Duh…30 Ribu Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia Masih Dipasung

Duh…30 Ribu Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia Masih Dipasung

SUMBER: Republika

REPUBLIKA.CO.ID,MAGELANG–Sekitar 20.000 hingga 30.000 penderita gangguan jiwa di seluruh Indonesia mendapat perlakukan tidak manusiawi dengan cara dipasung. Hal itu dikatakan oleh Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Jiwa Kota Magelang Ermansyah di Magelang, Jumat, usai serah terima jabatan Direktur Rumah Sakit Jiwa Kota Magelang dari dirinya sebagai pelaksana tugas kepada pejabat baru Fidiansyah.”Di sebuah desa di Serang, Banten, ada tujuh orang penderita gangguan jiwa yang dipasung,” kata dia.

Menurut dia, penderita gangguan jiwa dipasung karena pihak keluarga tidak mau repot. Pasung menjadi jalan pintas yang mengorbankan hak asasi penderita tersebut. Direktur Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan Supriyantoro yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, Kementerian Kesehatan baru saja mendapatkan bantuan obat yang bernama Flufenasin Dekanoat dari seorang yang peduli pada kesehatan jiwa.

Menurut dia, dengan obat tersebut orang yang mengalami gangguan jiwa tidak perlu dipasung.  “Mereka bisa beraktivitas biasa walaupun tidak waras. Obat akan bekerja selama satu bulan,” katanya.

Ia mengatakan, upaya tersebut akan mempercepat mewujudkan tujuan Indonesia bebas pasung. Supriyantoro mengungkapkan, memasung penderita gangguan jiwa menunjukkan keterbelakangan pemahaman dan pendidikan.  “Memasung penderita gangguan jiwa sama dengan melanggar HAM. Ada cara lain yang lebih manusiawi,” katanya.

Ia mengatakan jumlah bantuan obat cukup banyak, yakni 60.000 dosis, dengan harga Rp80.000 per dosis sehingga total senilai Rp4,8 miliar. Jumlah tersebut bisa digunakan untuk 5.000 penderita gangguan jiwa selama 10 tahun. Ia menjelaskan, satu dosis bisa digunakan untuk pasien selama satu bulan dengan satu kali suntik.

Sebenarnya obat tersebut telah ada di pasaran, namun kurang tersosialisasikan. Obat bantuan itu, katanya, akan didistribusikan ke seluruh Indonesia dan diprioritaskan untuk penderita dari keluarga miskin dengan kartu jaminan kesehatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: