Di Manakah Ribuan Al Nimr itu, Alwi? (2)

Di Manakah Ribuan Al Nimr itu, Alwi? (2)

SUMBER: http://liputanislam.com/analisis/di-manakah-ribuan-al-nimr-itu-alwi-2/

Oleh: Dina Y. Sulaeman*

Tulisan ini adalah tanggapan atas tulisan “Ada Banyak Al Nimr di Iran” yang ditulis Alwi Alatas (AA). Pada bagian pertamadisebutkan, di antara kelompok-kelompok teror yang berkali-kali menyerang Iran adalah Jundullah (berbasis di Pakistan).

Apakah mazhab anggota Jundullah? Sama seperti Al Qaida dan ISIS, mereka berideologi Salafi/Wahabi yang sering mengklaim diri sebagai Sunni. Paham Wahabi yang menghalalkan teror jelas berbeda dengan paham Ahlussunnah sejati. Jurnalis investigatif terkemuka, Seymour Hersh pernah menulis laporannya tentang kucuran dana AS untuk membiayai kelompok-kelompok teror yang mendestabilisasi Iran (termasuk Jundullah, the Mujahideen-e-Khalq/MEKdan kelompok separatis Kurdithe Party for a Free Life in Kurdistan/PJAK.) [8]. 

Namun data-data ini diabaikan AA. Dia malah menyebut nama sejumlah orang yang dihukum mati karena ke-Sunni-annya dan tuduhan moharebeh. Tadi sudah saya jelaskan apa definisi moharebeh. Lagipula, siapa yang menjamin bahwa mereka bukan anggota kelompok teroris, atau pembunuh, atau kejahatan lain? Bukan tugas saya untuk mencari satu persatu file pengadilan orang-orang itu. Silahkan si penuduh (AA) membuktikan sendiri tuduhannya; menuduh sangat gampang, membuktikannya soal lain. Yang jelas, Ahmadi bersaudara diadili karena kasus pembunuhan Imam Jumat SUNNI di Sanandaj (diakui oleh IHR), bernama Mamosta Borhan Ali (nama ini tidak disebut oleh IHR, maupun AA), yang dikenal sebagai ulama pro-ukhuwah dan selalu mengingatkan umat agar menjaga persatuan.[9]

Manipulasi informasi ala AA sangat sering ditemukan. Ketika seorang yang kebetulan bermazhab Sunni melakukan aksi terorisme (atau membunuh, menjual narkoba, korupsi, dll) dihukum mati di Iran, segera terjadi pelintiran informasi: mereka dibunuh karena ke-Sunni-annya (bukan karena kejahatannya).

AA menulis, “Ada ribuan “al-Nimr” yang menjadi korban di Iran sejak revolusi tahun 1979.” Tentu dia perlu menuliskan sumber resminya yang valid, dengan angka yang jelas. Ribuan itu berapa? Data dari Kurdistan Press Agency (ini adalah situs anti pemerintah) misalnya, pada tahun 2013, ada 826 orang (data umum, tidak disebut mazhabnya) yang dihukum mati di Iran: 319 orang penyelundup narkoba, 119 pembunuh, 58 pemerkosa, 29 MOHAREBE, dll. Di sini bisa dilihat kejahatan “moharebe” jumlahnya minor. [10]

Dan apa definisi “Al Nimr” yang dimaksud AA? Apakah SEMUA SUNNI (atau tepatnya Wahabi/Salafi?) yang dihukum mati, apapun kejahatannya, bisa dikategorikan “Al Nimr”?

Iran (dari pidato Khamenei) mendefinisikan “Al Nimr” sebagai ulama yang mengritik terang-terangan atas dasar kecintaan pada agama; tidak memprovokasi gerakan bersenjata, tidak melakukan konspirasi melawan negara. Jadi, ketika Iran menghukum mati seseorang, sudah dipastikan orang tersebut di luar kategori/definisi “Al Nimr”. Sementara yang dilakukan AA dalam tulisannya, menyamakan ulama sekelas Al Nimr dengan teroris anggota MEK, PJAK, dan Jundullahyang terbukti terkait dengan CIA (lihat tulisan Hersh).

Kondisi Penjara Iran

AA dengan mengutip sumber sekunder menyebut bahwa kondisi penjara Rajai Shahr (tempat ditahannya Ahmadi) buruk. “…kemungkinan telah mengalami penyiksaan fisik dan psikologis selama berada di dalam tahanan, hal yang biasa terjadi di penjara-penjara Iran,” tulis AA.

Perhatikan AA menggunakan kata “kemungkinan” dengan menyebut referensinya adalah buku “Tortured Confession” karya Ervand Ebrahimian, profesor di University of New York (1999). Saya sudah membaca scanning buku Ebrahimian. Ebrahimian melakukan analisis dari buku-buku (artinya: dari sumber sekunder), antara lain, novel yang ditulis oleh Bozorg Alavi (1942), memoar Ovanessian dan Pishevari, dan berbagai memoar lainnya. “Banyak dari penulis [memoar] adalah perempuan yang menyaksikan orang-orang tercinta mereka tewas di penjara. Sebagian besar dari penulis itu berhaluan kiri, sebagian lagi kalangan kerajaan, nasionalis, dan Islamis. …mereka semua terpengaruh secara eksplisit atau implisit dari karya Bozorg Alavi,” tulis Ebrahimian. Ingat, karya Bozorg Alavi yang dimaksud adalah NOVEL). Ebrahimian juga menuliskan alasan orang-orang dihukum mati pemerintah Islam Iran, antara lain karena “pembunuhan”, “upaya kudeta”, serta bergabung dengan organisasi teror (yang sudah saya sebutkan di atas, seperti MEK, Furqan, dan sejenisnya).

Tuduhan bahwa napi di penjara Rajai Shahr disiksa, rupanya sudah ditanggapi Iran, antara lain dengan merilis berita berjudul “Penjara Rajai Shahr, Antara Kenyataan dan Tuduhan”, dilengkapi dengan foto-foto para napi. Penjara ini adalah penjara narapidana kriminal, seperti pembunuh, penyelundup narkoba, atau pemerkosa; bukan kejahatan politik. [11]

Ulama Anti Pemerintah

AA menulis, “Ayatollah Kazem Shariatmadari, ayatollah Khagani, sekedar menyebut contoh, masing-masing meninggal didalam tahanan rumah karena berseberangan paham dengan Khomeini, begitu pula dengan ayatollah Rastegari yang berkali-kali ditangkap dan dikenai tahanan rumah di bawah pemerintahan Khamenei. Mereka mengalami semua itu karena sikap oposisinya terhadap pemerintah.”

Informasi ini justru memperkuat bagian pertama tulisan saya (kutipan pidato Khamenei): seorang ulama TIDAK BOLEH dipancung hanya karena mengkritik pemerintah. Lalu, mengapa AA malah menyamakan para ulama Iran itu dengan Al Nimr? Bukankah mereka “hanya” dikenai tahanan rumah oleh Iran, sementara Arab Saudi menembak, menyiksa (hingga tangan dan kakinya patah), lalu memenggal kepala Al Nimr?

Informasi ini juga memberitahukan bahwa Syiah memang banyak versi, dan tidak semua ulama Syiah sepakat dengan sistem Wilayatul Faqih Iran. Ketika Shah Reza Pahlevi berkuasa, ada ulama-ulama pendukungnya, ada yang menentang. Kazem Shariatmadari masuk dalam ulama barisan pendukung Pahlevi. Tidak aneh, ketika Shah terguling, mereka aktif berceramah mengecam pemerintah baru. Ayatullah Khagani malah berceramah menyeru penduduk Ahwaz agar mendukung Saddam saat Presiden Irak itu memulai invasinya ke Iran tahun 1980. [12]

Ada juga ayatullah yang tadinya pro-Khomeini, tapi akhirnya menentang dan dikenai tahanan rumah, yaitu Ayatullah Montazeri. Dia marah kepada Khomeini karena saudara dari menantunya dikenai hukuman mati dalam kasus pembunuhan. Agaknya karena nepotisme berusaha dihindari, seorang kerabat dekat ulama besar pun ketika bersalah tetap tak ada ampun: nyawa harus dibayar nyawa. Sayang sang ulama tak terima. Karena terus berpidato mengecam rezim, dia pun dikenai tahanan rumah, wafat tahun 2009 .[13] Tetapi kantor dan yayasannya sampai hari ini masih beraktivitas. Perlu dicatat, penerapan hukuman terhadap ulama dilakukan oleh Dewan Pengadilan Ulama (Dadgah-e Ruhani), bukan oleh pengadilan pidana, bukan pula oleh aksi diktator pemimpin tertinggi (Leader, saat ini dijabat Khamenei). Bahkan Leader pun dipilih rakyat melalui pemilu, dan harus bertanggung jawab kepada Dewan Pakar (Majles-e Khubregan), serta sewaktu-waktu bisa diturunkan seandainya pengadilan membuktikan ia bersalah melanggar UU.[14]

Jadi, dimanakah ribuan Al Nimr yang Anda klaim, Alwi? Saya duga, mereka justru ada di Arab Saudi dan di Bahrain. (liputanislam.com)

 

[8] http://www.newyorker.com/magazine/2008/07/07/preparing-the-battlefield . Telegraph juga memberitakan Operasi Hitam AS di Iran (antara lain menyebut Jundullah terkait dengan CIA) http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/1552784/Bush-sanctions-black-ops-against-Iran.html. Rangkumannya bisa dibaca di https://dinasulaeman.wordpress.com/2009/10/19/jundullah-teror-di-iran-dan-catatan-untuk-eramuslim/

[9] profil Syekh Borhan Ali didapat dari wawancara dengan informan (warga Iran), 8/1/2016

[10] http://www.kurdpa.net/farsi/idame/13611

[11] http://www.mashreghnews.ir/fa/news/275308/%D8%B2%D9%86%D8%AF%D8%A7%D9%86-%D8%B1%D8%AC%D8%A7%DB%8C%DB%8C%E2%80%8C%D8%B4%D9%87%D8%B1%E2%80%8C-%D8%A7%D8%B2-%D9%88%D8%A7%D9%82%D8%B9%DB%8C%D8%AA-%D8%AA%D8%A7-%D8%A7%D8%AF%D8%B9%D8%A7-%D8%AA%D8%B5%D8%A7%D9%88%DB%8C%D8%B1

[12] wawancara dengan informan (warga Iran), 8/1/2016

[13] http://jahannews.com/vdcf1edm1w6d1ya.igiw.html

[14] Penjelasan singkat struktur pemerintahan Iran: https://dinasulaeman.wordpress.com/2013/11/01/sistem-demokrasi-ala-iran-demokrasi-tangan-tuhan/

*Dina Y. Sulaeman adalah kandidat Doktor Hubungan Internasional Unpad, peneliti ICMES (Indonesia Center for Middle East Studies)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: