DPR Kesal dengan Ide ‘Kebun Koruptor’

DPR Kesal dengan Ide ‘Kebun Koruptor’ 

SUMBER: Tempo

TEMPO.CO, Jakarta – Sejumlah anggota Komisi Hukum DPR meradang dengan gagasan “kebun koruptor” yang dilontarkan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md. Menurut Wakil Ketua Komisi Hukum Nasir Djamil, usulan Mahfud tersebut bisa melanggar hak asasi manusia. “Koruptor itu juga manusia yang memiliki hak asasi,” ujarnya di gedung DPR, Senin, 28 November 2011.

Menurut Nasir, usulan Mahfud tak memiliki landasan. Ia mengatakan, jika selama ini hukuman terhadap koruptor terlalu ringan, masalahnya terletak pada penegakan hukum yang lemah. “Harus dilihat kenapa hukumannya ringan. Jangan-jangan sistemnya yang lemah,” ujarnya.

Sebab itu, menurut dia, salah satu solusinya adalah memperbaiki sistem pemberantasan korupsi. Misalnya, pengawasan terhadap hakim harus lebih baik. “Kalau pengawasannya baik, pasti tak akan ada lagi hakim yang main-main, bahkan memberikan putusan bebas kepada koruptor,” ujarnya.

Anggota Fraksi Partai Demokrat, Edy Ramli Sitanggang, bahkan meminta Mahfud tak banyak bicara. Ia menilai, ide Mahfud itu hanya untuk mencari popularitas semata. “Kalau memang dia mau cari popularitas, jangan pakai cara murahan seperti itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pernyataan Mahfud tak mendidik dan terkesan asal-asalan. “Itu asal bunyi,” katanya. “Saya menyayangkan ide itu keluar dari seorang tokoh seperti Mahfud.” Edy pun menyarankan Mahfud untuk bekerja sesuai porsinya.

Mahfud Md. mengusulkan pemerintah membuka “kebun koruptor” untuk mempermalukan koruptor. Mahfud merasa jeri dengan pemberantasan korupsi selama ini sebab tak menimbulkan efek jera.

________________

Kata Trimedya, Usul Mahfud Soal Kebun Koruptor Berlebihan

SUMBER: Tempo

TEMPO.CO, Jakarta – Anggota Komisi Hukum DPR, Trimedya Panjaitan, menilai usulan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md. soal kebun koruptor sebagai hal yang berlebihan. Menurut Trimedya, usul tersebut menggambarkan Mahfud frustrasi terhadap pemberantasan korupsi di Tanah Air.

“Itu ide yang berlebihan. Pak Mahfud enggak boleh frustrasi, enggak boleh putus asa,” kata Trimedya ketika dihubungi, Ahad, 27 November 2011.

Mahfud mengusulkan untuk membangun kebun koruptor di 33 provinsi di Indonesia. “Saya putus asa, saya punya ide gila, buat saja kebun koruptor di samping kebun binatang,” katanya ketika menjadi pembicara dalam acara “Silaturahmi Antikorupsi: Lintas Iman dan Lintas Generasi” di Gedung Joang ’45.

Menurut Mahfud, ide guyon itu bisa menjadi solusi untuk mengurangi tingkat korupsi di Tanah Air karena upaya menghukum koruptor secara hukum tidak ada gunanya, bahkan terlalu ringan. “Semakin hari koruptor semakin bertambah banyak dan semakin merasa tidak malu menjadi koruptor. Maka saya usul koruptor jangan dibikin takut karena tidak takut lagi. Tapi sekarang dipermalukan, misalnya tadi, dibuat kebun koruptor,” katanya.

Trimedya mengatakan, usulan Mahfud boleh-boleh saja dilontarkan jika hanya sebatas wacana. Namun, sebagai ahli hukum, ia menyarankan Mahfud melontarkan usulan yang sesuai dengan hukum positif yang mengatur secara jelas tentang pemberantasan korupsi.

“Harus ada kebersamaan dari segala komponen bangsa bahwa secara pelan-pelan pemberantasan korupsi harus dibenahi,” ujar politikus PDI Perjuangan ini. “Bagaimana kita meminimalisir, terutama korupsi-korupsi merugikan keuangan negara yang cukup besar.”

Ia membandingkan dengan dua negara besar, Cina dan Amerika Serikat, yang sampai hari ini juga masih memerangi korupsi. Dibandingkan kedua negara tersebut, keadaan Indonesia memang lebih sulit. Terlebih setelah 32 tahun dikuasai rezim Suharto yang dikenal korup, sedangkan reformasi baru berjalan 13 tahun. “Untuk membangkitkan itu tidak gampang,” ujar dia.

MAHARDIKA SATRIA HADI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: