Andre Vltchek: PERMOHONAN KEPADA CHINA DAN RUSIA JANGAN BIARKAN VENEZUELA JATUH!

PERMOHONAN KEPADA CHINA DAN RUSIA: JANGAN BIARKAN VENEZUELA JATUH!

SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN Xi Jinping dan Vladimir Putin

SUMBER: https://www.facebook.com/notes/rossie-indira/permohonan-kepada-china-dan-rusia-jangan-biarkan-venezuela-jatuh/10153081187652325?hc_location=ufi

Yang terhormat Presiden Xi Jinping,

Yang terhormat Presiden Vladimir Putin,

andreVltchek-1-150x150Ketakutan akan bencana nuklir sekali lagi muncul menghantui dunia.
Pihak Barat sedang mencoba untuk mengisolasi dan memprovokasi dua negara besar, agung, kuat dan berdaulat, yaitu China dan Rusia. Tampaknya hasrat patologis untuk mendapatkan (atau lebih tepatnya mendapatkan kembali) kontrol penuh atas seluruh dunia sudah menghilangkan rasionalitas dan rasa kemanusiaan, jika masih ada, yang ada

di dalam otak para politisi dan ‘elit’ bisnis di Washington, London dan kota-kota lainnya.
Bahayanya sudah di depan mata. Cukup kita lihat peta dunia di awal abad ke-20 untuk menyadari bahwa pihak Barat mampu memperbudak hampir seluruh Planet, dengan paksaan, melalui rencana-rencana kolonialis dan imperialisnya.

Imperialisme Barat sudah memusnahkan ratusan juta manusia di seluruh pelosok dunia. Bahkan sekarang pun masih membunuh jutaan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Baik China maupun Rusia sudah pernah mengalami invasi Barat yang mengerikan. Beberapa kali, kedua negara itu harus bersikap amat keras bagai baja, untuk melawan dan untuk bertahan. Dan kedua negara ini pun sekarang, sekali lagi, berdiri tegak, dan dengan agung menghadapi mereka yang mencoba untuk menghancurka mereka, memaksa mereka menyerah. 

Jelas sekarang bahwa China dan Rusia tidak akan mundur. Hal ini karena, di atas semua hal, mereka berdua menginginkan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Mereka pernah sangat menderita akibat di invasi dan akibat perang. Mereka tahu seberapa tinggi harga kebebasan dan kemerdekaan. Tapi jika mereka diserang, mereka tidak akan menerima begitu saja. Mereka akan melawan, tidak peduli apa yang harus mereka korbankan. Mereka akan berjuang untuk membela bangsanya, dan untuk membela kemanusiaan, seperti yang sudah mereka lakukan beberapa kali sebelumnya, dengan kehilangan jutaan nyawa warganya, tapi pada akhirnya selalu berhasil mengalahkan kejahatan!
*
Sekarang, China dan Rusia tidak sendirian! Mereka punya sekutu di seluruh dunia. Sebagian sekutu mereka adalah orang-orang sederhana yang tinggal di negara-negara tertindas; lainnya terdiri dari negara-negara seperti Afrika Selatan, Iran, Suriah atau Kuba.

Sampai belum lama ini, hampir seluruh Amerika Latin berpihak pada China dan Rusia, begitu pula sebaliknya. Berbagai perubahan besar terjadi di Venezuela, Ekuador, Brazil, Argentina, Bolivia dan tempat-tempat lainnya. Secara politik dan ekonomi, banyak negara Amerika Selatan yang mulai bergerak mendekat, dan lebih dekat, ke Beijing dan Moskow. Perang melawan imperialisme mendapatkan (kembali) darah baru.

Upaya untuk mengguncang revolusi di Amerika Latin segera muncul. Pihak Barat mulai ‘mengorganisir’ dan kemudian mendukung ‘gerakan-gerakan oposisi’; mendanai LSM yang tidak setuju dengan revolusi, merencanakan dan membiayai kudeta, mengutuk pemerintahan baru melalui kampanye-kampanye propaganda dan indoktrinasi.
‘Elit’ local yang berkhianat dan korup moralnya dengan cepat bergabung dengan Washington; selama berabad-abad, loyalitas mereka memang sudah dengan Eropa dan kemudian dengan Amerika Utara, dan tentu saja dengan perusahaan multi-nasional.

Saya pernah tinggal dan bekerja di Amerika Latin selama bertahun-tahun. Saya kenal beberapa pemikir dan kaum revolusioner hebat dari benua ini, tapi saya juga tahu bagaimana kaum oligarki dan penguasa feodalnya. Para elit Amerika Selatan tidak punya belas kasihan kepada masyarakat kecil, bangsa mereka sendiri. Mereka bahkan tidak dapat disebut ‘nasionalis’. Seperti para imperialis Barat, mereka akan dengan mudah mengorbankan jutaan ‘bukan-orang’ (un-people) yang tidak bersalah (meminjam definisi Orwell), untuk ditukar dengan tetap diperolehnya keuntungan-keuntungan bagi mereka sendiri.

Seperti yang terjadi di Chile sebelum tahun 1973 dalam kudeta yang disponsori Amerika Serikat terhadap Presiden Salvador Allende yang sosialis, sekarang ini sekali lagi para elit lokal bertekad merusak ekonomi lokal di seluruh Amerika Selatan. Mereka ‘menciptakan kekurangan barang-barang pokok’, mengorganisir dan memobilisasi serikat buruh sayap kanan, sementara juga memindahkan uang miliaran dolar keluar dari negaranya. Bagi mereka, bukan lagi tentang bisnis atau untuk dapat untung (mereka punya banyak uang yang disimpan di luar negeri), tetapi tentang bagaimana mempertahankan kontrol atas negara mereka, seringkali atas nama pihak Barat.

Baru-baru ini, sosialisme di Argentina jatuh, dan Presiden Macri yang beraliran neo-fasis berkuasa. Di Brasil ada kudeta, yang menjadikan politisi-politisi korup, yang mayoritas evangelis, dan sayap kanan pro-Washington mendapatkan kontrol de-facto atas negeri itu. Argentina dan Brazil langsung mulai melucuti kebijakan-kebijakan sosial yang ada, menandatangani kerjasama-kerjasama yang gila-gilaan dengan pihak dari Utara, termasuk yang segera memungkinkan Amerika Serikat membangun pangkalan militer di Tierra del Fuego dan di tempat lainnya.
Tujuan pihak Barat tercapai; menggagalkan BRICS, melemahkan aliansi global anti-imperialis, dan mendiskreditkan model yang diterapkan Amerika Latin melalui saluran-saluran indoktrinasinya.

Dalam waktu yang sangat singkat, Venezuela, Ekuador, Bolivia dan Kuba telah kehilangan dua sekutu Amerika Latinnya yang secara ekonomi paling kuat.

Dan pihak Barat tidak akan berhenti. Venezuela lah yang ada dalam daftar berikutnya, serta kemudian Ekuador, dan kemungkinan besar diikuti oleh Bolivia!

Saya baru saja kembali dari Amerika Selatan. Rakyat Argentina baru saja bangun dari mimpi buruknya yang mengerikan. Rakyat Brasil merasa bahwa mereka telah diperdaya dan ditipu. Banyak sekali protes/demostrasi yang menggentarkan kota-kota di Argentina dan Brasil. Tapi kebanyakan merasa hampir putus asa menghadapi kolusi pihak Barat dan ‘elit’ lokal yang melakukan tindakan-tindakan kompleks ala Machiavelli (tidak jujur) yang diorganisasikan dengan ‘sempurna’.

Baru-baru ini, saya juga datang ke Ekuador, dan saya menjadi semakin yakin bahwa pihak Barat tidak akan pernah menyerah dalam upayanya untuk menghancurkan semua pemerintahan yang progresif dan mendapatkan kembali kontrol penuh atas apa yang mereka percayai sebagai negara-negara ‘terbelakang’.

Taktik-taktik yang digunakan untuk mendestabilisasi negara-negara itu di mana-mana sama. Selama bertahun-tahun saya telah bepergian ke hampir semua penjuru dunia, di tempat di mana Imperium berusaha mematahkan kehendak rakyat: mulai dari Ukraina dan China, sampai ke Zimbabwe, Eritrea, Iran, Afrika Selatan, Korea Utara, Venezuela, Kuba, dan ini hanya beberapa tempat paling ‘jelas’ saja. Buku terbaru saya: : “Exposing Lies Of The Empire”, cukup tebal dengan lebih dari 800-halaman, penuh dengan contoh-contoh bagaimana taktik-taktik itu diterapkan di semua benua.

Tapi kini, di Amerika Selatan, pihak Barat menyerang hampir seluruh benua, dan semua itu dilakukan secara terbuka, tanpa rasa malu.

Membela kemerdekaan benua ini – Amerika Selatan – sangatlah penting untuk kelangsungan hidup manusia.
Inilah garda terdepan kita sekarang! Tapi garda-garda terdepan ini satu demi satu runtuh karena tekanan mengerikan terutama dari kekuatan asing yang destruktif dan berkolaborasi erat dengan kolom ke-lima (fifth column) di negara masing-masing, yaitu kaum oligarkinya. Tidak mengherankan jika Imperium menang di sini, mereka berusaha ‘untuk tidak kehilangan momentum’; dan mereka akan segera pindah ke negara lain yang masih tegar berdiri. Perusakan akan terus dilakukan, (sementara ratusan juta jiwa hancur) sampai Imperium memperolah kemenangan, atau sampai mereka mendapatkan perlawanan dan dihentikan!

Sekarang di Caracas, Quito dan La Paz, kita menyaksikan pertarungan epik untuk keseluruhan benua itu, tetapi secara tidak langsung juga untuk Moskow, Beijing, dan negara-negara masih tidak berdaya yang tersebar di seluruh dunia.

Hal ini karena pada dasarnya pertarungan itu adalah untuk kelangsungan hidup prinsip-prinsip dasar kemanusiaan, kepatutan dan solidaritas. Pertarungan itu adalah pertempuran melawan kekuatan paling sinis dan menindas di Bumi! Singkatnya, pertarungan itu adalah pertempuran melawan ‘imperialisme’, yang identik dengan ‘fasisme’!

*
Sekarang Venezuela masih berdiri, tetapi ia sudah berteriak kesakitan dan menderita. Venezuela tidak bisa terus menderita terlalu lama; ia tidak dapat bertahan hidup sendirian.

Ia harus mendapatkan bantuan yang substansial, atau pada akhirnya akan jatuh.

Para pemulung ekonomi sudah mengelilingi tubuhnya yang lemah; bahkan sudah berspekulasi dan bertaruh untuk hutang luar negerinya. Kaum ‘oposisi’ begitu yakin akan kemenangan mereka, dan mereka sudah mengalokasikan pos-pos penting di pemerintahan mendatang untuk anggota-anggotanya.

Akhirnya kita telah sampai pada titik di mana Venezuela tidak bisa mempertahankan dirinya sendiri lagi. Selama bertahun-tahun, negara ini menduduki posisi puncak dalam hit list Imperium. Selama bertahun-tahun, mereka melakukan segala upaya: kudeta, pembunuhan, pemerasan ekonomi, dan, terus-terusan perang media!

Namun bagaimanapun, selama bertahun-tahun, Venezuela telah menunjukkan solidaritas yang tinggi kepada seluruh dunia. Mereka berdiri tegak di garda depan dalam perjuangan melawan imperialisme. Mereka memberikan bantuan kepada negara-negara yang membutuhkannya di seluruh dunia, sementara menebarkan (melalui TeleSUR) berita-berita optimis dan menginspirasi dari revolusi Amerika Latin ke seluruh pelosok Planet kita. (Saya membuat lima film dokumenter untuk TeleSUR, dari beberapa daerah konflik di dunia, dalam keadaan yang hampir mustahil; sesuatu yang membuat saya sangat bangga sampai hari ini).

Seperti China dan Rusia, Venezuela menolak untuk menyerah bahkan di bawah tekanan yang luar biasa.
Mereka mulai membangun tanah air Amerika Selatan yang baru, besar dan bersatu, mengembalikan optimisme, semangat dan harapan kepada rakyat di benua yang selama berabad-abad telah disiksa dan terus menerus dijarah oleh pihak Barat/Utara.

Tidak semua yang mereka lakukan ‘sempurna’, tapi tidak ada yang sempurna di dunia ini atau bahkan tidak harus diharapkan untuk menjadi sempurna. Revolusi Venezuela (Bolivarian) disebut the process; sebuah perjalanan yang panjang dan rumit, tapi bagaimanapun perjalanan yang menakjubkan – dari perbudakan ke kebebasan, ke internasionalisme dan kesetaraan sosial.

Rakyat Venezuela sekarang membayar harga yang sangat besar karena mereka tidak meninggalkan prinsip-prinsipnya. Mereka dihukum tanpa ampun oleh Imperium, karena membuat pilihan mereka sendiri, karena membela kebebasan mereka, dan karena menolak untuk menjadi budak lagi. Tetapi di atas semua itu, mereka dihukum karena mengembalikan harapan kepada orang lain, karena menginspirasi orang lain, jutaan orang lain, di seluruh dunia!

Karena harapan adalah apa yang dicoba untuk dicekik oleh Imperium, tanpa ampun, di mana-mana.
Venezuela jelas menunjukkan bahwa dunia yang berbeda adalah mungkin, bahwa solidaritas masih ada, dan bahwa revolusi dapat melayani rakyat.

Jika Venezuela hancur, setidaknya ia akan mati dengan terhormat.

“Di sini, tidak ada yang menyerah!” Ini adalah kata-kata dari Hugo Chavez yang dicetak pada poster-poster pemilu, setelah dia meninggal. Di poster itu, Chavez, yang sudah sakit parah, dengan wajah tertutup oleh air hujan, menantang dengan mengepalkan tangannya.

Ketika poster itu muncul, saya berada di Caracas. Saya berdiri di sana, di depan poster itu, setidaknya satu jam, di tengah alun-alun, tidak bisa bergerak. Saya berpikir, pastinya seperti yang dipikirkan oleh banyak orang lain di sana: “Seorang revolusioner sejati harus melakukan segala cara sampai titik darah penghabisan! Jika ia tidak berani, maka lebih baik ia diam saja dan tidak melakukan apapun.”

Chavez melakukan semua hal dan Venezuela mengikutinya – seorang revolusioner sejati dan tanah air Bolivariannya yang luar biasa.

Ya, jika Venezuela harus mati, ia akan mati dengan hormat. Tapi ia tidak boleh dibiarkan binasa!
*
Saya punya darah Rusia dan China. Saya lahir di Rusia. Dan saya tinggal bertahun-tahun di Amerika Latin, menulis, membuat film, meliput perang dan kemudian meliput revolusi di sana. Setelah itu, saya melihat bagaimana mereka menderita karena subversi Barat!

Bagi saya aliansi, bahkan semacam persekutuan antara China, Rusia dan Amerika Selatan, adalah pra-kondisi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup umat manusia.

Pihak Barat tahu bahwa aliansi tersebut akan mematahkan kekuasaan monopolinya; bahwa ketiga contoh di atas sekarang menginspirasi miliaran orang di seluruh dunia. Mungkin mereka memberikan contoh-contoh yang berbeda dalam beberapa hal, tapi tujuannya selalu sama: menempatkan rakyat sebagai yang utama, sementara mencoba menghalangi neo-kolonialisme dan imperialisme.

Jika tujuan itu berhasil diperoleh, maka itu berarti akhir dari periode panjang dan berdarah dari kediktatoran global Barat. Sederhananya begitu!

Pihak Barat lebih suka membunuh miliaran orang daripada harus menerima kekalahannya. Karena ‘kekalahan’ berarti bahwa negara-negara mereka memperlakukan negara-negara lain di dunia sebagai setaranya, sesuatu yang secara kultural dan psikologis tidak dapat diterima oleh kebanyakan orang Amerika Utara dan Eropa.

Pada akhirnya, dunia harus mempertahankan dirinya sendiri. Dunia harus membela rakyatnya. Sudah terlalu banyak nyawa yang hilang, terlalu banyak negara yang habis dijarah dan hancur. Sekarang negara-negara yang sedang diserang harus merangkul satu sama lain, saling membantu, dan tidak membiarkan satu sama lainnya jatuh.
Mesin propaganda Barat menyebarkan kebohongan-kebohongan yang sinis namun sangat efektif, yaitu bahwa “semua negara besar sama saja, bahwa mereka punya kecenderungan imperialis yang sama”.

Satu-satunya cara untuk menentang rekayasa tersebut adalah dengan menawarkan contoh-contoh konkrit dan bagus yang mengatakan sebaliknya.

Dunia sudah terhanyut dalam sinisme dan nihilisme yang disebarkan oleh Imperium. Supaya kita bisa keluar dari depresi, dan dalam rangka mengibarkan kembali bendera-bendera perlawanan, rakyat perlu dosis yang cukup besar dalam hal emosi, optimisme, puisi, dan kehangatan manusia. Mereka juga membutuhkan kepemimpinan sejati.
Mereka membutuhkan negara-negara besar dan kuat seperti China dan Rusia untuk menunjukkan jalannya.

Untuk menginspirasi dunia, tidaklah cukup dengan menjadi negara yang “berhasil secara ekonomi”, atau “kuat” (meskipun tentu kedua hal itu merupakan pra-kondisi penting untuk maju dan bahkan untuk bertahan hidup). Apa yang dirindukan oleh orang-orang di seluruh dunia adalah solidaritas, komitmen sosial dan internasionalisme.
China dan Rusia menawarkan hal-hal di atas, dan sudah melaksanakannya selama beberapa dekade ini. Tetapi seringkali mereka melakukannya dengan diam-diam; tidak digembar-gemborkan. Oleh karenanya, media massa pesuruh Barat yang masih mengontrol arus informasi di sebagian besar belahan dunia, mudah sekali untuk mengesampingkan hal-hal yang telah dilakukan Rusia dan China, bahkan bisa menyangkal kebenarannya.

Memberikan jaminan dan menyelamatkan Venezuela akan mengirimkan pesan yang kuat kepada Imperium dan ke seluruh dunia.

Hal ini akan menjadi pesan yang benar-benar positif, penuh optimisme, kepatutan dan harga diri.

Di Rusia, negara yang sering menderita akibat banyaknya invasi asing, ada satu kata yang penting – “наши” (“milik kita”). Dunia ini jelas-jelas terbagi antara “milik kita” (orang yang kita cintai, kawan-kawan kita, rekan-rekan, teman dan sekutu), dan musuh kita.

Sudah dari sananya, orang-orang Rusia sangat setia kepada orang-orang yang telah mereka anggap sebagai orang dekat mereka, sebagai “milik kita”. Mereka setia kepada rekan-rekannya sampai-sampai, bahkan tanpa piker panjang, mereka rela mati membela rekan-rekannya itu atau memberikan satu-satunya harta yang masih mereka miliki, mungkin dalam bentuk baju mereka yang terakhir atau hanya sepotong roti. Tidak ada batasan dalam hal

kemurahan hati terhadap yang mereka kasihi.
Dan solidaritas bangsa China juga cukup legendaris. Jika tidak, bagaimana negara besar ini bisa mengangkat hampir semua rakyatnya keluar dari kemiskinan?

Jika Venezuela dibela dan diselamatkan, pesan yang disampaikan ke Imperium dan dunia akan sangat kuat dan jelas: “Jangan sentuh saudara-saudara ‘kami’! Jika kamu sakiti mereka, maka kamu akan berhadapan dengan kami.”
*

Dulu di Rusia, seruan dan panggilan untuk bertempur seringkali seperti ini: “Mereka membantai/mengalahkan bangsa kita!”

Dan persis inilah yang terjadi sekarang. “Mereka membantai/mengalahkan saudara-saudara kita!” Venezuela, saudari kita yang cantik dan punya harga diri, kamerad kita, sekutu kita, sedang disiksa, dihina dan dihancurkan!
Mari kita bela. Jangan sampai mereka memperkosa Venezuela.

Saya sudah tidak punya kepada para golongan “Kiri” Barat yang munafik dan tidak punya gigi lagi. Dengan beberapa pengecualian yang mencerahkan, golongan ‘kiri’ itu tidak akan melakukan apapun, tidak akan membantu dalam hal apapun! Seperti ketika mereka tidak melakukan apapun juga untuk menyelamatkan Kuba ketika Kuba berdarah-darah. Bagaimanapun, harus China yang mengulurkan bantuannya menyeberangi samudera menuju Havana untuk menyelamatkan revolusi di sana!

Dan sekarang, sekali lagi, hanya Beijing dan Moskow yang akan mampu memberikan langkah epik yang menentukan dan kuat!

Seperti yang telah ditunjukkan ketika China menyelamatkan Kuba, dan sekarang ini kita lihat Rusia yang berjuang untuk Suriah; dua negara besar dan berani ini bersedia untuk terlibat ketika tiba waktunya, dan karenanya mereka akan mampu menyelamatkan Venezuela!
*
Presiden Xi Jinping, Presiden Vladimir Putin, saya menulis surat ini dengan penuh hormat kepada Anda berdua secara pribadi, dan dengan kekaguman mendalam kepada negara-negara Anda. Dalam banyak hal, walaupun saya bertekad untuk menjadi internasionalis serta tidak punya “rumah” tetap, saya juga milik Rusia dan China.
Saya menulis surat ini dengan penuh harapan.

Dalam prakteknya, saya tidak tahu bagaimana mengatasi situasi ini – bagaimana menyelamatkan Venezuela dengan cara yang masuk akal tetapi juga benar-benar berhasil. Saya tidak bisa memberikan saran politik praktis kepada Anda berdua – pemimpin-pemimpin besar dari dua negara yang akbar.

Saya hanya dapat menguraikan situasinya secara global, bagaimana keinginan membunuh yang dimiliki oleh Imperium dan nasib Amerika Latin, benua yang begitu dalam terukir di hati saya.

Dan saya hanya menyatakan yang sudah jelas-jelas di depan mata: sekarang hanya China dan Rusia yang bisa menyelamatkan Venezuela. Dan saya juga hanya mengulang apa yang sudah kita tahu, bahwa di Amerika Selatan, di China dan di Rusia: “Hanya jika kita bersatu, kita tidak akan pernah kalah!”

Hormat kami,

Andre Vltchek

Diterjemahkan oleh: Rossie Indira
*****
Andre Vltchek adalah seorang filsuf, novelis, pembuat film dan wartawan investigasi. Dia sudah meliput perang dan konflik di berbagai negara. Buku-buku terbarunya antara lain: “Exposing Lies Of The Empire” (Membuka Kebohongan-kebohongan Imperium), “Fighting Against Western Imperialism”(“Berjuang Melawan Imperialisme Barat”). Diskusinya dengan Noam Chomsky: On Western Terrorism (Tentang Terorisme Barat). Point of No Return adalah novel politiknya yang banyak dipuji. Oceania adalah bukunya tentang imperialisme Barat di Pasifik Selatan. Buku provokatifnya tentang Indonesia “Indonesia – The Archipelago of Fear” sudah diterbitkan dalam bahasa Indonesia “Indonesia – Untaian ketakutan di nusantara”. Film dokumenternya, Andre membuat film-film dokumenter untuk teleSUR dan PressTV. “Rwanda Gambit” bercerita tentang sejarah Rwanda dan penjarahan DR Kongo. Setelah tinggal selama bertahun-tahun di Amerika Latin dan Oceania, sekarang ini ia tinggal dan bekerja di Asia Timur dan Timur Tengah. Dia dapat dihubungi melalui website-nya atau Twitter-nya.

Sumber: http://www.greanvillepost.com/2016/06/12/appeal-to-china-and-russia-please-do-not-let-venezuela-fall/

____________

Tulisan Aslinya:

Source: http://www.greanvillepost.com/2016/06/12/appeal-to-china-and-russia-please-do-not-let-venezuela-fall/

APPEAL TO CHINA AND RUSSIA: PLEASE DO NOT LET VENEZUELA FALL!

OPEN LETTER TO PRESIDENTS XI JINPING AND VLADIMIR PUTIN

Dear Mr. President Xi Jinping,

Dear Mr. President Vladimir Putin,

The re-emerging specter of nuclear catastrophe is once again haunting the world.

The West is trying to isolate and provoke two great, proud, powerful and sovereign countries; China and Russia. It appears that the pathological desire to gain (or more precisely, re-gain) full control over the entire world is fully restraining all remaining flickers of rationality and humanism inside the brains of the politicians and business ‘elites’ in Washington, London and elsewhere.

The danger is real. It is enough to take a brief look at the map depicting the world at the beginning of the 20th Century, to realize that the West is capable of enslaving almost the entire Planet, by forcing through its colonialist and imperialist designs.

Western imperialism has already exterminated hundreds of millions of human beings, in all corners of the globe. And even now, it is still murdering millions, directly and indirectly.

Both China and Russia experienced the horrors of Western invasions. On several occasions, both nations had to turn to steel, in order to resist and to survive. And both nations are now, once again, standing tall, proudly facing those who are trying to break them, to force them into submission.

It is becoming clear now that China and Russia will not back off. It is because they both want, above all, peace and justice for this world. They suffered terribly from the invasions and wars. They know how high the price of freedom and independence is. But if attacked, they will not yield. They will fight, no matter how high the cost. They would fight to defend their own people, and to defend humanity, as they already have done on several occasions, losing millions, but in the end always defeating evil!

*

China and Russia are not alone! They have allies all over the world. Some allies are simple people in the oppressed countries; others consist of entire countries like South Africa, Iran, Syria or Cuba.

Until very recently, almost the entirety of Latin America stood by China and Russia and vice-versa. Great changes were taking place in Venezuela, Ecuador, Brazil, Argentina, Bolivia and elsewhere. Politically and economically, many South American countries began moving close, closer, towards Beijing and Moscow. The war against imperialism (re-) gained its new front.

Attempts to destabilize Latin American revolutions arose almost immediately. The West began ‘organizing’ and then supporting the ‘opposition movements’; funding hostile NGO’s, plotting and financing coups, demonizing new governments through propaganda and indoctrination campaigns.

Treasonous and morally corrupt local ‘elites’ quickly joined forces with Washington; their loyalties were, for centuries, with Europe and then with North America, as well as with multi-national companies.

I have been living and working in Latin America for many years. I know some of the continent’s greatest thinkers and revolutionaries, but I am also familiar with their oligarchs and feudal rulers. South American elites have no mercy for the common people of their nations. They cannot even be called “nationalists”. Just like the Western imperialists, they would easily sacrifice millions of innocent “un-people” (to borrow Orwell’s definition), in exchange for maintaining their privileges.

As happened in Chile before the 1973 US-sponsored coup against the socialist President Salvador Allende, the local elites are now, once again, determinedly ruining the local economies all over South America. They are ‘creating shortages’, organizing and mobilizing right-wing unions, while withdrawing billions of dollars from their countries. For them it is no longer about business or making profits (they have plenty of money stored abroad), but about retaining control over their countries, often on behalf of the West.

Recently, Argentinian socialism collapsed, and the neo-fascist President Macri gained power. Brazil was hit by a coup, which gave corrupt, mostly evangelical, and right-wing pro-Washington politicians, de-facto control over the country. Both Argentina and Brazil began dismantling their social policies, signing ludicrous deals with the North, including those that will soon allow the United States to build military bases in Tierra del Fuego and elsewhere.

The West is achieving its goals; to torpedo BRICS, to weaken the anti-imperialist global alliance, and to discredit the Latin American model through its indoctrination channels.

Almost overnight, Venezuela, Ecuador, Bolivia and Cuba had lost two of their economically most powerful Latin American allies.

And the West will not stop. Venezuela is next on its mafia-style hit list, as well as Ecuador, most likely followed by Bolivia!

I have just returned from South America. Argentina is waking up to a horrible nightmare. The Brazilian people feel that they were swindled, fooled. There are protests shaking Argentinian and Brazilian cities. But many feel almost hopeless, faced by such Machiavellian, complex and ‘perfectly’ organized operations fielded by the collusion between the West and local ‘elites’.

I have also worked, recently, in Ecuador, where I became convinced that the West would never give up its attempts to destroy all progressive governments and regain full control over what it believes is its ‘backwater’.

The tactics used to destabilize entire countries are the same everywhere. For many years I have been traveling to virtually all corners of the world, wherever the Empire has been trying to break the will of the people: from Ukraine and China, to Zimbabwe, Eritrea, Iran, South Africa, North Korea, Venezuela, Cuba, to mention just a few of the most ‘obvious’ places. My latest book:Exposing Lies Of The Empire, is more than 800-pages ‘heavy’, and full of examples of how those tactics are applied on all continents.

But in South America, the West is now attacking almost the entire continent, and it does it openly, with no shame.

Allende1 Chili_Pres_mudered

Don Salvador Allende: Chile’s martyred president remains a painful memory in the continent’s struggle for sovereignty. An object lesson in the perfidy of local elites allied with Washington, and the necessity of clear tactics and unity.

Defending the independence of this continent – South America – is essential for the survival of humankind.

This is the frontline now! But it is the frontline where one nation after another is collapsing under the terrible pressure of destructive, mainly foreign forces collaborating tightly with each nation’s own Fifth column—its national oligarchy. It goes without saying that if the Empire wins here, it will try ‘not to lose momentum’; it will immediately move to another part of the world that is still standing. The destructive work will continue, (while hundreds of millions lives get ruined) until the Empire’s final victory, or until it gets decisively confronted and stopped!

In Caracas, Quito and La Paz, we are now witnessing an epic fight for the entire continent, but also indirectly for Moscow, Beijing, as well as for those still defenseless countries scattered all over the world.

It is because this fight is essentially for the survival of the basic principles of humanism, decency and solidarity. It is a battle against the most cynical and oppressive forces on Earth! In short, it is a battle against ‘imperialism’, which is synonymous with ‘fascism’!

*

Venezuela is still standing, but it is screaming, suffering, and in terrible pain.

It cannot go on like this for too long; it cannot survive alone.

It either receives some substantial help, or it will eventually collapse.

The economic scavengers are already encircling its weakened body; even speculating and betting on its foreign debt. The ‘opposition’ is so sure of its upcoming macabre victory that it is already allocating posts in future governments to its members.

The point has come when Venezuela cannot defend itself alone anymore. For years it topped the hit list of the Empire. For years no effort to ruin it was spared: coups, assassinations, economic blackmail, and a constant, ferocious media war!

And still, for so many years, Venezuela has been showing great solidarity with the rest of the world. It has stood at the vanguard of the fight against imperialism. It was spreading foreign aid all over the world, while it was flying (via TeleSUR) those optimistic and inspiring voices of the Latin American revolution, to all corners of our Planet. (I made five documentary films for TeleSUR, in several conflict zones of the world, under almost impossible circumstances; something that makes me, to this day, immensely proud).

Like China and Russia, Venezuela refused to crack even under tremendous pressure.

It began building a new, great and united South American fatherland, returning optimism, zeal and hope to the people of the continent that has been, for centuries, tormented and continuously raped by the West/North.

Not everything was done ‘perfectly’, but nothing in this world is or should be expected to be perfect. The Venezuelan (Bolivarian) Revolution is called the process; it is a long and complex journey, but a breathtaking journey nevertheless – from slavery to freedom, to internationalism and social equality.

The Venezuelan people are now paying an immense price for not abandoning their principles. They are castigated mercilessly by the Empire, for making their own choices, for defending their freedom, and for refusing to return to subservience. But above all, they are punished for returning hope to others, for inspiring others, millions of others, all over the world!

Because hope is what the Empire tries to strangle, mercilessly, everywhere.

Venezuela clearly demonstrated that a different world is possible, that solidarity is still alive, and that the revolution can serve the people.

If Venezuela dies, at least it will die standing.

“Here, nobody surrenders!” These were words of Hugo Chavez, printed on the iconic election poster, after his death. Here Chavez, already gravely ill, with his face covered by raindrops, was defiantly clenching his fist.

When the poster appeared, I was in Caracas. I stood there, in front of it, for at least one hour, in the middle of the square, unable to move. I thought, as many others most likely did: “A true revolutionary should go all the way! If he doesn’t dare to, he should better stay where he is and go nowhere at all.”

Chavez went all the way and Venezuela followed him – a true revolutionary and his remarkable Bolivarian motherland.

Yes, if it would have to die, Venezuela would die standing. But it should never be allowed to perish!

*

have both Russian and Chinese blood in my veins. I was born in Russia. And I spent many years in Latin America, writing, making films, covering wars and then revolutions. And followed then, by the Western subversions!

For me an alliance, and even some sort of unity between China, Russia and South America, is the essential pre-condition for the survival of humanity.

The West knows that such an alliance would break its monopoly on power; that all three models are now inspiring billions of people all over the world. These models may be different to some extent, but the bottom line is always the same: putting the people first, while trying to deter neo-colonialism and imperialism.

If that bottom line were to prevail, that would mean the end of a long and bloody period of Western global dictatorship. It is that simple!

The West would rather murder billions than to accept its defeat. Because ‘defeat’ would mean that its countries would have to finally behave as equals towards the rest of the world, something culturally and psychologically unacceptable to most North Americans and Europeans.

The world has to finally defend itself. It has to defend its people. Too many lives have already been lost, too many nations plundered and ruined. Now countries under the attack should embrace each other, help each other, and not to allow each other to fall.

The Western propaganda machine is spreading sinister but very effective lies that “all large countries are the same, that they have identical imperialist tendencies”.

The only way to contradict such fabrications is to offer concrete and bright examples to the contrary.

The world has been drowning in the cynicism and nihilism administered by the Empire. In order to snap out from depression, in order to erect the great flags of the resistance again, people need a substantial dose of emotions, optimism, poetry, and human warmth. They also need true leadership.

They need big and powerful countries like China and Russia to show the way.

To inspire the world, it is not enough to do “economically well”, or to be “strong” (although those are essential pre-conditions for progress and even for survival). What people all over the world are longing for, are solidarity, social commitments and internationalism.

Both China and Russia are offering exactly those, and have been for many decades. But it is often done in a subdued and modest way. Therefore, for the lackey Western mass media, which still controls the flow of information in most parts of the world, it is still easy to omit, and even to deny the truth.

To bail out, to rescue Venezuela, would send a powerful message to both the Empire and to the rest of the world.

It would be a truly positive message, full of optimism, decency and pride.

In Russia, a country that suffered immensely from countless foreign invasions, there is one important term – “наши” (“ours”). The world is clearly divided between those who are “ours” (our loved ones, our comrades, compatriots, friends and allies), and enemies.

By nature, the Russian people are immensely loyal to those whom they have already accepted as their close ones, as “ours”. They are loyal to their comrades to the point that they would, without even blinking, die defending them or give them their last shirt or a piece of bread. There is no limit to the generosity towards those that Russian people love.

And Chinese solidarity is legendary as well. Otherwise, how could this enormous country lift almost all of its citizens out from poverty?

If Venezuela is defended and saved, the message to the Empire and to the world would be powerful and clear: “Do not touch ‘our’ brothers and sisters! If you harm them, you will be confronted.”

*

In Russia, during the old days, the rallying cry, the call to battle was often “they are beating our people!”

And this is exactly what is happening now. “They are beating our people!” Venezuela, our beautiful and proud sister, our comrade, our ally, is being tortured, humiliated and devastated!

Let us stand up. Let us not allow Venezuela to be violated.

I have lost all my hope for the hypocritical, toothless Western “Left”. With some bright exceptions, it will do nothing, absolutely nothing practical to help! As it did nothing to rescue Cuba when Cuba was bleeding. It had to be China, after all, which extended its powerful hand across the seas towards Havana saving the revolution!

And now, again, only Beijing and Moscow would be able to make that decisive and powerful epic gesture!

As was demonstrated when China rescued Cuba, and is now being shown where Russia is fighting for Syria; these two great and brave nations are willing to get engaged when the time is ripe, and therefore capable of saving Venezuela!

*

President Xi Jinping, President Vladimir Putin, I am writing this letter with great respect for both of you personally, and with profound admiration for your countries. In many ways I also belong to both Russia and China, despite my determined internationalism, and my perpetual lack of “home”.

I also write this with great hope.

I do not know how to resolve the situation practically – how to save Venezuela in a sensible but also truly determined way. I cannot offer any practical political advice to the two of you – great leaders of two enormous countries.

I have merely outlined the global situation, the murderous drive of the Empire and the plight of Latin America, the continent, which is so deeply engraved in my heart.

And I am stating the obvious: now it is only China and Russia that can save Venezuela. And I am also repeating what we all already know, in South America, in China and in Russia: “Only if united, we will never get defeated!”

With great respect,
Andre Vltchek

Philosopher, novelist, filmmaker and investigative journalist. He covered wars and conflicts in dozens of countries. His latest books are: “Exposing Lies Of The Empire” and “Fighting Against Western Imperialism”. Discussion with Noam Chomsky: On Western Terrorism. Point of No Return is his critically acclaimed political novel. Oceania – a book on Western imperialism in the South Pacific. His provocative book about Indonesia: “Indonesia – The Archipelago of Fear”. Andre is making films for teleSUR and Press TV. After living for many years in Latin America and Oceania, Vltchek presently resides and works in East Asia and the Middle East. He can be reached through his website or his Twitter.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: