Arab Saudi, Pelayan Masjidil Haram atau Barat?

Arab Saudi, Pelayan Masjidil Haram atau Barat?

SUMBER: Irib

Manama adalah ibukota Bahrain yang terletak di selatan Teluk Persia. Beberapa hari terakhir ini, kota itu berlumurkan darah warga tak berdosa. Kali ini, rezim Al-Khalifa di Bahrain tidak sendirian dalam menumpas masyarakat negara ini yang menuntut ditegakkannya demokrasi. Arab Saudi, Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA) terlibat menumpas masyarakat tak berdosa di Bahrain.

Menyusul pengerahan pasukan rezim-rezim Arab ke Bahrain, Ayatollah Jaafar Sobhani, Ayatollah Abdollah Javadi Amoli, Ayatollah Lutfollah Shafi Golbaigani, dan Ayatollah Naser Makarim Shirazi yang masing-masing adalah ulama terkemuka di Iran, mengecam keras langkah negara-negara Arab atas Bahrain. Mereka mengeluarkan statemen secara terpisah yang isinya mengecam radikalisme terhadap masyarakat Bahrain.

Kecaman keras juga muncul dari Perdana Menteri, Turki Recep Tayyip Erdogan. Sambil memperingatkan Arab Saudi yang mengerahkan pasukannya ke Bahrain, Erdogan mengatakan, “Hingga saat ini, segala konflik antarmuslim dengan provokasi pihak lain menguntungkan pihak-pihak lain. Kami tidak ingin menyaksikan konflik sektarian antarummat Islam dan terulangnya peristiwa Karbala. Sebab, masalah ini menyakitkan ummat Islam.”

Erdogan secara tegas mengkritik kebijakan Riyadh terkait Bahrain, dan mengatakan, “Pihak kami sangatlah jelas bahwa kami bukan berpihak pada sumur-sumur minyak. Kami berpihak pada rakyat, demokrasi, perdamaian dan persaudaraan.”

“Kami tidak akan terjebak dalam kubangan para pedagang senjata. Kami meneriakkan; Wahai saudara janganlah bunuh saudara lain!!!” tegas Erdogan di sidang para wakil Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).

Masih mengenai Bahrain, Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengecam perlawanan terhadap rakyat Bahrain. Dikatakannya, “Negara-negara Arab harus mengambil tauladan dari nasib diktator Saddam Hussein. Di Bahrain, kita kini menyaksikan barisan rezim-rezim dalam menumpas rakyat. Ini adalah hal yang buruk sekali!!!”

“Bukankah kalian ingin mengendalikan pemerintah? Ketika kalian menekan mayoritas masyarakat, kalian akan memerintah siapa?” tegas Ahmadinejad.

Jumlah populasi Bahrain mencapai 700 ribu warga. Dari seluruh jumlah populasi Bahrain, sekitar 600 ribu warga memprotes rezim. Untuk itu, pemerintah Bahrain harus mengabulkan permintaan masyarakat yang sudah menjadi tuntutan mayoritas. Jika tidak demikian, pemerintah Bahrain akan kehilangan rakyatnya.

Yang sangat disesalkan, Arab Saudi yang mengatasnamakan diri sebagai “Khadimul Haramain” yang artinya adalah “Pelayan Dua Kota Suci”, malah menjadi komando rezim-rezim Arab lainnya supaya berpartisipasi dalam pembantaian rakyat Bahrain. Pada saat yang sama, Erdogan yang negaranya saat ini juga menjadi kiblat ummat Islam mengeluarkan peringatan keras kepada negara yang mengklaim sebagai “Khadimul Haramain.” Pantaskah Arab Saudi disebut Hadimul Haramain? Akal sehat semua ummat Islam akan bersikap sama seperti Erdogan, menolak klaim Arab Saudi sebagai pelayan dua kota suci, Makkah dan Madinah. (IRIB, Mashreghnews/AR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: