Sahabat Syria (Friends of Syiria)

Friends of Syiria

SUMBER: Islam Indonesia

Oleh: Abdillah Toha (Pemerhati Luar Negeri)

Sementara korban terus berjatuhan dan penderitaan rakyat Suriah kian hari kian berat, dunia terbelah dua dalam menyikapi situsi gawat disana. Sebagian negara mendukung pembangkang dengan alasan mewujudkan demokrasi, sedang yang lain membela rezim penguasa dengan alasan menolak campur tangan asing.

“Group of Friends Of the Syrian People”, atau lebih dikenal sebagai “Friends of Syria” (FOS), adalah sebuah kelompok negara dan badan serta organisasi internasional yang bergabung untuk mendukung gerakan oposisi Syria melawan pemerintah Bashar  Assad. Grup ini diprakarsai oleh mantan presiden Perancis Sarkozy, didukung oleh Amerika dan kawan-kawan serta Liga Arab, khususnya Qatar dan Saudi Arabia yang berada di garis paling depan.

FOS terakhir bersidang untuk yang ketiga kali hampir dua minggu lalu di Paris, setelah sebelumnya (28 Februari) di Tunisia dan (1 April) di Istanbul.  Pertemuan berikutnya direncanakan di Maroko. Kelompok pendukung pemberontak ini dibentuk setelah upaya untuk menekan Assad melalui Dewan Keamanan PBB beberapa kali gagal karena veto Rusia dan China.

Pertemuan di Paris dihadiri oleh lebih dari 70 negara dan organisasi internasional, termasuk Indonesia yang diwakili oleh Dubes kita sebagai Peninjau. Sedangkan  Rusia, China, Iran, Venezuela. Bolivia, Sudan, Belarus dan beberapa negara lainnya menolak untuk hadir.

Dalam pertemuan terakhir di Paris, Menlu Amerika, Clinton, mengecam keras sikap Rusia dan China, mengajak anggota FOS untuk menuntut (demand) kedua negara itu berbalik arah mendukung pembangkang, dan mengatakan bahwa Rusia dan China akan menanggung sendiri akibatnya (will pay a price) bila sikapnya mendukung Assad tidak berubah.

Sebaliknya Rusia menyatakan bahwa pertemuan FOS sangat tidak adil, secara politik keliru dan bahkan tidak bermoral. Pertemuan-pertemuan itu hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat Suriah dengan menciptakan perang saudara yang berkepanjangan. Pemerintah Suriah menganggap FOS sebagai sebuah kelompok dan lingkaran konspirasi melawan pemerintah Suriah yang sah, serta menganggap peserta pertemuan FOS sebagai musuh Suriah.

Sahabat Suriah?

Benarkah Friends of Syria (FOS) sahabat rakyat Suriah? Atau sebaliknya Rusia,China, Iran, dan kawan-kawan yang boleh disebut sebagai sahabat Suriah yang sejati? Dari namanya, FOS memang dipandang sebagai kelompok yang bersimpati kepada rakyat Suriah. Resminya dan di permukaan  kelompok ini sangat mulia karena bersimpati kepada rakyat “mayoritas” yang ingin menegakkan demokrasi melawan kekuasaan otoriter dinasti Assad yang sudah terlalu lama berkuasa.  Memberikan bantuan kemanusiaan atas korban-korban yang jatuh selama ini. Menuntut segera dibentuk pemerintahan transisi dan meminta Assad menyerahkan kekuasaannya dengan jalan damai. Dan seterusnya.

Kenyataannya tidak semua yang dilakukan oleh pendukung oposisi Suriah ini bisa dikategorikan sebagai tindakan terpuji. FOS, utamanya melalui pemerintah Qatar dan Saudi Arabia,  juga menyalurkan beragam senjata mematikan kepada pemberontak, membuka peluang masuknya teroris al-Qaeda dari Irak dan tempat lain untuk membantu pemberontak dan mendestabilisasi keadaan, membentuk opini publik dunia dengan, bila perlu, merekayasa informasi dan video seperti yang terungkap pada TV Aljazeera dan CNN beberapa waktu lalu.

Sangatlah naif bila kita menerima begitu saja tujuan-tujuan “mulia” FOS.  Invasi Amerika di Irak dan Afghanistan, penyerangan dan pemboman atas rezim Gaddafi di Lybia serta manuver politik pasca the Arab Spring, dan terakhir gejolak di Suriah adalah serangkaian  kebijakan Barat yang didukung oleh kliennya di Timur Tengah dalam rangka mengamankan kepentingan geopolitik dan geostrategik mereka.

Sebaliknya, bagi China dan Rusia, berseberangan dengan Amerika dan kawan-kawan dalam kelompok FOS juga punya tujuan  politis dan strategis.  China tidak ingin melihat preseden campur tangan luar terhadap pergolakan dalam negeri dimanapun, dan Rusia tidak mau kehilangan pengaruh dan kepentingannya di Timur Tengah dengan membiarkan Barat bertindak leluasa disana. Sedangkan Iran tahu persis bahwa sasaran akhir dari penghancuran rezim Assad, yang merupakan sekutu setia Iran di Timur Tengah, adalah untuk mengucilkan Iran.

Ada dua kepentingan utama Barat di Timur Tengah. Pertama, mengamankan kawasan yang yang menjadi sumber utama minyak bumi dunia, dan kedua melindungi Israel. Dalam kedua hal itu, terutama perjuangan melawan kebrutalan Israel, setelah jatuhnya Saddam, saat ini hanya Suriah dan Iran yang paling tangguh dalam bantuan nyata kepada Palestina untuk merebut kembali kedaulatannya.

Posisi Indonesia

Barangkali sulit membayangkan Indonesia berani menolak ajakan negara-negara adi daya untuk berpartisipasi di FOS. Sebagai peninjau, menlu RI Marty Natalegawa menyatakan bahwa Indonesia berprinsip mengakui kedaulatan negara tanpa memandang sosok yang memerintah. “Indonesia dalam posisi politiknya hanya memberi pengakuan pada negara, sehingga perubahan sistem pemerintahan tidak mengharuskan kita memberi atau tidak memberi pengakuan pada pihak manapun juga,” (9/4).

Menyikapi kekerasan yang terus terjadi di Suriah, Marty mengatakan pemerintah memilih menjadi peninjau dalam program Friends of Syria. Melalui misi itu, kata dia, Indonesia menjalin komunikasi dengan semua pihak, termasuk pemerintah Suriah dan kaum pembangkang.

Bila benar Indonesia berkomunikasi dengan kedua belah pihak, seharusnya posisi Indonesia sangat unik dan bisa dimanfaatkan untuk mencari jalan keluar menghentikan pertumpahan darah disana. Dengan sendirinya, sebagai negara demokrasi, kita menginginkan terselesaikannya masalah Suriah dengan sasaran tercapainya aspirasi rakyat Suriah untuk sebuah sistem pemerintahan yang demokratis dan bertujuan menyejahterakan rakyatnya. Namun demikian, kesepakatan apapun antara kelompok yang bermusuhan itu harus dicapai dengan jalan damai, mengikutsertakan semua pihak yang bertikai, termasuk kelompok penguasa sekarang, dan yang terpenting bebas dari campur tangan pihak asing yang mempunyai kepentingan yang berbeda-beda.[Islam-Indonesia]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: