Ternyata “Hak Asasi” Sapi Australia Lebih Tinggi dan Terhormat Dibanding Dengan TKW dan TKI Kita Di Luar Negeri

Ternyata “Hak Asasi” Sapi Australia Lebih Tinggi dan Terhormat Dibanding Dengan TKW dan TKI Kita Di Luar Negeri

Nirmala Bonat TKW yg disiksa majikannya di Malaysia

Ketika sapi-sapi potong Australia diperlakukan tidak baik , brutal dan dianiaya sebelum di sembelih, di beberapa rumah jagal sapi di Indonesia, kontan pemerintah Australia menghentikan ekspor sapi hidup ke Indonesia selama 6 bulan, dan sapi-sapi tidak akan di ekspor ke Indonesia sebelum mendapat jaminan akan diperlakukan dengan baik.

Dengan tegas Menteri Pertanian Australia Joe Ludwig. mengatakan “Perdagangan [sapi] dengan Indonesia hanya akan dibuka kembali setelah kami yakin bahwa pelaku bisnis mematuhi manajemen rantai suplai,”

Sementara itu para buruh migran Indonesia (TKW/TKI) disiksa, dianiaya, diperkosa dan diperlakukan sangat tidak manusiawi di Malaysia, Hongkong, Singapura, Arab Saudi dan beberapa negara lainya, Pemerintah tetap saja mengirim buruh-buruh migran ke luar negeri, dan terkesan setengah hati untuk melindungi nasib buruh mereka, kita tak pernah mendengar ada pansus atau rapat khusus yang membahas nasib buruh migran kita ……. dan nyatanya sampai sekarangpun kita masih sering mendengar berita-berita nasib buruh migran yang diinjak-injak hak-hak asasinya terus berlangsung di negeri orang (lihat foto-foto TKW/TKI korban penyiksaan majikan disini).

Silahkan saja meng-google berita derita mereka dengan kata cari apa saja, akan anda dapati ratusan atau ribuan berita nasib TKW/TKI kita yang memilukan.

Penyair besar negeri ini Taufiq Ismail pernah menggambarkan nasib TKW/TKI kita dalam salah satu puisinya sebagai berikut:

Kita sudah jadi bangsa kuli dan babu, menjual tenaga dengan upah paling murah sejagat raya.

Ketika TKW-TKI itu pergi lihatlah mereka bersukacita antri penuh harapan dan angan-angan di pelabuhan dan bandara,
ketika pulang lihat mereka berdukacita karena majikan mungkir tidak membayar gaji, banyak yang disiksa malah diperkosa
dan pada jam pertama mendarat di negeri sendiri diperas pula.

Negeri kita tidak merdeka lagi, kita sudah jadi negeri jajahan kembali.

Selamat datang dalam zaman kolonialisme baru, saudaraku.

(Taufiq Ismail dalam Puisi “Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling”)

Dibawah ini beberapa berita perlakuan biadab terhadap buruh migran Indonesia diluar negeri hasil pencarian mesin google yang saya lakukan:

Di Malaysia

1. Biadab! Majikan Malaysia Setrika TKW Bila Menolak di Perkosa

2. TKW Diperkosa Menteri Malaysia

3. Lagi, TKW Disiksa & Diperkosa Majikan di Malaysia

4. Seorang Tenaga Kerja wanita (TKW) Diperkosa dan Dianiaya Majikannya Dengan Cara Biadab

5. Berita lainnya lihat  Disini

Di Arab Saudi

1. TKW Diperkosa di Arab Saudi Malah Terancam Hukuman Rajam

2. TKW Cianjur Diperkosa & Dibunuh di Arab

3. YouTube: TKW DI SIKSA DI ARAB SAUDI

4. TKW Disiksa Sampai Mati, Dubes Arab Saudi Bilang Takdir

5. Berita lainnya lihat disini, dan disini

Di Singapura

1. Aniaya TKW, Majikan Dipenjara 3 Minggu

2. TKW Asal Indramayu Disiksa Majikan di Singapura

3. TKI di Singapura Babak Belur Disiksa Majikan

4. Berita lainnya tengok disini, disini dan disini

Di Hongkong

1. TKW Cilacap Disiksa di Hongkong

2. TKW Hongkong, 7 Bulan Bekerja, Disiksa Juga Tidak Diberi Libur !

3. Mengerikan TKW Asal Indonesia dibanatai di Hongkong

Kemudian bandingkan tindakan  pemerintah Australia yang cepat dan tanggap dalam  melindungi “hak-hak asasi” dan “martabat” sapi-sapinya…. dengan pemerintah kita melindungi manusia warga negaranya… !!

Sungguh menyedihkan nasibmu wahai saudara-saudarku yang berjuang demi mencari nafkah untuk keluarga di negeri orang!

______________

Tak Hanya Sapi, Australia Stop Kirim Ternak Hidup Ke Indonesia

SUMBER: Tribun News

TRIBUNNEWS.COM, SYDNEY- Australia menghentikan semua ekspor ternak hidup ke Indonesia hingga enam bulan. Hal ini diambil setelah kemarahan publik menyaksikan gambar mengejutkan penganiayaan di tempat penjagalan di Indonesia.

Kepada AFP, Rabu (8/6/2011), Menteri Pertanian Australia, Joe Ludwig mengatakan perdagangan ternak ke Indonesia senilai 318 juta dollar Australia (sekitar Rp 2,9 trilun) per tahun, tidak akan lagi dilakukan. Sampai pengamanan di tempat mampu menjamin perlindungan hewan di Indonesia.

“Kita perlu membangun perlindungan yang memadai untuk memastikan eksportir memberikan jaminan rantai suplai diverifikasi dan transparan sampai di lokasi ekspor. Dan termasuk, saat sampai di tempat penjagalan untuk setiap pengiriman ternak Australia, “katanya kepada radio ABC.

“Ini akan memakan beberapa waktu untuk memastikan bahwa kita sudah mendapat jaminan rantai supplai di tempat.” Hal ini dia katakan agar ada satu tatanan perubahan perlindungan atas tiap ternak yang diekspor ke Indonesia.

“Saya tidak ingin makan waktu lama di atas enam bulan, tapi kita berharap waktu ini sampai enam bulan bisa digunakan untuk bekerja melalui dan datang dengan jaminan rantai supplai yang beri kepastian.”

Larangan ini tepat seminggu setelah Canberra menghentikan ekspor daging sapi hidup untuk 11 Rumah Pemotongan Hewan Indonesia yang tampak dalam laporan televisi Australia yang memperlihatkan penyiksaan mengerikan ternak. Termasuk menendang, memukul, mencungkil mata dan tindakan penyiksaan lainnya.

Pemerintah Indonesia berjanji untuk menyelidiki kasus ini. Tetapi diakui tidak ada peraturan dalam hukum yang dapat digunakan untuk sanksi atas tindakan tersebut.

Australia mencatat tiap tahunnya mengekspor sekitar 500.000 hewan ke seluruh wilayah Indonesia.

2 Tanggapan

  1. Tulisan lama, tapi tetap mengoyak perasaaan kemanusiaan kita. Semoga Pemerintahan yang baru memperhatikan keselamatan para BMI di luar negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: