13 Tahun Disekap di Kerajaan, Putri Raja Lapor ke PBB

13 Tahun Disekap di Kerajaan, Putri Raja Lapor ke PBB

SUMBER: http://poskotanews.com/2014/03/13/putri-raja-disekap-13-tahun-lapor-ke-pbb/

.

JENEWA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menerima permohonan bagi pembebasan sejumlah Putri Kerajaan Arab Saudi yang dituduh telah dikurung di kompleks kerajaan.

Tuduhan yang didaftarkan ke badan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa itu mengklaim bahwa sejumlah anak perempuan Raja Abdullah dari Arab Saudi telah dikurung selama 13 tahun di kompleks kerajaan di Jeddah.

formerprincessanddaughters1.jpg

Maha, Hala, Sang Ibu Alanoud Al Fayez, Sahar dan Jawaher Tahun 1980.

Selama ini, laporan yang diterima namun belum diselidiki oleh PBB biasanya tidak diungkapkan kepada publik.

Namun kali ini Badan Hak Asasi Manusia PBB mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima surat elektronik, berisi pengaduan tentang kasus itu, meski mereka mengatakan bahwa masih perlu setidaknya beberapa bulan lagi sebelum mereka secara resmi mempublikasikan kasus tersebut

Kantor PBB itu tidak mengatakan apakah laporan itu dianggap cukup penting untuk diselidiki lebih lanjut.

Xabier Celaya dari kantor Komisi HAM PBB mengatakan kepada Associated Press bahwa para pejabat PBB “tidak dalam posisi mengkonfirmasi bahwa tindakan telah diambil dalam kasus ini”.

SURAT ELEKTRONIK

Ia mengatakan bahwa tuduhan itu disampaikan untuk menarik perhatian penyelidik khusus PBB yang menangani kekerasan atas perempuan, yang bersama penyelidik isu lainnya juga menerima berbagai laporan dari seluruh dunia, untuk diseleksi dan diputuskan kasus mana yang dianggap lebih mendesak untuk diselidiki.

Belum ada tanggapan dari utusan Arab Saudi di Jenewa, terkait tuduhan tersebut. Demikian keterangan yang dikutip dari situs Deutsche Welle

Kasus ini bermula dari sebuah surat elektronik yang dikirim ke PBB dan harian The Sunday Times of London, yang kemudian mempublikasikan sebuah kisah yang mengatakan bahwa dua anak perempuan Raja Abdullah – yakni Putri Sahar, 42 tahun, dan Jawaher, 38 tahun – telah meminta bantuan dan mengaku bahwa mereka dan saudara perempuan lainnya telah ditahan selama 13 tahun di kompleks kerajaan.

Harian Inggris tersebut mengatakan bahwa ibu mereka, yakni Alanoud Alfayez, yang tinggal di London dan telah bercerai dengan sang raja, juga menghubungi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk meminta bantuan terkait kasus ini. –DW.DE/d

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: