Habib Rizieq: Apakah TKW Indonesia Lebih Rendah dari Sapi Australia ?

Habib Rizieq: Apakah TKW Indonesia Lebih Rendah dari Sapi Australia ?

SUMBER: Ttribun News

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Front Pembela Islam angkat bicara soal kematian Ruyati, TKI di Saudi Arabi yang dihukum pancung karena dinyatakan bersalah membubuh majikannya. Habib menegaskan, jangan yang disalahkan soal hukum pancung atau hukum Islammnya, melainkan tragedi atas sikap pemerintah yang tak melindungi warganya.

“Jangan protes hukum Islamnya, karena hal itu memang sudah jadi konsekuensi hukum pidana Islam yang wajib kita terima dan hormati. Tapi, sampaikan protes keras kepada pemerintah yang tidak peduli kepada nasib pahlawan devisa,” kata Habib Rizieq yang disampaikan oleh Ketua FPI Bidang Hukum, Munarman SH, Senin (21/06/2011).

Mestinya, kata Habib, hukuman mati bisa dihindarkan dengan empat jalan. Saran pertama, kata Habib, secara kekeluargaan mestinya ada pendekatan intensif oleh KBRI dan Saudi kepada keluarga korban agar mendapatkan maaf sehingga hukum mati digugurkan dengan maaf.

“Kedua, secara hukum mustinya Ruyati didampingi pengacara handal yang disediakan pemerintah untuk membela di persidangan. Bila pembunuhan itu dilakukan dalam rangka bela diri, maka tidak ada qishosh (hukum pancung),” kata Habib.

Yang ketiga, secara politik harus dilakukan lobi tingkat tinggi antara presiden dengan Raja Saudi. Ke empat, cara manapun yang berhasil, maka pemerintah musti menyiapkan pembayaran diyatnya sebagai ganti qishosh. “Nah, ke empat tersebut tidak dilakukan pemerintah,” Habib menegaskan.

Artinya, tegasnya lagi, perlindungan hukum terhadap TKI masih sangat lemah. Bahkan, tidak ada perlindungan. Padahal, para TKI kita berangkat ke Saudi Arabia untuk bekerja, bukan untuk membunuh.

Akan tetapi, lanjutnya lagi, karena ada aneka kekerasan, penyiksaan, pemerkosaan bahkan pembunuhan yang kerap terjadi terhadap mereka. Dan dari dulu, sikap FPI dari dulu tidak berubah stop pengiriman TKI ke luar negeri.

“Ironis, konon Australia langsung hentikan eksport sapinya ke Indonesia karena dipotong kasar. Eh, Indonesia masih tetap ekspor TKI, padahal sudah diperlakukan kasar. Apa TKI Indonesia lebih rendah dari sapi Australia? Di mana harga diri bangsa ini? Astagfirullah,” tandas Habib Rizieq.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: