Ambisi Sadis Erdogan dan AS di Aleppo Suriah

Ambisi Sadis Erdogan dan AS di Aleppo Suriah

SUMBER: https://arrahmahnews.com/2016/05/06/kesaksian-dokter-dalam-tragedi-keji-di-aleppo/

Dr. Batsinah Sya’ban

Bathinah Sya'ban

.

ALEPPO, ARRAHMAHNEWS.COM – Terkadang seseorang berkata photo-photo itu begitu rumit dan kompleks, kita tidak tahu apa yang terjadi di Aleppo, dan siapa pihak-pihak yang telah menyebabkan kehancuran, kematian kota dan penduduknya. Akantetapi jawabannya adalah bahwa sebenarnya photo-photo itu tidaklah rumit, sederhana dan sangat jelas, yakni bahwa semua kehancuran dan kematian ini adalah buah karya dari tangan-tangan teroris yang mendapat dukungan dan bantuan senjata dari perbatasan Turki, bahkan tidak hanya Erdogan yang menginginkan kekuatan terorisme kembali ke posisi semula, karena penghentian permusuhan dan perundingan damai yang diprakarsai AS-Rusia membutuhkan keseimbangan posisi dan nilai tawar antara oposisi dan pemerintah, jika tidak maka oposisi akan musnah. 

Ketika raja Spanyol, Juan Carlos dan Ratu Sofia melakukan kunjungan resmi ke Suriah. Selain, Damaskus mereka juga mengunjungi Palmyra dan Aleppo antara tanggal 21-23 Oktober 2003. Mereka dimabuk cinta dengan kota Aleppo, mulai dari pasar-pasar tradisional dan rumah-rumah yang dibangun ratusan tahun lalu, sampai kastil yang berdiri mega. Raja dan Ratu tak henti mengucapkan rasa kagum dan heran dari warisan peradaban dan sejarah yang tak tertandingi di dunia.

kehancuran_aleppo

Dimana kita akan menemukan pasar-pasar yang atapnya terbuat dari lengkungan batu, yang melindungi pengunjung dan pedagang dari sinar matahari dan musim dingin. Bangunan dan dindingnya dipenuhi nilai-nilai estetika, seni dan peradaban tak ternilai hingga membuat pengunjungnya merasa tenang dan bahagia berada di dalamnya.

masjid_aleppo

Sampai-sampai Ratu Sofia setelah kunjungannya itu, dimabuk rindu Aleppo hingga akhirnya ia kembali mengunjungi kota itu, untuk merayakan ulang tahunya di sana. Ia tinggal di rumah Mansyuriah, hingga salah satu ruang kamar yang ditempatinya diberi nama “Ratu Sofia”.

prahara_aleppo (1)

Raja dan Ratu adalah dua dari ratusan tokoh dunia dan politik yang pernah mengunjungi Aleppo dan jatuh cinta dengan kota ini, baik arsitekturnya, nilai sejarah, denyut kehidupan Aleppo, keramahan, dan kemurahan hati penduduknya.

Selain itu, Aleppo juga surga musik dan alat musik, di mana musisi, penyanyi dan artis terkenal Arab sebelum mereka terjun ke dunia musik dan tersohor di jazirah Arab pernah tinggal di Aleppo, karena di sana para komposer senior dan ternama tinggal.

Selain itu, Aleppo juga terkenal dengan benteng indrustri pertama di jazirah Arab, mercusuar budaya dan seni, serta tempat pendidikan agama tertua di dunia. Karena Aleppo adalah tempat para Nabi dan kaum intelektual sejak zaman Nabi Ibrahim as. Yang mengangkat tanganya dan berkata, “Duhai Tuhanku, suburkanlah tanahnya, sejukkanlah udarnya dan jernihkanlah airnya untuk anak-anak keturunan mereka”, kata Abdul rahman Al-Kawakibi peneliti dan sejarawan Aleppo.

prahara_aleppo

Lalu, apa yang terjadi di Aleppo hari ini dan mengapa? Sepertinya kita menutup mata, karena rasa sakit dan tak kuasa melihat besarnya tragedi, darah yang tak berdosa yang ditumpahkan di tanah Aleppo yang mulia! Siapa yang menginginkan kehancuran di Aleppo? Siapa diktator haus darah yang menikmati banjir darah dan semua rasa sakit ini serta penderitaan yang ditimpahkan pada anak-anak, perempuan dan laki-laki Aleppo yang tabah dan sabar? Kemana semua para pencinta Aleppo, yang pernah berkunjung dan jatuh hati dengannya? Mana empati dan panggilan hati mereka, apakah mereka tidak mendengar jerit tangis di Aleppo? Mana UNESCO, bukankah Aleppo warisan peradaban dan sejarah yang tak tergantikan?

Terkadang seseorang berkata photo-photo itu begitu rumit dan kompleks, kita tidak tahu apa yang terjadi di Aleppo, dan siapa pihak-pihak yang telah menyebabkan kehancuran, kematian kota dan penduduknya. Akantetapi jawabannya adalah bahwa sebenarnya photo-photo itu tidaklah rumit, sederhana dan sangat jelas, yakni bahwa semua kehancuran dan kematian ini adalah buah karya dari tangan-tangan teroris yang mendapat dukungan dan bantuan senjata dari perbatasan Turki, bahkan tidak hanya Erdogan yang menginginkan kekuatan terorisme kembali ke posisi semula, karena penghentian permusuhan dan perundingan damai yang diprakarsai AS-Rusia membutuhkan keseimbangan posisi da nilai tawar antara oposisi dan pemerintah, jika tidak maka oposisi akan musnah.

Ambisi Edogan di Aleppo, yang dipicu pengkhianatan ikhwanul muslimin yang bekerja untuk intelijen Turki. Sebagaimana ambisi mereka di pedesaan utara Latakia. Ada rasa cemburu dan iri imperator Ottoman terhadap peradaban kuno Aleppo, dan ada kemunafikan masyarakat internasional, dimana resolusi 2253 pada pasal ke-7 yang berisi menghukum negara-negara yang mendanai, mempersenjatai dan melatih teroris. Negara itu adalah Turki dibawah kepemimpinan Erdogan, yang telah melakukan semua kejahatan dan penderitaan pada rakyat Suriah. Di sisi lain ada peran Amerika Serikat yang menyebarkan rudal, senjata dan amunis di perbatasan Suriah untuk melindungi teroris dari serangan Suriah dan Rusia.

Pelanggaran lain yang mencolak dari Amerika Serikat terhadap hukum internasional adalah mengirim ratusan tentara ke dalam wilayah Suriah tanpa berkoordinasi dengan pemerintah atau mandat dari PBB, tapi justru berkoordinasi dengan kelompok-kelompok teroris. Langkah ini sangat berbahaya karena akan menjadi pembenaran bagi negara-negara lain untuk masuk ke dalam wilayah Suriah.

Bagaimana mereka akan memerangi teroris yang dilatih oleh mereka sendiri? Bagaimana mereka akan mengusir teroris, sementera mereka sendiri sedang melakukan agresi dan pendudukan terhadap kedaulatan Suriah? Bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam resolusi damai dan penyelesaian perang, sementara pasukan mereka melakukan intervensi? Bagaimana kalian dapat mencari penyelesaian, sementara pejabat AS mengumumkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan peningkatan pasukan khusus yang ditempatkan di Suriah? Atau resolusi sebenarnya yang diinginkan adalah rencana menciptakan Timur Tengah Baru yang digembar-gemborkan Condoleeza Rice, dengan menyebar kekacauan dan kerusakan di kawasan?

Kebingungan dalam memahami prahara Aleppo berasal dari standar ganda yang dimainkan Amerika Serikat dalam krisis Suriah. Di satu sisi mereka berkoordinasi dengan Rusia dan PBB untuk mencari solusi politik dengan negosiasi di Jenewa, di saat yang sama mereka mengirim pasukan khusus, mendukung pemberontak dengan memasukkan posisi-posisi teroris ke dalam “zona aman”, ini semua bertentangan dengan logika dan melawan kepentingan rakyat.

Apakah mungkin para pejabat senior dari negara adidaya yang mengklaim paling demokrasi dan menjamin hak asasi manusia, akan mengobarkan api di tengah masyarakat yang cinta kehidupan dan kedamaian atau mereka melakukan semua itu untuk melanjutkan mimpi mereka dalam kolonial dan dominasi suatu bangsa dan rakyatnya?

Tapi Aleppo kokoh, sebagaimana di setiap kota dan desa-desa di Suriah telah memberikan pelajaran kepada tiran dan agresor yang tak akan terlupakan, dan tidak akan tunduk pada kekuatan apapun. [ARN]

Ditulis oleh cendikiawan Arab, Dr. Batsinah Sya’ban

Jum’at, 6 Mei 2016

_____________________

Tulisan dalam bahasa aslinya

.

http://www.almayadeen.net/articles/decision-maker/35188/حلب–وما-أدراك-ما-حلب-

.

حلب، وما أدراك ما حلب!

قد يقول قائل إن الصورة معقدة ولا نعلم ما الذي يجري في حلب ومن هي هذه الأطراف التي تلحق كلّ هذا الدمار والموت بالمدينة وأهلها. لكن الجواب على هذا هو أن الصورة ليست معقدة بل بسيطة وواضحة، وهي أن هذا الإرهاب الذي يضرب مدينة حلب يتلقى المدد والعون والأسلحة والإرهابيين من الحدود التركية، لا بل من أردوغان شخصياً، الذي يريد وبقوّة الإرهاب أن يعيد لنفسه مكانة في العلاقة الأميركية-الروسية وأن يكون جزءاً من الحل وإلا فإنه سيكون كلّ المشكلة وأكثر.

.

حين قام ملك إسبانيا، خوان كارلوس والملكة صوفيا بزيارة رسمية إلى سوريا وزارا دمشق وتدمر وصولاً إلى حلب بين 21 و23 تشرين الأول/ أوكتوبر 2003 وقعا في غرام مدينة حلب. من أسواقها إلى بيوتها القديمة إلى قلعتها الشامخة. لم يتوقف الملك والملكة عن إبداء إعجابهما ودهشتهما بهذا الإرث التاريخي الحضاريّ الذي قلّ نظيره في العالم. إذ أين تجد أسواقاً أسقفها قناطر من حجارة تقيك حرّ الصيف وبرد الشتاء بالإضافة إلى كونها أسواقاً تهب عليك منها نسائم وقيم وأخلاق الحضارات الكريمة المحبّة للإنسان والساعية إلى إسعاده بكلّ السبل. وبلغ العشق بالملكة صوفيا أنها عادت إلى حلب بعد تلك الزيارة لتحتفل بعيد ميلادها في هناك وأقامت في بيت المنصورية وتمت تسمية الغرفة التي أقامت فيها بغرفة “الملكة صوفيا”. والملك والملكة هما اثنان من مئات الشخصيات الثقافية والسياسية العالمية التي زارت حلب وعشقت هذه المدينة عمارة وتاريخاً وروحاً وشعباً مضيافاً كريماً ومحبّاً للحياة. فقد كانت حلب، أمّ الطرب والغناء والموسيقى، العتبة التي لا بدّ للفنان أن يتجاوزها كي ينطلق إلى مصر أو إلى رحاب الغناء والموسيقى العربية لأن الذواقة وشيوخ الكار هم في حلب حكماً، بالإضافة إلى أنها القلعة الصناعية الأولى في الشرق كله، ومنارة للثقافة والشعر، ومدرسة دينية تعتزّ بأنها كانت موطن الأنبياء والمفكرين منذ سيدنا ابراهيم الخليل عليه السلام الذي رفع يديه وقال “اللهم طيب ثراها وهواءها وماءها وجببها لأبنائها”، إلى عبد الرحمن الكواكبي صاحب نظرية ثنائية العروبة والإسلام

.

ما الذي حلّ بحلب اليوم ولماذا؟ إذ أننا نغمض أعيننا ألماً لأننا غير قادرين على رؤية حجم المأساة والألم والدماء البريئة التي تسفك على أرض حلب النبيلة الصامدة؟ من الذي يريد أن يلحق كلّ هذا الدمار بمدينة حلب؟ ومن السفاح الطاغية الذي يستمتع بمشهد الدماء وكل هذا الألم والعذاب الذي ينزله بأطفال ونساء ورجال حلب الصامدين والصابرين؟ وأين هم كل عشّاق حلب والذين مرّوا عليها ونهلوا من معين محبتها، أين هي أصواتهم اليوم غائرة في بطونهم لا نسمع لها صدى في أي مكان؟ وأين هي منظمة اليونسكو من تراث حلب الذي هو تراث انسانيٌ لا يعوّض؟

.

قد يقول قائل إن الصورة معقدة ولا نعلم ما الذي يجري في حلب ومن هي هذه الأطراف التي تلحق كلّ هذا الدمار والموت بالمدينة وأهلها. لكن الجواب على هذا هو أن الصورة ليست معقدة بل بسيطة وواضحة، وهي أن هذا الإرهاب الذي يضرب مدينة حلب يتلقى المدد والعون والأسلحة والإرهابيين من الحدود التركية، لا بل من أردوغان شخصياً، الذي يريد وبقوّة الإرهاب أن يعيد لنفسه مكانة في العلاقة الأميركية-الروسية وأن يكون جزءاً من الحل وإلا فإنه سيكون كلّ المشكلة وأكثر.

.

لأردوغان أطماع في حلب، غذتها عمالة خونة الإخوان المسلمين للمخابرات التركية، كما له أطماع في ريف اللاذقية الشمالي، ولديه غيرةٌ وحسدٌ عثمانيان من قِدَمِ حضارة حلب، ولدى الأسرة الدولية نفاق منقطع النظير. إذ إن القرار 2253 الذي صدر تحت الفصل السابع ينصّ على محاسبة ومعاقبة الدول التي تموّل وتسلّح وتمرّر الإرهابيين، وها هي تركيا بقيادة أردوغان تفعل كل ذلك، والعقاب، أو الثواب بالأحرى، هو أن الولايات المتحدة تقوم بنشر صواريخها على الحدود مع سوريا كي تحمي هؤلاء الإرهابيين من السلاح السوري أو الروسي. وقد يكون تمّ هذا الأمر أيضاً للتعمية على خرق الولايات المتحدة كل القوانين والشرائع الدولية بإرسال مئة جندي سيتبعهم آخرون لاحتلال الأرض السورية دون التنسيق مع حكومة دولة مستقلة وعضو في الأمم المتحدة، بل بالتنسيق مع عملاء وخونة وإرهابيين. كيف سيساعد في صدّ العدوان من يعمد هو ذاته إلى الإحتلال؟ وكيف سيساهم بحلّ سلمي وتسوية لحرب من يتدخل بقواته لفرض وقائع على الأرض؟ إذ كيف يمكن البحث عن تسوية بينما يعلن مسؤولون أميركيون أن واشنطن تنظر بزيادة قوات العمليات الخاصة المتمركزة في سوريا؟ أم أن التسوية المطلوبة هي وفق المخطط الجديد للشرق الأوسط الجديد ولنشر الفوضى المدمِّرة التي بشرت بها السيدة كونداليزا رايس؟

.

الحيرة في فهم ما يجري في حلب نابع من ازدواجية المعايير التي تتبعها الولايات المتحدة في مقاربة الشأن السوري. إذ في الوقت الذي تبدو وكأنها تنسّق بعض الخطوات مع روسيا ومع المبعوث الدولي من أجل البحث عن حلّ سياسي في جنيف فهي في الوقت ذاته ترسل قواتها لدعم حركة إرهابية انفصالية ضد منطق الجغرافيا والديموغرفيا، وضد التاريخ وضد مصلحة شعب المنطقة والدولة، وفي الوقت ذاته تعيد الحرارة مع سفاح تركيا أردوغان من خلال نشر صواريخ أميركية على الحدود مع سوريا، الأمر الذي استثمره الأخير لإرسال إرهابيين وصواريخ وأسلحة دمار ألحقت الموت والمجازر والدمار غير المسبوق بمدينة حلب وأهلها. هل يعقل أن يتشدّق مسؤولون كبار في دولة عظمى بالديمقراطية وحقوق الإنسان ثمّ يشعلون سعيراً على شعب آمن عُرف بحبه للحياة وعشقه العيش بأمان وأن يفعلوا كل ذلك من أجل الاستمرار في أحلامهم الاستعمارية والهيمنة على الشعوب ومصائر الشعوب ومقدّرات الشعوب؟  

.

لكن حلب الصامدة، كما كل مدينة وقرية سورية، ستلقن الطغاة درساً لن ينسوه وستكتب لنفسها وأهلها أسطورة ستاليننغراد بعد أن تدحر هتلر القرن الحادي والعشرين.

إن الآراء المذكورة في هذه المقالة لا تعبّر بالضرورة عن رأي الميادين وإنما تعبّر عن رأي صاحبها حصراً

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: