Ratusan Perempuan Tunisia ‘Jihad al Nikah’ di Suriah

Ratusan Perempuan Tunisia ‘Jihad al Nikah’ di Suriah

SUMBER: Republika Online

fatwa-on-sexual-jihad

REPUBLIKA.CO.ID, TUNIS — Sejumlah perempuan Tunisia telah bepergian ke Suriah untuk melakukan apa yang disebut sebagai jihad al-nikah para pejuang militan ekstrem dalam memerangi rezim Damaskus.

“Mereka memiliki kaitan seksual dengan 20, 30, sampai 100 militan,” kata Menteri Dalam Negeri Tunisia Lotfi ben Jeddou kepada anggota Dewan Konstituante Nasional seperti dikutip AFP, Jumat (20/9).

“Setelah kaitan seksual di sana di bawah sebutan jihad al-nikah (perang suci melalui hubungan perkawinan) mereka pulang ke negerinya dalam keadaan hamil,” kata Ben Jeddou.

.

Pidato Menteri Dalam Negeri Tunisia Lotfi ben Jeddou Tentang Jihad Nikah

.

.

Dia tidak mengungkapkan berapa banyak perempuan Tunisia yang kembali ke negerinya dalam keadaan mengandung anak-anak para militan yang disebut Barat sebagai kaum jihadis itu. Namun media massa menyebut angka ratusan.

Jihad al-nikah yang membolehkan hubungan seksual di luar nikah dengan lain-lain pasangan dianggap sah oleh para jihadis beraliran salafis sebagai bentuk perang suci.

Ratusan laki-laki Tunisia juga bergabung para jihadis dalam perang untuk menumbangkan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Ben Jeddou bilang, sejak menjabat menteri Maret lalu, sekitar enam ribu pemuda Tunisia telah dicegah pergi ke Suriah oleh pemerintah. Media menyebutkan, ribuan orang Tunisia dalam 15 tahun terakhir telah bergabung dengan para jihadis di seluruh dunia. Termasuk Afghanistan, Irak dan Suriah yang kebanyakan melewati Turki dan Libya.

Abu Iyadh diyakin sebagai tokoh utama gerakan salafis di Tunisia di bawah nama Ansar al-Sharia. Dia diduga menjadi pengorganisasi serangan maut setahun lalu ke Kedubes AS di Tunis, selain juga merupakan veteran Afghanistan.

Dia adalah pemimpin kelompok yang bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri 9 September 2001 di Afghanistan yang menewaskan pemimpin Aliansi Utara anti-Taliban Ahmad Shah Mansoor. Serangan itu hanya dua hari sebelum serangan maut Alqaeda ke World Trade Centre di New York dan Pentagon di Washington.

______________________

Yakini sebagai Ibadah, Belasan Wanita Rela Layani Pemberontak Suriah

SUMBER: Kompas

TUNIS, KOMPAS.com — Pemerintah Tunisia mengatakan, para gadis negeri itu, yang berangkat ke Suriah untuk melayani kebutuhan seksual para pejuang anti-pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, pulang ke Tunisia dalam kondisi hamil.

“Di Suriah, mereka melayani 20, 30, hingga 100 pemberontak dan mereka pulang membawa hasil dari hubungan yang dilandasi alasan “jihad seksual”. Dan kita hanya berdiam diri tanpa berbuat apa pun,” kata Menteri Dalam Negeri Tunisia Lotfi Bin Jeddo, Kamis (19/9/2013).

Di hadapan Dewan Konstituen Nasional, Bin Jeddo mengatakan, kementerian dalam negeri telah melarang 6.000 warga Tunisia berangkat ke Suriah sejak Maret 2013.

Selain itu, pemerintah sudah menahan 86 orang yang dicurigai membentuk jaringan pengirim pemuda-pemuda Tunisia untuk berperang ke Suriah.

Dengan fakta ini, Bin Jeddo mengkritik kelompok-kelompok aktivis HAM yang mengkritik keputusan pemerintah yang melarang mereka yang diduga akan “berjihad” untuk bepergian ke luar negeri.

“Semua yang terkena larangan perjalanan berusia di bawah 35 tahun,” tambah Bin Jeddo.

Pada April lalu, mantan imam besar Suriah Sheikh Othman Battikh mengatakan, 13 gadis Tunisia “ditipu” dan diberangkatkan ke Suriah untuk menawarkan jasa layanan seks bagi para pemberontak yang memerangi rezim Bashar al-Assad.

Sheikh Othman kala itu mengatakan apa yang disebut “jihad seks” tak lebih dari sebuah praktik prostitusi.

“Dengan alasan jihad ke Suriah, mereka kini memaksa para perempuan untuk bergabung. Sebanyak 13 orang gadis dikirim untuk ‘jihad seksual’. Apa ini? Ini prostitusi. Ini sebuah korupsi pendidikan,” ujar Sheikh Othman.

Agustus lalu, direktur badan keamanan publik Mostafa bin Omar mengatakan, aparat keamanan berhasil membongkar jaringan “jihad seksual” di kawasan barat Tunisia, lokasi persembunyian Al Qaeda.

“Kelompok Ansar Shariah menggunakan gadis kecil yang kemudian disuruh mengenakan burka untuk menawarkan layanan seks bagi para pejuang jihad pria,” ujar Bin Omar.

Sumber : Al Arabiya

Editor : Ervan Hardok

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: