Dentang Lonceng Kematian Israel di Mesir

Dentang Lonceng Kematian Israel di Mesir

SUMBER: Irib

Mubarak dg Tuannya Bos Zionis

Revolusi rakyat Mesir menorehkan sebuah babak baru bagi hubungan Negeri Piramida itu dengan Israel. Rezim diktator Mubarak tumbang, Tel Aviv panik. Betapa tidak, selama puluhan tahun Mubarak menjadi penguasa Mesir yang paling berjasa menyelamatkan kepentingan Israel. Bahkan hajat hidup warga rezim agresor itu.

Berkat mantan presiden Mesir itulah Israel berhasil menerima pasokan gas dengan harga murah dari negara tetangganya itu. Tidak hanya itu, Mubarak juga berjasa menjadi mediator antara pejabat teras Tel Aviv dengan pemimpin Palestina dari Yaser Arafat hingga Mahmoud Abbas. Melalui perundingan damai itulah Israel sukses memecah belah kekuatan Palestina, namun kini diganjal gerakan muqamawa semacam Hamas dan Jihad Islam. Gelombang Arab Spring yang melanda Mesir juga  mengubah konstelasi regional yang semakin menyudutkan posisi Tel Aviv.

Kini, rakyat Mesir menuntut pemutusan hubungan bilateral dengan Israel. Rakyat  Mesir juga mendesak pemutusan suplai gas ke Israel. Mereka menilai kontrak gas yang dilakukan antara rezim Mubarak dengan Tel Aviv merugikan kepentingan negara Islam itu.

Tidak hanya itu, rakyat Mesir juga menuntut pembatalan perjanjian Camp David. Karimah Al-Hafnawi, anggota senior gerakan Al-Kifayah Mesir Kamis (26/4) menggulirkan usulan referendum bagi perjanjian Camp David. Dalam wawancara dengan televisi Al-Alam, Al-Hafnawi mengatakan, “Rakyat Mesir menilai perjanjian Camp David sebagai penyebab kejatuhan martabat negaranya. Sebab, perjanjian itu menciderai kehormatan bangsa Mesir.”

Statemen keras Al-Hafnawi mengenai perundingan yang ditandatangani 17 September 1979 mengemuka sehari setelah warga kota Al-Arish menggelar aksi demonstrasi anti Israel..

Gelombang tuntutan pembatalan perjanjian yang ditandatangani oleh Presiden Mesir Anwar Sadat dan Perdana Menteri Israel, Menachem Begin itu memicu ketakutan akut di Tel Aviv. Saking melussnya ketakutan itu, sampai-sampai Avigdor Lieberman menyebut gelombang ancaman yang terjadi di Mesir saat ini lebih berbahaya dari Iran. Padahal selama ini Republik Islam itu disebut-sebut sebagai musuh utama Israel di dunia.

Surat kabar Maariv memberitakan, Lieberman sangat khawatir Kairo akan melanggar perjanjian damai dengan Israel, dan mengerahkan lebih banyak pasukan ke Semenanjung Sinai tanpa izin.

Lieberman tidak sendirian. Deretan pejabat teras Israel dengan nada cemas terang-terangan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tranformasi terbaru di Mesir. Shaul Mofaz, pemimpin Partai Kadima menyebut pembatalan kontrak gas Kairo-Tel Aviv merupakan krisis yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Gas Mesir begitu penting bagi Tel Aviv. Pasalnya, rezim Zionis memenuhi sebanyak 40 persen kebutuhan listiknya dari pasokan gas Mesir. Pemutusan gas Mesir ke Israel akan mengakibatkan masalah besar bagi rezim agresor Zionis itu.

Kini, para pejabat teras Israel melakukan berbagai cara untuk mendesak pemerintahan transisi Mesir supaya mengamankan kepentingan Israel. Salah satu manuver yang dilancarkan Tel Aviv adalah mendukung mati-matian kandidat konservatif seperti Ahmad Shafiq, mantan perdana menteri rezim Mubarak.

Kini, pemerintahan Kairo berada dipersimpangan jalan. Apakah Dewan Tinggi Militer akan mendengarkan suara rakyat atau tekanan asing, terutama Israel dan AS. Rakyat menghendaki pemutusan hubungan bilateral dengan Israel yang merugikan kepentingan nasional Mesir. Rakyat juga menghendaki pemutusan suplai gas ke Israel. Dan yang paling membuat Tel Aviv panas dingin adalah pembatalan perjanjian Camp David. Bagi rezim Zionis, seluruh tuntutan rakyat Mesir itu adalah dentang lonceng kematian Israel yang ditabuh di negara tetangganya ! (IRIBIndonesia/PH/NA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: