Surat Terbuka untuk Arrahmah.com (ISIS Dan Al Nusra)

Surat Terbuka untuk Arrahmah.com

SUMBER: http://liputanislam.com/tabayun/surat-terbuka-untuk-arrahmah-com/

.

Assalamu’alaikum Arrahmah.com,

Saya masih bisa membaca berita Anda, yang dirilis pada tanggal 30 Maret 2013. Kala itu, pertempuran di Suriah berlangsung sengit. Dan berbagai faksi anti-Assad pun bermunculan. Setidaknya, ada FSA (Free Syrian Army) dan Jahbah Al-Nusra (link Al-Qaeda di Suriah) yang melakukan penyerangan untuk menggulingkan Bashar al-Assad. Tentu saja, saat itu, faksi-faksi yang berbeda ideologi itu masih bersatu, karena memiliki kepentingan yang sama. Anda pun menyebut FSA sebagai “Mujahidin”. Berikut ini saya kutipkan artikel Anda:

Mujahidin Brigade Syuhada’ Dauma FSA dalam pernyataan resminya pada Jum’at (29/3/2013) mengumumkan berita gembira kepada seluruh rakyat muslim Suriah akan tewasnya sang taghut durjana, Bashar Assad. Assad dinyatakan tewas dalam koordinasi operasi militer antara Brigade Syuhada’ Dauma dan para “perwira mulia” dalam Istana Kepresidenan Suriah, laporan Kantor Media Revolusi Kota Binnisy. (Arrahmah, 30 Maret 2013, lihat screenshoot)

Dalam artikel itu, tidak hanya sekedar memberikan predikat Mujahidin kepada FSA, Anda juga menyebarkan informasi palsu. Anda katakan Bashar al-Assad telah tewas, padahal tidak. Bahkan, Juni 2014, Bashar Al-Assad terpilih kembali menjadi Presiden Suriah dengan kemenangan 88,7 persen. Tentunya, sosok al-Assad yang terpilih itu bukan mayat yang bangkit dari kubur bukan? 

Tapi kemudian, apa daya, keserakahan dan ketidak sepahaman dalam tujuan, membuyarkan ikatan yang awalnya erat. Antara Al-Nusra dan FSA terjadi ketidak-sepahaman, dan mereka pun berpecah. Arah pemberitaan Anda pun seketika berubah, dan tanpa ragu-ragu lagi, Anda kabarkan bahwa Al-Nusra, menangkap Komandan FSA – yang dulunya Anda sebut sebagai Mujahidin. Berikut cuplikannya:

Mujahidin Jabhah Nushrah telah menangkap seorang komandan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di provinsi Deraa beberapa hari setelah dia mengumumkan pembentukan kelompok FSA terbaru yang didedikasikan untuk memerangi “ekstrimis”. Beberapa aktivis Suriah di Deraa juga menyalahkannya karena diduga ia telah merekayasa penculikan para pejuang dari faksi lain dalam kolusi dengan rezim, serta mengambil dana yang seharusnya dialokasikan untuk pejuang dan peralatan militer. (Arrahmah, 5 Mei 2014, lihat screenshoot)

Anda lantas menuduh, bahwa FSA tengah melakukan konspirasi dengan Rezim Bashar al-Assad, dan karenanya ia pantas ditangkap. Anda juga menuduh, Komandan FSA tersebut merampas dana yang seharusnya digunakan untuk para pejuang. Bukankah ini sungguh absurd, bagaimana tidak, pihak yang dulu Anda kabarkan sebagai Mujahidin yang berhasil menewaskan al-Assad, setahun kemudian Anda tuduh dia melakukan konspirasi dan korupsi.

Tuan Arrahmah yang terhormat,

Hal serupa saya temukan tentang bagaimana Anda menilai kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS. Saat ISIS memasuki medan pertempuran di Suriah, Anda juga menyebutnya sebagai Mujahidin. Bersama ISIS, yang saat itu masih diakui sebagai link Al-Qaeda, berbahu-bahu dengan teroris lainnya menaklukkan wilayah demi wilayah. Hingga Raqqah, berhasil direbut dan Anda katakan, syariat Islam kini tengah ditegakkan di kota itu.

Saya tidak akan menyinggung kejahatan apa saja yang dilakukan ISIS di Suriah. Apalagi, saat itu, Anda begitu mengagung-agungkannya. Saya hanya ingin mengingatkan, bahwa dulu, Anda sebut ISIS sebagai pendakwah yang disambut dengan antusias oleh penduduk di sana, termasuk anak-anak. Berikut cuplikannya:

Di antara safari dakwah Mujahidin Daulah Islam Irak dan Syam atau Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) adalah di provinsi Raqqah. Kegiatan dakwah ISIS di Raqqah ini didokumentasikan dalam video “Nawafidz ‘Ala Ardhil Malahim” seri ke-33 yang dirilis oleh Yayasan Al-I’tisham, sayap media Departemen Informasi ISIS.

Dalam video yang berdurasi 9 menit 45 detik ini, menunjukkan ratusan warga Muslim Raqqah, baik orang-orang tua dan kaum muda, bahkan anak-anak, hadir dalam acara dakwah yang digelar oleh Mujahidin ISIS. Selain itu, acara dakwah ini juga diselingi dengan acara khusus untuk anak-anak yang disambut secara antusias. (Arrahmah, 17 Desember 2013, lihat screenshoot dibawah)

Namun sayang, lagi-lagi Anda tertipu. Keledai saja, bahkan tidak akan jatuh kepada lubang yang sama. Tetapi entah mengapa, Anda kembali mengulangi kekeliruan yang sama persis. Tidak butuh waktu setahun untuk Anda kembali menjilat ludah, atas puja-puji Anda sebelumnya kepada ISIS. Karena pada akhirnya, Anda melihat bahwa ISIS tidaklah lebih dari kawanan pembunuh yang mengatasnamakan agama.

Anda begitu geram, melihat faksi teroris yang Anda dukung, kini menjadi korban kekejaman ISIS. Anda perlihatkan foto horor, seorang yang Anda sebut Mujahidin tengah digorok di depan kamera oleh ISIS.

“Addurar As-Syamiyah melaporkan Abu Al-Miqdam telah syahid, in syaa Allah, hari ini. Ia adalah komandan Brigade Artileri dan Roket Harakah Ahrarus Syam Al-Islamiyah yang bernaung di bawah Jabhah Islamiyah. Ia dibunuh dengan cara yang sangat keji, yakni disembelih oleh tentara Daulah Islam Irak dan Syam atau Islamic State of Irak and Sham (ISIS). Sumber terpercaya Addurar menyebutkan bahwa Abu Al-Miqdam yang dikenal dengan nama “Sang Pemburu Tank” sedang dalam perjalanan pulang dari Qalamoun Timur menuju Idlib, kemudian sekelompok pasukan ISIS menyergapnya di pedesaan Hammah Selatan.” (Arrahmah, 17 Mei 2014, lihat screenshot dibawah)

Tuan Arrahmah yang terhormat.

Surat saya ini, sesungguhnya hanya mewakili kegalauan hati teman-teman saya. Juga kegalauan rakyat Indonesia yang membaca berita-berita Anda. Saya, mereka, tentunya bertanya-tanya, mengapa begitu mudah Anda memuja, lalu mencaci maki? Begitu mudah Anda sebut FSA dan ISIS sebagai Mujahidin, tapi tak lama berselang Anda jatuhkan mereka kembali. Apakah predikat Mujahidin itu memiliki batas waktu? Dan apa jaminannya, bahwa Al-Nusra, tidak akan Anda jatuhkan sebagaimana FSA dan ISIS? Melihat rekam jejak Anda, tidak menutup kemungkinan Al-Nusra pun akan Anda caci maki, atau Anda katakan mereka keji.

Lalu, yang mana dong yang benar-benar Mujahidin? Berita Anda: Mujahidin menangkap Mujahidin,  Mujahidin menyembelih Mujahidin. Ini membingungkan, lho….

[ba]

.

Arrahmah-FSA-Mujahidin

.

Arrahmah-FSA-ditangkap

.

Arrahmah-ISIS-mujahidin

.

Arrahmah-ISIS-sembelih-mujahidin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: