Younis.
6. Seraj Ayad Abed al-A’al, 8, wounded in the same bombing and succumbed to injuries on Tuesday evening.
7. Mohammed Ayman Ashour, 15, died in the same bombing.
8. Bakr Mohammed Joudah, 22, died in the same bombing.
9. Ammar Mohammed Joudah, 26, died in the same bombing.
10. Hussein Yousef Kawareh, 13, died in the same bombing.
11. Mohammed Ibrahim Kawareh, 50, died in the same bombing.
12. Bassim Salim Kawareh, 10, died in the same bombing.
13. Mousa Habib, 16, from Gaza City’s al-Shujayeh neighborhood, killed along with his 22-year old cousin while they were riding a motorcycle.
14. Mohammed Habib, 22, killed with Mousa Habib.
15. Sakr Aysh al-Ajouri, 22, killed in attack on Jabalia, northern Gaza.
16. Ahmad Na’el Mehdi, 16, from Gaza City’s Sheikh Radwan neighborhood, killed in bombing that wounded two of his friends.
17. Hafiz Mohammed Hamad, 30, an Islamic Jihad commander, killed in the bombing of his home in Beit Hanoun, along with five of his family members.
18. Ibrahim Mohammed Hamad, 26, died in the same bombing.
19. Mehdi Mohammed Hamad, 46, died in the same bombing.
20. Fawzia Khalil Hamad, 62, died in the same bombing.
21. Dunia Mehdi Hamad, 16, died in the same bombing.
22. Suha Hamad, 25, died in the same bombing.
23. Suleiman Salman Abu Soaween, 22, was killed.  Baca lebih lanjut

The Salafis, the Ikhwan and the Saudi wild card

The Salafis, the Ikhwan and the Saudi wild card

SOURCE: http://www.crescent-online.net/2014/07/the-salafis-the-ikhwan-and-the-saudi-wild-card-abu-dharr-4537-articles.html

.

by Abu Dharr

Examining the Saudi policy of setting the Salafis and Ikhwanis at each others’ throats at a time when foreign powers have their fangs embedded deeply into the flesh of the Ummah.

The information you are about to read would not be written and would not be published had we – the committed Muslims – been living in normal times. But these times are abnormal; or let us say we are living within turbulent events whose consequences will eventually be to our benefit. This may be a generation or two down the road. But the future is an Islamic one – we have no doubt about that. The intricacies to follow are for “in-house” reflection and thoughtfulness. They are not meant to harm any Islamic orientation or score points against any Islamic organization.

Tensions are running high among certain Islamic positions and between known Islamic paradigms. Our immediate concern in this article is not to cover the spectrum of differences that are out there. It is to bring light to two awkward Islamic trends that with a Saudi catalyst may turn into civil wars all over the Muslim world. What we mean by that are the Salafis and the Ikhwan al-Muslimeen (Ikhwan for short). These two groupings of revivalist types have their splinter conjunctives. And, outside the Arabic speaking countries, they have their counterparts. So it is very important now when foreign powers and internal finances lock hands to produce internecine warfare among those committed Muslims who should know better and act better-off to shed light on these two Islamic tendencies. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.