Jose Rizal Jurnalis, relawan Medis MER-C: Israel Pemeran Utama Di Balik Krisis Suriah

Dibawah ini beberapa artikel tentang opini Dr. Jose Rizal, seorang jurnalis dan relawan Mer-C tentang konflik di Suriah.

.

Opini Jose Rizal Jurnalis, relawan Medis MER-C: ISRAEL PEMERAN UTAMA DI BALIK KRISIS SURIAH 

SUMBER: Majalah Al Kisah

Jose RizalPendapat pribadi penulis, setelah bersinggungan dengan Hamas, Hizbullah, dan Mujahidin, Israel memainkan peran utama dalam krisis Suriah.

Opini. Tentang krisis Suriah, saat ini ada dua pendapat. Pertama, Presiden Bashar Assad harus turun. Kedua,  Presiden Bashar Assad tetap berkuasa.

Pendukung pendapat pertama antara lain Israel, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Arab Saudi, Qatar, Turki. Sedang pendukung pendapat kedua di antaranya Rusia, Cina, Iran, Veneuzela.

Alasan yang umum dikemukakan bahwa Bashar harus turun adalah karena Bashar adalah seorang diktator, tidak demokratis (sejalan dengan semangat Arab Spring). Namun di balik itu ada tiga alasan tersembunyi. Pertama, memotong jalur logistik Hizbullah (Syi’ah) di Lebanon dan membungkam kegiatan Biro Politik Hamas (Sunni) di Damaskus. Inilah alasan yang sebenarnya bagi Israel. 

Kedua, mengeliminasi pengaruh Rusia di Timur Tengah. Ini penting bagi AS dan sekutunya, NATO.

Ketiga, mengeliminasi pengaruh Syi’ah di Timur Tengah. Bagi Saudi, Qatar, sebagian ormas Islam, serta harakah (gerakan) tertentu yang menganggap Syi’ah sesat, ini alasan yang tepat untuk menggusur Bashar, yang dianggap penganut Syi’ah. Khusus bagi Saudi dan Qatar, ada kepentingan tambahan, yaitu meredam pengaruh Iran. Mereka takut revolusi Iran, yang menumbangkan Raja Reza Pahlevi, menyebar ke negara mereka, sehingga Kerajaan Saudi dan emir-emir negara Teluk terancam eksistensinya.

Pendapat pribadi penulis, setelah bersinggungan dengan Hamas, Hizbullah, dan Mujahidin, Israel memainkan peran utama dalam krisis Suriah ini. Israel meminjam tangan banyak orang, negara, dan kelompok tertentu untuk kepentingan politiknya: How to Survive….

Hampir tidak ada kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat tentang Timur Tengah tanpa kontrol badan-badan lobby Israel, seperti AIPAC, Bilderberg, Rand Corporation, Trilateral Commission, ADL.

*****************

Jose Rizal Jurnalis, Relawan Medis Mer-C: BILDERBERG DAN KRISIS SURIAH

SUMBER: Majalah Al Kisah

Sekarang, soal Krisis Suriah, diundang dua orang dengan posisi yang berbeda tapi dalam rangkaian program yang sama, “Jatuhkan Bashar”.

Bassma Kodmani, head of Foreign Affair of Syrian National Council, yang merupakan kelompok oposisi di Suriah, dan Marcus Agius, excecutive consultant BBC, telah menghadiri Bilderberg Meeting di Hotel Westfield Marriott, Virginia USA.

Bilderberg adalah sebuah organisasi lobby Zionis, dan merupakan bagian dari kelompok Freemasonry. Dideklarasikan di hotel Bilderberg, Netherland, tahun 1954. Anggotanya adalah para bankir, industrialis, pengusaha, dan nobelist atau peraih nobel. Konon, mereka adalah kelompok sangat berpengaruh yang menentukan siapa yang pantas jadi presiden AS dan menelurkan keputusan-keputusan besar, seperti dalam pertemuan di St. Moritz, Switzerland, 2011, mengenai bagaimana memperbesar perang di Libya. Hasilnya, empat bulan kemudian, Qaddafi terbunuh.

Sebelum pemilihan umum, Obama dan Hillary diundang menghadiri Bilderberg Meeting tahun 2008. Tentu bukan sekadar diundang, tapi mereka juga harus memaparkan program-program. Evaluasi anggota pertemuan itulah yang membuat salah satu dari mereka menjadi presiden AS

Sekarang, soal Krisis Suriah, diundang dua orang dengan posisi yang berbeda tapi dalam rangkaian program yang sama, “Jatuhkan Bashar”. Dalam perjalanannya, BBC terbukti merekayasa foto kejadian pembantaian di Houla, yang ternyata adalah foto pembantaian di Irak. Tujuannya untuk membentuk opini dunia bahwa rezim Bashar melakukan pembantaian massal.

Oleh sebab itu, PBB harus segera memutuskan intervensi militer demi kemanusiaan, menyelamatkan rakyat Suriah dari pemimpinnya yang kejam. Dengan berlalunya waktu, ternyata yang dibantai adalah kelompok Syi’ah dan Sunni pendukung Bashar. Akibatnya, Bilderberger dengan antek-anteknya, PBB dan BBC, gigit jari dengan rencana mereka, karena rekayasa mereka gagal.

Bagaimana dengan kaum muslimin?

Kaum muslimin kebagian peran lapangan dan sudah barang tentu berdarah-darah….

***********

Pemeran Utama Dibalik Krisis Suriah

SUMBER: Mer-C

.

Saat ini ada 2 pendapat tentang krisis Suriah. Pendapat pertama, Presiden Bashar Assad harus turun. Pendapat kedua, Presiden Bashar Assad tetap berkuasa.

Pendukung pendapat pertama adalah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Arab Saudi, Qatar, Turki, beberapa Harakah, Ormas Islam. Sementara pendukung pendapat kedua adalah: Rusia, Cina, Iran, Veneuzela.

Alasan Bashar diturunkan yang umum dikemukakan adalah karena Bashar diktator dan tidak demokratis. Hal ini Ini sejalan dengan semangat Arab Spring. Namun dibalik itu ada alasan tersembunyi yaitu :

Pertama, memotong jalur logistik HIzbullah  (Syiah) di Lebanon dan membungkam kegiatan Biro Politik Hamas (Sunni) di Damaskus. Inilah alasan yang sebenarnya bagi Israel.

Kedua, mengeliminasi pengaruh Rusia di Timur Tengah. Ini penting bagi AS dan sekutunya NATO.

Ketiga, mengeliminasi pengaruh Syiah di Timur Tengah. Bagi Saudi, Qatar, Ormas Islam (sebagian) dan harakah-harakah tertentu yang menganggap Syiah sesat. Ini alasan yang tepat untuk menggusur Bashar yang dianggap Alawiyin (Syiah).  Bagi Saudi dan Qatar ada kepentingan tambahan, yaitu meredam pengaruh Iran. Mereka takut revolusi Iran yang membuat raja Reza Pahlevi tumbang menyebar ke negara mereka, sehingga kerajaan Saudi dan emir-emir negara teluk bisa terancam eksistensinya.

Pendapat pribadi penulis, setelah bersinggungan dengan Hamas, Hizbullah dan Mujahidin, ISRAEL memainkan PERAN UTAMA dalam krisis Suriah ini. Israel meminjam TANGAN banyak orang, negara dan kelompok untuk kepentingan politik Israel; HOW TO SURVIVE….

Hampir tidak ada kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat tentang Timur Tengah tanpa kontrol badan-badan lobby Israel seperti AIPAC, Bilderberg, Rand Corporation, Trilateral Commission dan ADL.

Joserizal Jurnalis

Relawan Medis MER-C

*******************

JOSERIZAL JURNALIS, RELAWAN MEDIS MER-C: NASIB… OH NASIB UMAT ISLAM 

SUMBER: Majalah Al Kisah

Sementara sesama umat muslim saling bunuh, AS dan NATO asyik mengeksplorasi minyak Libya. Nasib… oh nasib kaum muslimin.

OPINI. Setelah Libya diobrak-abrik, saat ini giliran Syria. Sesama muslim saling bunuh. Sutradaranya musuh Islam, yakni Israel dan Amerika Serikat, yang melalui tangan-tangannya mengadu domba sesama muslim.

Tapi, herannya, ada umat Islam yang mengatakan, Israel dan Amerika Serikat belum ada bukti terlibat dalam kejadian ini. Mereka mengatakan bahwa yang berjuang di lapangan untuk menumbangkan Bashar dari tampuk kekuasaannya adalah Mujahidin.

Kalau yang berjuang hanya Mujahidin, bagaimana mungkin korban pembantaian di Houla pada Jum’at, 25 Mei 2012, yang lalu adalah dari kelompok Syi’ah, yang adalah kerabat Bashar, dan Sunni, yang mendukung Bashar? Mereka mati dengan sangat mengenaskan, bagai hewan disembelih (cut the throat), termasuk anak-anak dan wanita. Apa mungkin Mujahidin sekejam itu?

Tak hanya di Syria, kita juga menghadapi masalah yang sama di tempat lain. Di antaranya di Darfur-Sudan dan Somalia. Di sana, sesama umat Islam pun saling bunuh akibat adu domba.

Saya berharap, umat Islam cerdas dalam mengidentifikasi musuhnya, dan waspada.

_______________

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: