Pilot AS: Kami Tidak di Izinkan Bom ISIS

US military pilots complain hands tied in ‘frustrating’ fight against ISIS

SOURCE: http://www.foxnews.com/politics/2015/05/28/us-military-pilots-complain-hands-tied-in-frustrating-fight-against-isis/

Terbukti keterlibatkan AS dalam perang di Suriah dan Irak dengan dalih memerangi teroris terungkap hanyalah sandiwara belaka,  sejatinya mereka membantu para teroris untuk menjatuhkan rezim Bashar Asad di Suriah dan agenda memecah negra Irak menjadi tiga negara, Negra Suni, Syiah dan Kurdi… Demikianlah pengakuan Pilot AS dalam interview dengan Fox TV milik Media Mogul Zionis Rupert Murdoch:

One Navy F-18 pilot who has flown missions against ISIS voiced his frustration to Fox News, saying: “There were times I had groups of ISIS fighters in my sights, but couldn’t get clearance to engage.”

He added, “They probably killed innocent people and spread evil because of my inability to kill them. It was frustrating.”

Seorang pilot tempur F-18 dari angkatan laut Amerika yang telah terbang dalam melakukan misi melawan ISIS menyuarakan rasa frustrasinya kepada Fox News, mengatakan:  “Ada saat-saat kelompok militan ISIS ada dalam pandangan saya, tapi saya tidak bisa mendapatkan izin untuk terlibat,”

Dia menambahkan, “Mereka (militan ISIS) mungkin membunuh orang yang tidak bersalah dan menebar kejahatan karena ketidakmampuan saya untuk membunuh mereka. Itu membuat saya frustrasi,” lanjut dia, yang dilansir Fox News pada Kamis (28/5/2015).

Lengkapnya baca laporan Fox News Dibawah ini:  Baca lebih lanjut

Sandiwara Koalisi AS di Paris “Tumpas Teroris”

Sandiwara Koalisi AS di Paris “Tumpas Teroris”

SUMBER: http://arrahmahnews.com/2015/06/05/sandiwara-koalisi-as-di-paris-tumpas-teroris/

Arrahmahnews.com – Pertemuan luar biasa koalisi anti-ISIS, yang terbungkus rapi Selasa lalu di Paris adalah hal yang “ekstra” dan “biasa”.
 sandiwara_koalisi_asLebih dari 20 negara bersama Amerika Serikat dan kroni regionalnya menaksir pendekatan dan strategi mereka untuk mengalahkan kelompok teroris. Sebaliknya, PM Iraq Haider Al Abadi menggebrak dengan menyalahkan kurangnya dukungan koalisi terhadap militer Iraq, bahkan sikap koalisi lebih menguntunkan teroris ISIL, hingga kejutan pengambil alihan Ramadi.

PM Iraq menyatakan kekuatan dunia telah gagal di Iraq, kampanye pemboman udara yang dilakukan koalisi tidak maskimal, intelijen, pengawasan dan pengintaian tidak dilakukan. Sedangkan Iraq membutuhkan dukungan dari dunia tetapi kita tidak mendapatkan itu. Dengan kata lain, aliansi pimpinan AS telah gagal di Iraq.  Baca lebih lanjut

PM Iraq Bantah Klaim Deputi Menlu AS “Blinken” yang Bunuh 10.000 ISIS

PM Iraq Bantah Klaim Deputi Menlu AS “Blinken” yang Bunuh 10.000 ISIS

SUMBER: http://arrahmahnews.com/2015/06/05/pm-iraq-bantah-klaim-deputi-menlu-as-blinken-yang-bunuh-10-000-isis/

.

Deputi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Tony Blinken mengklaim koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat telah membunuh lebih dari 10.000 anggota ISIS sejak resmi menggelar kampanye melawan kelompok ekstrem itu sembilan bulan yang lalu, CNN melaporkan.

Klaim Blinken datang dalam sebuah wawancara dengan radio France Inter usai jumpa pers di Paris, Perancis, pada Selasa, 2 Juni lalu, saat negara Barat dan Timur Tengah yang tergabung dalam koalisi melawan ISIS bertemu.

BlinkenArrahmahnews.com – Sementara itu, PM Iraq menuduh koalisi internasional yang memerangi ISIS tidak berbuat cukup dalam mengatasi kelompok jihadis itu, dan menyatakan anggota koalisi seperti Arab Saudi belum menghentikan aliran pejuang asing ke Iraq.

Haidar Abadi mengeluarkan pernyataan ini ketika negara-negara Barat dan Timur Tengah yang bergabung dalam koalisi itu bertemu di Paris pada Selasa (2/6).  Baca lebih lanjut

Mesir Bersihkan Masjid dan Perpustakan dari Buku-Buku Wahabi

Mesir Bersihkan Masjid dan Perpustakan dari Buku-Buku Wahabi

SUMBER: http://arrahmahnews.com/2015/06/27/mesir-bersihkan-masjid-dan-perpustakan-dari-buku-buku-wahabi/

Arrahmahnews.com – Kementerian Wakaf (Kementerian Agama) Mesir lakukan pemeriksaan di sejumlah masjid di Kairo. Dari pemeriksaan tersebut pemerintah menyita buku-buku yang berbau gerakan Salafi, terutama buku-buku yang ditulis oleh; Muhammad bin Abdul Wahab, Ibn Baz, Ibn Utsaimin, Ibn Taimiyah, Said Abdul ‘Adhim, Abdul Latif Mustahri, Abu Ishaq al-Huwaini, Mohammed Hussein Yacoub, dan Mohammed Hassan.

Surat kabar al-Watan pada hari Kamis (25/6), mengatakan bahwa penyitaan buku-buku ini datang setelah sebelumnya pemerintah melakukan penyitaan ratusan buku, kaset dan CD dari masjid “Ummahat Mukminiin”, dan masjid “Tauhid” di BarMasis dan Basbara.  Baca lebih lanjut

KUWAIT HENTIKAN SIARAN TELEVISI WESAL PASCA SERANGAN BOM

KUWAIT HENTIKAN SIARAN TELEVISI WESAL PASCA SERANGAN BOM

SUMBER: http://www.salafynews.com/2015/06/kuwait-hentikan-siaran-televisi-wesal-pasca-serangan-bom/

.

Salafynews.com, – Paska serangan teroris di masjid imam Shadiq pada Jum’at 26/6, Kementerian Komunikasi dan Informasi Kuwait hentikan siaran televisi al-Wesal milik Saudi.

Televisi_Wesal

Kantor berita al-Alam News melaporkan koran al-Watan Kuwait menukil dari Kementerian Komunikasi dan Informasi mengumumkan bahwa penutupan televisi al-Wesal terkait insiden pemboman di masjid imam Shadiq, yang menimbulkan 27 korban jiwa dan melukai 200 lainnya.  Baca lebih lanjut

80 Masjid Wahabi (Salafy) Ditutup Pemerintah Tunisia

80 Masjid Wahabi Ditutup Pemerintah Tunisia

SUMBER: http://arrahmahnews.com/2015/06/27/80-masjid-wahabi-ditutup-pemerintah-tunisia/

Arrahmahnews.com – Pemerintah Tunisia berencana menutup sekitar 80 masjid yang diduga kerap menghasut dan memicu kekerasan. Langkah ini dilakukan pemerintah sebagai upaya kontraterorisme setelah serangan penembakan di hotel tepi pantai di kawasan pantai wisata di Sousse, Tunisia pada Jumat (26/6).

Reuters melaporkan bahwa Perdana Menteri Habib Essid menyatakan bahwa selain memicu kekerasan, terdapat dugaan puluhan masjid tersebut ikut mendanai sejumlah kelompok militan setempat.  Baca lebih lanjut

39 Orang Termasuk 5 Warga Inggris Menjadi Korban Serangan Teroris Tunisia

39 Orang Termasuk 5 Warga Inggris Menjadi Korban Serangan Teroris Tunisia

SUMBER: http://liputanislam.com/berita/39-orang-termasuk-5-warga-inggris-menjadi-korban-serangan-teroris-tunisia/

Tunis, LiputanIslam.com — Sejumlah negara Timur Tengah termasuk Marokko, Yordania, Lebanon, Uni Emirat Arab dan Bahrain, hari Jumat (26/6) mengutuk keras serangan terhadap hotel di Sousse, Tunisia, yang menewaskan setidaknya 39 orang dan melukai 36 orang pada hari itu.

Tunisia-Sousse

Kota Sousse, 140 kilometer di sebelah selatan Ibu Kota Tunisia, Tunis, adalah objek wisata paling terkenal di negeri tersebut. Sejak revolusi ‘Arab Spring’, ada satu upaya serangan teror di luar satu hotel di wilayah itu.

“Kerajaan Marokko menyampaikan solidaritasnya kepada negara Tunisia, menyampaikan belasungkawa setulus hati dan rasa sayang sepenuh hati kepada keluarga korban, dan mendoakan kesembuhan cepat korban cedera,” kata Kementerian Urusan Luar Negeri Marokko di dalam satu pernyataan.  Baca lebih lanjut

Teroris Pelaku Pemboman Masjid Syiah Kuwait Salafy Wahabi Asal Saudi

Ini Dia Pelaku Bom Bunuh Diri Asal Saudi “Wahabi”

SUMBER: http://arrahmahnews.com/2015/06/26/ini-dia-pelaku-bom-bunuh-diri-asal-saudi-wahabi/ 

Arrahmahnews.com – Gerakan Salafy Wahabi Takfiri mengklaim berada di balik aksi bom bunuh diri yang menghancurkan sebuah masjid Syiah di Kuwait, sesaat setelah usai sholat Jumat. Hingga kini otoritas Kuwait merilis 25 orang syahid dalam serangan tersebut, dan 200 lainnya luka-luka.

teroris_masjid_kuwait

Kelompok militan wahabi takfiri Arab Saudi (Badui Najd) yang berafiliasi dengan ISIS mengatakan seorang anggotanya Abu Suleiman al-Muwahhid adalah pelaku aksi bom bunuh diri di Kuwait itu.  Baca lebih lanjut

Bom Bunuh Diri Guncang Masjid Syiah Kuwait Saat Sholat Jum’at

Bom Bunuh Diri Guncang Masjid Syiah Kuwait Saat Sholat Jum’at

SUMBER: http://arrahmahnews.com/2015/06/26/bom-bunuh-diri-guncang-masjid-syiah-kuwait-saat-sholat-jumat/

Arrahmahnews.com – Kuwait News Agency melaporkan telah terjadi serangan bom bunuh diri di masjid Imam Shadiq as, di distrik al-Sawabir dekat ibukota Kuwait.

serangan_Kuwait_1

Sumber setempat mengatakan ledakan bom terjadi sesaat setelah shalat jumat usai. Serangan itu, setidaknya telah menewaskan 7 orang dan melukai 30 orang lainnya, dan kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah.  Baca lebih lanjut

LAGI LEDAKAN BOM BUNUH DIRI DI MASJID IMAM HUSIN DAMMAM SAUDI

LAGI LEDAKAN BOM BUNUH DIRI DI MASJID IMAM HUSIN DAMMAM SAUDI

SUMBER: http://www.salafynews.com/2015/05/lagi-ledakan-bom-bunuh-diri-di-masjid-imam-husin-dammam-saudi/

dammam

Sumber-sumber setempat hingga kini belum merilis rincian peristiwa tersebut, dan jumlah korban akibat serangan teroris di Masjid Syiah di kota Dammam. Pemerintah Saudi juga belum mengeluarkan pernyataan terkait insiden ini.

Ini peristiwa kedua setelah sebelumnya di hari yang sama (jumat 22 mei 2015) juga terjadi pemboman di Masjid syiah, saat muslim syiah sedang melaksanakan sholat Jum’at. Baca Bom Meledak di Masjid Kota Qatif, Arab Saudi..  Baca lebih lanjut

DI TENGAH SHALAT JUMAT, BOM BUNUH DIRI GUNCANG MASJID SYIAH DI ARAB SAUDI

DI TENGAH SHALAT JUMAT, BOM BUNUH DIRI GUNCANG MASJID SYIAH DI ARAB SAUDI

SUMBER: http://www.salafynews.com/2015/05/di-tengah-shalat-jumat-bom-bunuh-diri-guncang-masjid-syiah-di-arab-saudi/

Qatif, Salafynews.com – Sejumlah orang yang sedang melakukan shalat Jumat tewas dan puluhan lainnya terluka oleh serangan teroris yang menarget Masjid Imam Ali di Qudayh, di timur wilayah Qatif Arab Saudi.

qatif 2Sumber Foto disini

Sumber Saudi melaporkan bahwa seorang teroris memakai sabuk peledak masuk ke dalam masjid dan meledakkan dirinya di antara jamaah shalat yang sedang melaksanakan shalat Jumat dan menyebabkan  sejumlah besar  jamaah tewas dan terluka.  Baca lebih lanjut

Diplomat Israel Alon Pinkas: Selama Perang Suriah Terus Berlangsung Israel Aman

Tentang perang Suriah yang dirancang oleh Zionis/Amerika dan Arab-arab antek mereka khususnya Saudi, Qatar, dan Turki Mantan Konsul Jenderal Israel di New York menunjukkan kegembiraannya:

“Dalam permainan playoff anda perlu kedua tim kalah, dan anda tidak ingin salah satunya menang, kami puas dengan ini” kata Alon Pinkas mantan Konsul Jenderal Israel di New York. “Biarkan mereka berdarah-darah (saling bunuh) sampai mati, itu pemikiran strategis disini, selama ini berlangsung (saling bunuh di Suriah) maka tidak ada ancaman nyata (bagi Israel) dari Suriah.

Selanjutnya silahkan baca artikel lengkapnya disini:

https://myartikel.wordpress.com/2013/11/02/pejabat-israel-sangat-gembira-melihat-arab-saling-bunuh-di-suriah/

Google Chrome Menyadap Smua Percakapan dan Audio Dalam Computer Anda

“Yesterday, news broke that Google has been stealth downloading audio listeners onto every computer that runs Chrome, and transmits audio data back to Google. Effectively, this means that Google had taken itself the right to listen to every conversation in every room that runs Chrome somewhere, without any kind of consent from the people eavesdropped on.” (Angry Arab)

.

Google Chrome Listening In To Your Room Shows The Importance Of Privacy Defense In Depth

SOURCE: https://www.privateinternetaccess.com/blog/2015/06/google-chrome-listening-in-to-your-room-shows-the-importance-of-privacy-defense-in-depth/

Yesterday, news broke that Google has been stealth downloading audio listeners onto every computer that runs Chrome, and transmits audio data back to Google. Effectively, this means that Google had taken itself the right to listen to every conversation in every room that runs Chrome somewhere, without any kind of consent from the people eavesdropped on. In official statements, Google shrugged off the practice with what amounts to “we can do that”.

It looked like just another bug report. “When I start Chromium, it downloads something.” Followed by strange status information that notably included the lines “Microphone: Yes” and “Audio Capture Allowed: Yes”.

chrome-voicesearch

Without consent, Google’s code had downloaded a black box of code that – according to itself – had turned on the microphone and was actively listening to your room.  Continue Reading

Terror trial collapses after fears of deep embarrassment to security services

Terror trial collapses after fears of deep embarrassment to security services

SOURCE: http://www.theguardian.com/uk-news/2015/jun/01/trial-swedish-man-accused-terrorism-offences-collapse-bherlin-gildo

.

Swedish national Bherlin Gildo’s lawyers argued British intelligence agencies were supporting the same Syrian opposition groups as he was

FSAA Free Syrian Army fighter fires his weapon during clashes in Aleppo. The Old Bailey was told by the crown that there was no longer a reasonable prospect of a prosecution. Photograph: Muzaffar Salman/Reuters

The prosecution of a Swedish national accused of terrorist activities in Syria has collapsed at the Old Bailey after it became clear Britain’s security and intelligence agencies would have been deeply embarrassed had a trial gone ahead, the Guardian can reveal.

His lawyers argued that British intelligence agencies were supporting the same Syrian opposition groups as he was, and were party to a secret operation providing weapons and non-lethal help to the groups, including the Free Syrian Army.

Bherlin Gildo, 37, who was arrested last October on his way from Copenhagen to Manila, was accused of attending a terrorist training camp and receiving weapons training between 31 August 2012 and 1 March 2013 as well as possessing information likely to be useful to a terrorist.  Continue Reading

What Saudi Arabia’s War in Yemen and Iran’s Regional Strategy Are Really About

What Saudi Arabia’s War in Yemen and Iran’s Regional Strategy Are Really About

SOURCE: http://goingtotehran.com/what-saudi-arabias-war-in-yemen-and-irans-regional-strategy-are-really-about

.

The World Financial Review has published our latest piece, “Saudi Arabia’s Yemen Offensive, Iran’s ‘Proxy’ Strategy, and the Middle East’s New ‘Cold War.’”  To read the article, click here; we’ve also appended the text (with links) below:

 Saudi Arabia’s Yemen Offensive, Iran’s ‘Proxy’ Strategy, and the

Middle East’s New ‘Cold War’      

Flynt Leverett and Hillary Mann Leverett

 Riyadh’s war in Yemen marks a dramatic escalation in its efforts to roll back Iran’s rising influence in the Middle East.  Saudi Arabia portrays its Yemen campaign simply as a battle of “good” Arabs and Sunnis supporting Yemen’s legitimate government against “evil” Iranians trying to overthrow it via local Shi’a “proxies”—reiterating a generalized Saudi (and Israeli) narrative about Iran’s use of proxy allies to consolidate regional “hegemony.”  More considered analysis shows that Iran’s “proxy” ties are part of an effective strategy to expand political participation in contested regional venues.  While Saudi Arabia (like Israel) considers this a mortal threat, it is essential to effective conflict resolution.  Riyadh’s intensely sectarian response—including its Yemen war—now fuels what some call a new Saudi-Iranian/Sunni’- Shi’a “Cold War” in the Middle East. 

Riyadh’s increasingly destructive war in Yemen has sparked overripe discussion in Western capitals about Iran’s use of “proxies” to subvert otherwise “legitimate” Middle Eastern governments.  Driving such discussion is a self-serving narrative, promoted by Israel as well as by Saudi Arabia, about Tehran’s purported quest to “destabilize” and, ultimately, “take over” the region.  Continue Reading

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.