PKS, Al Qaedah dan Konflik Suriah dan Irak: Tanggapan Untuk Mahfudz Siddiq

Menanggapai ramainya terorisme di Suriah dan Irak yang kini banyak melibatkan jihadis/mujahilin-mujahilin Indonesia, Mahfudz Siddiq , anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa khawatir, kenapa baru sekarang? dibawah ini tanggapan “Liputan Islam” atas wawancara Mahfudz Siddiq di media Rmol ( http://www.rmol.co/read/2014/06/27/161275/Mahfudz-Siddiq:-Pemerintah-Perlu-Bergerak-Cepat-Cegah-WNI-Terlibat-Perang-Irak– )

.

Dan Kini, Penjahat Pun Takut

SUMBER: http://liputanislam.com/tabayun/dan-kini-penjahat-pun-takut/

LiputanIslam.com — Setelah badai terorisme sedemikian dahsyatnya mengguncang Timur Tengah, barulah kini mereka merasakan khawatir. Hal itu yang saya [redaktur] tangkap  ketika membaca wawancara antara media Rmol dengan Mahfudz Siddiq , anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dalam wawancara tersebut, ia mengungkapkan rasa khawatirnya. Menurutnya, pemerintah harus menyelidiki Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat peperangan dalam konflik di Irak.

“Pemerintah perlu bergerak cepat untuk mencegah WNI terlibat perang di Irak. Sebab, dikhawatirkan akan berimbas kepada WNI yang ada di sana,’’ tegas Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq.

Berikut ini kutipan wawancara Mahfudz: 

Apa itu saja yang seharusnya dilakukan pemerintah? 
Pemerintah harus lebih selektif dalam memberikan izin kepada WNI yang akan menuju ke Timur Tengah. Dengan harapan bisa mencegah adanya WNI yang ikut bergabung dengan kelompok militan di Irak.

Apa pemerintah perlu turun tangan dalam konflik Irak?
Indonesia bisa mengambil peran dengan mengirimkan bantuan berupa makanan dan obat-obatan untuk keperluan rakyat Irak.

Bagaimana cara mencegah supaya tidak ada WNI  ikut perang? 
Saya kira pemerintah melalui Kemlu dan Imigrasi harus antisipatif. Dengan cara mengontrol keberangkatan setiap WNI yang akan terbang ke Irak. Harus sangat selektif.

Apakah selama ini pemerintah sudah selektif?
Sudah cukup baik menyeleksi WNI yang akan menuju ke negara yang dianggap sedang rawan. Pemerintah bisa menghubungi perwakilan Kedubes Irak yang ada di Jakarta. Jadi pemerintah mempunyai informasi yang lebih awal dan lengkap. Juga melakukan koordinasi dengan KBRI di Irak.

Bagaimana jika ada relawan yang ingin membantu warga Irak?
Jika ada relawan yang mengusung visi kemanusiaan, seperti tenaga medis. Visi kemanusiaan dari lembaga yang memberangkatkan harus jelas. Lagipula mereka kesana bukan untuk terjun dan memegang senjata.

Mungkinkah WNI yang berangkat untuk mempelajari terorisme?

Segala kemungkinan tetap ada. Tapi itu sangat tidak patut dilakukan. Saya tidak menginginkan hal itu terjadi. Menjaga keamanan dan perdamaian sangatlah penting. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian dari pemerintah.

Kenapa konflik Irak memanas?
Konflik di Irak tidak hanya mengenai politik saja. Tapi sudah mengarah kepada konflik horizontal. Ada nuansa konflik antar aliran keagamaan. Bahkan dari info yang saya dapat, lebih dari 5.000 orang melarikan diri dari Irak setelah negeri tersebut berada di bawah kendali kelompok oposisi bersenjata.  ***

 

Tanggapan Liputan Islam:

Karakter Tokoh-tokoh PKS:

Mungkin, saya perlu mengingatkan kembali tentang bagaimana sepak terjang PKS dalam menyikapi konflik mematikan yang melanda Timur Tengah. Anis Matta, selaku Presiden PKS, pernah menciptakan syair yang indah untuk Osama bin Laden–  gembong teroris Al-Qaeda, bisa dibaca di : http://liputanislam.com/tabayun/pak-tifatul-boko-haram-bukan-sekedar-halal-haram/

Lalu Tiffatul Sembiring ketika ditanya tentang Boko Haram oleh netizen, Menkominfo yang juga kader PKS itu menjawab dengan nada bercanda, tidak menganggap serius besarnya penderitaan yang dirasakan rakyat Nigeria atas kekejaman Boko Haram. http://liputanislam.com/tabayun/pak-tifatul-boko-haram-bukan-sekedar-halal-haram-1/

Anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Raihan Iskandar, mendukung adanya ikrar “tobat” yang harus dilakukan oleh para pengungsi Syiah jika mau hak-haknya dilindungi. Raihan menuturkan bahwa para pengungsi Syiah ini mau tidak mau harus mengubah keyakinannya. Jika memang mereka tidak mau mengubah keyakinan, Raihan mengusulkan agar warga Syiah yang terdepak dari kampung halamannya melapor ke Kementerian Agama supaya Syiah dijadikan agama baru. Kalau disahkan ada agama baru kita kan bisa saling menghormati. Jadi itu harus dilaporkan dulu ke kementerian,” imbuh Raihan, seperti yang dikabarkan oleh Kompashttp://liputanislam.com/tabayun/cinta-pilih-pilih-dari-partai-berjargon-cinta/

Kampanye hitam berbau SARA yang dilakukan Caleg DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) wilayah Kepulauan Riau,  Ispiraini Hamdan, Lc, yang menyebarkan buku yang isinya mendiskreditkan dan “menyesatkan” Syiah. Bahkan, kampanyenya ini dimuat oleh yang bersangkutan di akun FB-nya dan di media online. Selengkapnya di: http://liputanislam.com/berita/kampanye-sara-caleg-kepulauan-riau-diadukan-ke-bawaslu/

Karakter Media PKS

Saya juga perlu memperingatkan bagaimana karakteristik media-media yang berafiliasi dengan PKS dalam menyajikan pemberitaan.

Info Palestina, menyensor berita aslinya dengan memotong paragraf guna menutupi perseteruan antara Hizbullah dan Israel, bisa dibaca di : http://liputanislam.com/tabayun/880/

.

info-palestina2

Salah satu sensor berita dari InfoPalestina

.

Dakwatuna, menyebarkan propaganda atas PM Irak Nouri al-Maliki tentang perpindahan arah kiblat, yang sama sekali tidak memiliki dasar data yang bisa dipertanggungjawabkan, bisa dibaca di: http://liputanislam.com/tabayun/jejaring-sosial-saja-tidak-cukup-tanggapan-atas-artikel-dakwatuna-perdana-menteri-irak-ingin-pindahkan-kiblat-ke-karbala/

.

dakwatuna fitnah almaliky

.

Sunnah Care, menurunkan berita yang memutar-balikkan fakta. Bandara Allepo yang dikuasai SAA, oleh Sunnahcare disebut dikuasai pemberontak, bisa dibaca di: http://liputanislam.com/tabayun/bandara-allepo-dikontrol-saa-bukan-teroris-tanggapan-untuk-sunnahcare/

Lalu Bersama Dakwah, yang memposting ulang berita dari Eramuslim dengan judul “Iran: Musuh Kami Arab Saudi, Bukan Israel”, yang isinya berupa sensor berita yang kontradiksi dari situs Al-Arabiya, untuk memojokkan Iran. Bisa dibaca di: http://liputanislam.com/tabayun/eramuslim-menyensor-berita-kontradiksi-dari-al-arabiya/

Karakter IM, “Induk” PKS

Syeikh Yusuf Qardhawi (SYQ), ulama Ikhwanul Muslimin yang mendukung gerakan pemberontakan Suriah, mengeluarkan fatwa horor, yaitu halal untuk membunuh siapapun yang mendukung pemerintahan Bashar al Assad, baik itu tentara, ulama, tenaga kesehatan hingga rakyat sipil. SYQ juga mengutuk Hizbullah dan Iran, dan menyebut Hizbullah dengan Hizbuzyaiton.

.

.

SYQ berkhianat pada Amman Message yang pernah ditandatanganinya. Ulama yang terbunuh, adalah muslim Sunni. Tentara Suriah dan rakyat Suriah yan tewas juga mayoritas muslim Sunni. Mereka, adalah umat Islam yang seharusnya dilindungi darah dan kehormatannya.  Yang menjadi pertanyaan adalah, demi apakah SYQ tega mengeluarkan fatwa yang telah merengut ratusan ribu nyawa di Suriah?  http://liputanislam.com/tabayun/yusuf-qaradhawi-penghianat-amman-message/

Hamas, kelompok muqqawama yang berideologi IM juga turut dalam pemberontakan di Suriah, kendati selama ini Hamas berkantor di Suriah dan banyak dibantu oleh pemerintahan Bashar al-Assad. http://liputanislam.com/wawancara/mahasiswa-indonesia-suriah-hutang-luar-negeri-suriah-nol/

Mengapa saya harus membuka kembali catatan-catatan sepak terjang PKS dan Ikhwanul Muslimin? Karena IM-lah yang kini tengah melakukan pemberontakan di Suriah, dengan membentuk pasukan Free Syrian Army yang dibiayai  oleh  Arab, Teluk, dan negara-negara Barat. PKS yang sibuk menggoreng isu jihad di Suriah dengan sangat gencar baik di media sosial maupun di masyarakat.

Salah satu halaman yang berafiliasi dengan pemberontak Suriah adalah Syria Care Indonesia, Syria Care Malaysia, Misi Medis Suriah, yang bukan hanya menebar propaganda, tetapi juga menggalang dana. Tak jarang, mereka menyeru masyarakat Indonesia untuk menjadi relawan dalam perang Suriah. (ba)

Bersambung ke bagian kedua.

.

Dan Kini, Penjahat Pun Takut (2)

SUMBER: http://liputanislam.com/tabayun/dan-kini-penjahat-pun-takut-2/

.

LiputanIslam.com — Di awal pemberontakan, kelompok pemberontak yang digawangi oleh FSA dan al-Nusra memiliki musuh yang sama, yaitu Pemerintah Suriah dan pendukungnya. Namun memasuki tahun ketiga, mereka mulai saling memerangi satu sama lain. Pertikaian ini ditutup rapat-rapat, dan saat diungkap oleh media independent atau media yang pro Assad, mereka pun membantah keras. Namun kini, para pendukung kelompok-kelompok jihadis sudah tidak ragu lagi untuk saling serang satu sama lain. Secara garis besar, ada tiga kelompok jihadis di Suriah yang terdiri dari ratusan hingga ribuan brigade, yaitu FSA, Al-Nusra, dan ISIS. Selengkapnya: http://liputanislam.com/tabayun/jihad-palsu-suriah-mengancam-indonesia/.

Di Suriah juga, kita menemukan jihadis Arab Saudi berperang dengan sesama jihadis Arab Saudi, lantaran mereka berada dalam kelompok jihadis yang berbeda.

Kesaksian mantan jihadis “Setelah beberapa saat , ada perkembangan lain . Organisasi ISIS dan Jabhat al-Nusra mulai berkelahi satu sama lain. Ada juga pertempuran antara mereka dan faksi-faksi lain. Hal yang paling mengganggu adalah bahwa jihadis  Saudi berperang melawan jihadis  Saudi, meskipun  jika Anda bertanya kepada mereka , mereka semua akan memberitahu Anda bahwa mereka datang untuk melawan rezim Assad.“ Selengkapnya: http://liputanislam.com/berita/saudi-vs-saudi-di-suriah/.

Mr Moallem, Pemimpin Delegasi Suriah saat berunding di Jenewa, telah mewanti-wanti bahwa terorisme ini merupakan ancaman bagi seluruh dunia. Dalam pidatonya, Moallem menuturkan betapa menderitanya rakyat Suriah atas berbagai aksi teroris yang didukung oleh pihak asing, ia mengajak dunia untuk memerangi terorisme bersama. Namun sayang, seruannya tidak digubris. Senjata, dana hingga jihadis-jihadis terus-terusan mengalir ke Suriah. Pidato Moallem selengkapnya: http://liputanislam.com/berita/al-moallem-di-jenewa-mari-bersatu-perangi-terorisme/.

Dan setelah Suriah, terorisme berlanjut ke Lebanon, dan Irak. Fallujah, salah satu kota di Irak jatuh ke tangan teroris ISIS, lalu Mosul dan Tikrit. Jutaan rakyat Irak menjadi pengungsi. Foto-foto eksekusi beredar luas, dan ketakutan rakyat Irak, Lebanon, dan Suriah pun sampai ke Indonesia.

Coba simak jawaban terakhir Mahfudz. Ia mengatakan,

Konflik di Irak tidak hanya mengenai politik saja. Tapi sudah mengarah kepada konflik horizontal. Ada nuansa konflik antar aliran keagamaan. Bahkan dari info yang saya dapat, lebih dari 5.000 orang melarikan diri dari Irak setelah negeri tersebut berada di bawah kendali kelompok oposisi bersenjata.”

Pertama, jumlah orang yang melarikan diri dari kota yang direbut [mungkin maksudnya Mosul] jumlahnya bukan 5.000 orang, melainkan 500.000 lebih. Harap dicatat bahwa Mosul adalah salah satu kota terbesar di Irak, setelah Baghdad.

-iraqi-civilians-flee-mosul-restricted-horizontal-gallery

.

iraqi-civilians-flee-mosul-horizontal-gallery_2

Pengungsi Mosul yang lari dari teroris ISIS setelah kota Mosul Jatuh ketangan merekaSumber Klik disini

pengungsi mosul lari dari teroris isis

Pengungsi MosulSumber klik disini

Kedua, konflik horizontal apa yang dimaksud oleh Mahfudz? Pertikaian Sunni-Syiah? Sayang sekali hal itu hanyalah propaganda dari media-media massa yang memang memiliki kepentingan. Dan jawaban  Liputan Islam bahwa konflik Irak sama sekali bukan disebabkan sentimen agama, silahkan dibaca di:

  1. http://liputanislam.com/multimedia/seruan-ulama-sunni-di-basra-lawan-teroris-takfiri/
  2. http://liputanislam.com/tabayun/membongkar-propaganda-wall-street-journal/
  3. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/majelis-ulama-ahlussunnah-irak-keluarkan-fatwa-perang-terhadap-isis/
  4. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/pm-irak-jangan-gunakan-istilah-sunni-syiah/
  5. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/majelis-ulama-ahlussunnah-irak-keluarkan-fatwa-perang-terhadap-isis/
  6. http://liputanislam.com/tabayun/detik-com-malas-atau-sengaja/
  7. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/universitas-al-azhar-islam-berlepas-diri-dari-isis-seperti-serigala-berlepas-diri-dosa-anak-anak-yakub-as/
  8. http://liputanislam.com/tabayun/membongkar-propaganda-vivanews-atas-irak/
  9. http://liputanislam.com/analisis/dan-kini-muslim-sunni-pun-difitnah/
  10. http://liputanislam.com/berita/fokus/ini-dia-kiat-media-anti-irak-menyokong-isis/
  11. http://liputanislam.com/tabayun/propaganda-arrahmah-dan-tempo-atas-krisis-irak/
  12. http://liputanislam.com/tabayun/propaganda-republika-dan-antaranews-atas-krisis-irak/
  13. http://liputanislam.com/berita/fokus/trend-media-arab-bercorak-wahabi-di-tengah-fenomena-isis/

Siapa penyeru jihad?

Mahfudz meminta agar pemerintah mengawasi WNI yang yang berangkat ke Irak ataupun ke Timur Tengah, tapi luput dari menyorot siapakah yang selama ini menyerukan jihad ke Suriah. Siapa yang mengadakan roadshow ke berbagai kota demi menggalang dana untuk Suriah dengan mengangkat isu mazhab? Siapakah yang mendoktrin anak bangsa untuk berjihad demi menegakkan khilafah, demi menggulingkan pemerintahan thagut, atau demi 72 bidadari?

Setahun silam, pada 4 Sya’ban 1434 H/13 Juni 2013  diadakan konferensi oleh lebih dari 500 tokoh agama dari  50 negara yang menyerukan wajibnya jihad ke Suriah.

Syeikh Al-Amin El Hajj, Ketua Ikatan Ulama Muslimin, berkata “Konflik Suriah  adalah persoalan kaum Muslimin karena para mujahid yang berperang  melawan rezim Bashar di sana hakikatnya demi kepentingan Islam. Jihad di Suriah hukumnya wajib bagi seluruh umat!”

Syeikh Al-Arifi, ulama Arab Saudi berkata, “Jika kalian sudah kehilangan harga diri dan kehormatan untuk membela saudara-saudara kita di Suriah, maka minimal kalian bebaskan rakyat Arab untuk bertindak membantu saudara-saudaranya di Suriah, dan kalian akan disiksa di kubur jika tidak membantu perjuangan rakyat Suriah saat ini,” tegas Al-’Arifi. Dan seruan ini disebarluaskan oleh media-media Islam mainstream di tanah air.

Pertanyaan saya, mengapa Mahfudz tidak mengecam berbagai seruan jihad ke Suriah, yang merupakan bentuk agresi kepada sebuah negara yang berdaulat? Bukankah atas fatwa-fatwa ulama tersebut, putra bangsa kita turut mengangkat senjata untuk berjihad di Suriah? Dan lantas, mereka melanjutkan petualangannya di Irak, sembari mengajak teman-teman lainnya. Jangan lupa, PKS ataupun IM punya andil besar atas konflik Suriah. Lalu, jika PKS, IM dan ulama-ulamanya mendukung pemberontakan di Suriah, menyerukan jihad untuk melawan pemerintah Suriah, mengapa mereka harus ketakutan atas berangkatnya WNI ke Irak? Bukankah mereka sama-sama berjihad? Apa bedanya berjihad di Suriah dengan berjihad di Irak? (ba)

Bersambung ke bagian ketiga. Bagian pertama bisa dibaca di sini.

.

Dan Kini, Penjahat Pun Takut (3-Habis)

SUMBER: http://liputanislam.com/tabayun/dan-kini-penjahat-pun-takut-3-habis/

.

LiputanIslam.com — Bagaimana mengontrol WNI agar tidak bepergian ke daerah konflik? Untuk mencari solusinnya, Mahfudz terlebih dahulu harus mempelajari bagaimana pola masuknya jihadis ke Suriah.

Baik Amerika Serikat, ataupun negara-negara Eropa, melarang keras warganya untuk ikut berjihad ke Timur Tengah. Bahkan di Amerika, para “alumni” Timur Tengah ini ditangkap untuk diadili, karena memerangi negara lain secara independen merupakan sebuah kejahatan di negara Paman Sam tersebut. Meskipun begitu, di Timur Tengah telah berkumpul berbagai jihadis dari puluhan negara.

Darimana Asal Jihadis?

Sebanyak 15 orang pria Somalia-Amerika (warga negara Amerika keturunan dari bangsa Somalia) telah meninggalkan rumah mereka di Minnesota dalam beberapa bulan terakhir untuk melakukan perjalanan ke Timur Tengah dan bergabung dengan ISIS, kelompok ekstremis yang tengah bertempur di  Suriah dan Irak, demikian laporan Minnesota Public Radio, yang dikutip Fox News.Selengkapnyahttp://liputanislam.com/berita/demi-khilafah-ala-isis-15-warga-somalia-amerika-turut-berjihad/.

Seorang warga Malaysia diyakini sebagai pelaku pemboman bunuh diri yang menghancurkan markas pasukan Irak di Anbar dan membunuh 25 tentara Irak, tanggal 26 Mei lalu. Ahmad Tarmimi Maliki (26 tahun) adalah seorang pekerja pabrik dari Selangor. Ia kini dikenal sebagai pembom bunuh diri pertama asal Malaysia yang bekerja untuk kelompok teroris Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau sering disebut juga ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).Selengkapnya: http://liputanislam.com/berita/pembom-markas-pasukan-irak-anggota-isil-asal-malaysia/.

Menteri Dalam Negeri Perancis Manuel Valls mengatakan, ada 250 warga negaranya berperang di Suriah dan setidaknya 21 orang telah tewas. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynders mengatakan bahwa lebih dari 20 warganya telah tewas di dalam pertempuran di Suriah. Dari Belgia, sekitar 200 orang tengah bertempur di Suriah. Sedangkan menurut intelijen Jerman, lebih dari 270 orang warga  Jerman telah berangkat ke Suriah dan setidaknya 15 tewas. Selengkapnya: http://liputanislam.com/berita/gairah-jihad-ke-suriah-meningkat-eropa-khawatir/.

Lalu, Bagaimana Caranya Mereka Masuk ke Suriah?

Pada tanggal 7 Desember 2013, dalam artikelnya yang berjudul “Syria Conflict: Foreigns Jihadis Use Turkey as Safe House” diungkapkan bahwa jihadis-jihadis ini menggunakan Turki sebagai “tempat penyeberangan”, sekaligus “rumah yang nyaman” sebelum menuju Suriah. Disebutkan juga, bahwa rute jihadis Turki-Suriah ini sudah sangat terorganisir.

Salah satu jihadis yang berhasil dihubungi BBC, di kawasan Reyhanli, menuturkan bahwa di “rumah nyamannya” telah dihuni oleh sekitar 150 orang dalam 3 bulan terakhir. Atas undangan teman-temannya, 15-20 orang diantaranya berasal dari Inggris.

Para jihadis ini, setibanya di Turki, terlebih dahulu tinggal selama satu- dua hari di tempat tersebut sebelum menuju Suriah. Sebaliknya, jihadis yang hendak pulang ke negara asalnya, juga menetap di “rumah nyaman” itu sambil menunggu keberangkatan pesawatnya.

Salah satu jihadis dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa mereka berasal dari seluruh dunia, dan mereka berkata, “Kami semua adalah Al-Qaeda.”

Artinya, darimanapun jihadis ini berasal, mereka menggunakan cara yang sama: tidak langsung menuju daerah konflik. Jika di Suriah mereka menggunakan Turki, Yordania,  dan Lebanon sebagai jalan keluar masuk, maka hal serupa pun terjadi di Irak.

Irak yang kini digoyang ISIS, mereka dilatih di daerah Turki. ISIS di Irak juga bisa keluar masuk melalui Suriah karena daerah Raqqah dan garis-garis perbatasan Irak-Suriah masih dalam kontrol ISIS.

Dengan begitu, WNI bisa saja masuk ke Irak melalui Turki, atau melalui Yordania terlebih dahulu, sebelum kemudian sampai di Irak. Rute-rute mereka sangat terorganisir. Dan bagaimana mungkin pemerintah Indonesia melarang warganya yang menyatakan hendak berlibur ke Turki, atau ke Yordania kendati sesungguhnya niat mereka adalah hendak berperang?

Karena itu Pak Mahfudz, jangan terlalu lebay mendesak pemerintah untuk begini dan begitu. Sementara partai tempat Anda bernaung sendiri merupakan pihak yang gemar menebar isu SARA, dan menebar seruan jihad yang telah merengut 160.000 jiwa rakyat Suriah. Katakan saja kepada kader-kader partai Anda untuk mengurangi propaganda, dan pastikan kader-kader Anda tidak turut terjun ke perang Suriah seperti kader Partai Islam Semalaysia  [partai “turunan” Ikhwanul Muslim di Malaysia.]. Dan jangan lupa, sampaikan kepada Pak Tifatul untuk memblokir situs Arrahmah, Voa-Islam, Shotussalam, Kiblatnet, Dakwatuna, Bersama Dakwah, Eramuslim, Hidayatullah, dan situs-situs penebar kebencian yang anti-ukhuwah lainnya. Terimakasih, Bapak. :)

Bagian pertama:  Dan Kini, Penjahat Pun Takut.

Bagian kedua: Dan Kini, Penjahat Pun Takut (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: