Ini Dia, Pemimpin Regional ISIS di Indonesia

Ini Dia, Pemimpin Regional ISIS di Indonesia

SUMBER: http://liputanislam.com/berita/ini-dia-pemimpin-regional-isis-di-indonesia/

.

H-Chep-Hermawan_isis

Jakarta, LiputanIslam.com– Diam-diam,  kelompok teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), telah memiliki pemimpin di Indonesia. Ketua Umum Gerakan Reformis (Garis) Islam, Chep Hernawan, mengaku dirinya adalah pimpinan regional ISIS di Indonesia. Ia ditunjuk  karena dinilai militan, berilmu tinggi, amanah hingga istiqamah.

“Mereka melihat saya punya kriteria yang diinginkan oleh mereka untuk menjadi pemimpin ISIS di wilayah Indonesia,” kata Chep kepada wartawan di kediamannya, 7 Agustus 2014, seperti dilansir Jpnn.

Ia akhirnya menampakkan diri, dan mengakui bahwa ia telah ditunjuk sebagai pemimpin, ketika deklarasi ISIS digelar pada Minggu 12 Maret 2014 lalu di  Hotel Indonesia. Namun, ia membantah jika ISIS di Indonesia memiliki tujuan untuk membentuk negara Islam di Indonesia. 

“ISIS di Indonesia itu tidak ada bedanya dengan Garis. Tidak ada presiden, menteri, panglima perang, dan kabinet-kabinet. Yang ada kami meneruskan perjuangan untuk menegakan syariat Islam di Indonesia,” kata Chep.

Chep menambahkan, tidak ada instruksi dan seruan untuk melakukan perang di Indonesia. Menurutnya, medan perang sejatinya ada di Irak, Suriah, dan negara timur tengah yang kini sedang berperang memperjuangkan akidah Islam. “Tidak ada radikalisasi dalam ISIS ini. Pemberitaan yang ada di media itu tidak benar. ISIS sendiri memperjuangkan dan menegakkan syariat Islam,” paparnya.

Diakui Chep, setidaknya ada ribuan pengikut ISIS di Indonesia yang tersebar di Pulau Jawa. Menurutnya, pengikut ISIS terbanyak di Indonesia berada di wilayah Jawa Barat. Akan tetapi pengikut ISIS itu bukanlah teroris seperti yang diberitakan media akhir-akhir ini.

“Tidak ada instruksi angkat senjata di Indonesia, tapi kami mengirimkan pengikut ISIS yang betul mewakafkan dirinya untuk membantu saudara sesama muslim di medang perang. Kami sendiri ikut berbaiat dengan Abu Bakr Al-Baghdadi tapi tidak harus datang ke sana,” paparnya.

Di Cianjur, dirinya menyebut ada puluhan anggota ISIS yang bergabung dari berbagai latar belakang. Menurutnya, bergabungnya mereka ke ISIS dalam rangka keinginan untuk mengubah dan menegakkan syariat Islam dan konstitusi.

“Latar belakang pendidikan mereka 60 persen sarjana, ada juga lulusan pesantren yang tersebar di beberapa wilayah di Cianjur. Selain itu, usia mereka semua rata-rata di atas 20 tahun,” tandasnya lagi.

Chep menyebut, selama ini ia melakukan koordinasi dengan jaringan ormas, seperti Majelis Mujahidin, FPI, yang dilakukan lewat telpon. Tujuannya adalah  menghentikan pergerakan radikal di NKRI.

Terkait ISIS yang disimpulkan sebagai pergerakan yang dilarang oleh pemerintah, dirinya siap menjelaskan kepada negara, bahwa ISIS tidak seperti yang dituduhkan selama ini seperti yang ada di media-media Barat. “Kemarin saya sudah dipanggil oleh Menteri Agama. Di sana kami jelaskan bahwa ISIS bukan organisasi radikal,” jelasnya.

Chep juga berani bersumpah bahwasanya sumber pendanaan ISIS berasal dari dana yang halal dan bukan dari hasil merampok. “Demi Allah, dana yang kita himpun bukan hasil dari kejahatan, ini murni dari hasil sedekah dan infak perusahaan-perusahaan saya,” tegasnya.

MUI Segera Panggi Pimpinan ISIS Indonesia

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, KH Abdul Halim, dilaporkan akan segera memanggil Pemimpin ISIS, Chep Hernawan. “Kami belum bisa menindak apa-apa karena kami juga baru mendengar pernyataan itu tadi malam (Kamis, 7 Agustus 2014) melalui media,” kata Abdul, seperti dilansir Tribunnews, 8 Agustus 2014.

Menurut Abdul, MUI memang telah mengharamkan ISIS untuk berkembang di Indonesia. Selain ideologinya yang berbeda, ISIS bukanlah gerakan Islam melainkan hanya mengatasnamakan Islam yang perilakunya tidak Islami. Karenanya ia ingin mengetahui secara pasti tentang ISIS yang dipimpin warga Cianjur itu.

“Apakah ISIS itu identik dengan yang di sana (Irak- red). Kami tidak bisa memberikan pandangan andaikata yang ada di Cianjur itu hanya mendukung ISIS saja. Sekarang kami hanya bisa melarang kelompok atau aliran yang merusak tatanan ajaran Islam itu saja,” kata Abdul.

Senada dengan MUI, Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh, juga sangat mendukung penolakan ideologi ISIS di Kabupaten Cianjur. Menurutnya, termasuk segala bentuk gerakan-gerakan ideologi yang bisa merusak tatanan masyarakat tidak boleh berkembang di Kabupaten Cianjur.

Terkait adanya tokoh masyarakat Cianjur yang mengaku sebagai pimpinan tertinggi ISIS di Indonesia, Tjetjep bersikap diplomatis. Menurutnya, perlu ada penjelasan terkait dengan pernyaaan itu. “Itu kan baru informasi yang belum jelas. Saya yakin di Kabupaten Cianjur tidak ada penggikut ISIS,” kata Tjetjep.

Pihak lain, Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, mengaku telah melakukan pemantauan ke sejumlah wilayah terhadap perkembangan ISIS di Kabupaten Cianjur. Terlebih setelah adanya klaim pemimpin ISIS regional Indonesia yang merupakan warga Kabupaten Cianjur.

“Pantauan kami terus berjalan dan memang ada beberapa pihak yang mendeklarasikan dirinya adalah bagian dari ISIS tapi itu akan kami tindaklanjuti lagi apakah klaim itu seperti paham ISIS sejatinya atau memang beliau tidak tahu paham ISIS. Karena yang berkembang di Irak dan Suriah itu membahyakan NKRI,” kata Dedy. (ba)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: