Demonstran Kuasai Sejumlah Kota Tentara Gaddafi Serang Masjid

Demonstran Kuasai Sejumlah Kota Tentara Gaddafi Serang Masjid

SUMBER: Harian Pelita

Tripoli, Pelita
Muammar Gaddafi menghadapi situasi genting dalam sejarah kepemimpinannya di Libya, setelah demonstran anti-pemerintah berhasil memperluas wilayahnya dengan merebut sejumlah kota-kota penting yang dekat dengan ibukota Tripoli, Kamis (24/2).

Sebelumnya, kalangan oposisi telah menguasai kota terbesar kedua Libya, Benghazi dan saat ini mereka memperluas wilayahnya di kota Misrata dan Zuara yang dekat dengan Tripoli telah jatuh ditangan pemberontak begitu juga dengan kota Al-Zawiyah yang hanya berjarak sekitar 50 km sebelah barat Tripoli.

Menurut rencana, Kamis malam Gaddafi akan menyampaikan pidatonya menghadapi situasi genting melalui stasiun televisi pemerintah.

Dipihak lain, salah satu orang terdekat Gaddafi meningkalkan posisinya, setelah sejumlah dubes menyatakan mundur, kini Ahmed Gadhaf al-Dam menyatakan telah membelot dan menuju Kairo, Mesir sebagai langkah protes terhadap perlakuan keras Gaddafi terhadap sejumlah demonstran.

Ahmed Gadhaf al-Dam adalah penasehat terdekat Muammar Gaddafi yang sekaligus sepupunya. Ahmed Gadhaf menilai tindakan pemimpin Libya sudah HAM dan hukum internasional, Dia tercatat sebagai tokoh utama di dalam kekuasaan Gaddafi, dia bertanggung jawab dalam menjalin hubungan dekat dengan Mesir.

Militer pro-Gaddafi serang demonstran di Masjid
Tentara Libya yang masih loyal dengan Gaddafi menyerang demonstran anti-pemerintah di sebuah masjid di kota penting bagian barat, akibatnya menara masjid rubuh karena diserang dengan senjata otomatis dan roket anti pesawat tempur, kata salah seorang saksi mata.

Demonstran yang sudah menginap di dalam masjid di kota Zawiya harus menderita banyak korban. Namun hingga saat ini jumlah korban masih belum dilaporkan.

Saksi mata yang tidak ingin disebut namanya, kepada associated press menyatakan, serangan di masjid itu terjadi pada pukul 09.00 pagi, tepat sehari setelah utusan Gaddafi bernama Abdullah Megrahi datang di kota Zawiya dan mengancam kepada demonstran untuk mundur, kalau tidak, akan terjadi pertumpahan darah.

Kami katakan padanya, kami tidak akan meninggalkan tempat ini, baik dalam keadaan hidup atau mati,. Mereka tidak percaya jika tentara menyerang rakyatnya, karena sejumlah unit militer di Libya telah mendukung upaya demonstran sejak demonstrasi dimulai pada 15/2.

Yang terjadi sungguh mengerikan, karena yang menyerang kami bukanlah tentara bayaran, melain putra-putra negeri kami, kata saksi mata itu, Sekarang malah terjadi penembakan mengerikan, mereka membom menara masjid, imbuhnya.

Tokoh dunia kutuk Gaddafi
Sejumlah pemimpin dunia mengutuk aksi Gaddafi itu, Presiden AS Barack Obama untuk pertama kalinya memberikan pernyataan publik yang mengutuk Gaddafi dan menilai tindakannya tidak bisa diterima, karena pasukannya telah menyerang demonstran yang berakhir dengan tewasnya ratusan orang.

Perdana Menteri Inggris David Cameroon menyatakan; Situasinya masih mengkhawatirkan dan …kami akan berupaya maksimal untuk melindungi warga Inggris dan membantu mereka meninggalkan negara itu.

Kami sudah menjelaskan, dengan segenap rasa hormat kepada Libya bahwa apa yang terjadi di sana tidak bisa diterima, dan penggunaan kekerasan melawan warganya…tidak bisa diterima dan tidak bisa terus menerus begini, imbuhnya dikutip AFP.

Namun lain halnya dengan Qatar, PM Qatar justru menegaskan negaranya tidak akan mengisolasi Libya meski sejumlah pejabat tinggi negara itu telah menyatakan mundur dari posnya.

Meskipun Gaddafi bersikukuh negaranya masih dalam keadaan stabil, sejumlah pemimpin dunia memperingatkan adanya peningkatan kekerasan dan bertambahnya pejabat militer dan pemerintahan yang membelot mendukung para demonstran.

Menlu Inggris William Hague menyatakan, ada sejumlah indikasi adanya struktur negara yang jatuh di Libya.

Hal itu mendasarkan pada mundurnya sejumlah Dubes, diplomat Libya dan sejumlah menteri yang mundur menunjukkan adanya sebuah sistem yang sedang mengalami krisis serius, katanya.

Libanon telah menyatakan menolak sebuah permintaan keluarga Gaddafi untuk mendarat di negara itu, Kemarin malam, bandara Beirut menerima permintaan agar mengizinkan pesawat yang mengangkut keluarga Gaddafi mendarat, termasuk diantaranya Aline Skaff, istri Gaddafi kelahiran Lebanon dan putranya Hannibal, kata pejabat setempat.

Demonstrasi saat ini membuat harga minyak mentah dunia menjulang tinggi, saat ini mencapai 117 dolar per barel.

Hingga saat ini masih belum jelas apakah kota-kota yang dikontrol sebuah majelis yang dipersenjatai senapan otomatis itu adalah aparat kepolisian atau tentara.(rid)

___________________________

BERITA TERKAIT

Tentara Libya Makin Gelap Mata, Masjid Pun Diserang

SUMBER: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BENGHAZI – Perang besar-besaran yang dikobarkan pimpinan Libya, Moammar Gaddafi, terhadap demonstran langsung diterjemahkan para tentara pendukungnya di lapangan secara membabi buta. Seorang saksi mata di kota di sebelah barat kota Tripoli menyatakan, satu unit pasukan telah menghancurkan sebuah masjid yang diduga menjadi sarang para demonstran. “Menara masjid diruntuhkan,” ujarnya.

Saksi mengatakan kepada Associated Press melalui telepon bahwa beberapa demonstran, yang telah berkemah di dalam dan luar masjid telah dibunuh. “Yang masih hidup, mengalami luka parah,” ujarnya.

Saksi lain dari Zawiya menyatakan militer menggunakan roket anti-rudal dan senjata otomatis untuk menyerang pengunjuk rasa. Saksi berbicara dengan syarat anonim karena takut pembalasan dan laporan tidak dapat secara independen dikonfirmasi.

Saksi mengatakan serangan itu terjadi sehari setelah seorang pembantu Gaddafi datang ke kota itu dan memperingatkan pengunjuk rasa untuk meninggalkan kerumunan atau menghadapi pembantaian.

Ini bukan kali pertama tentara Libya menggunakan peralatan tempur untuk menghalau demonstran. Sebelumnya, pesawat perang Libya membom ibukota Tripoli Senin.

Fathi al-Warfali, aktivis Libya yang memimpin Komite Libya untuk Kebenaran dan Keadilan yang berpangkalan di Swiss, dan yang turut berdemonstrasi di depan markas besar PBB cabang Eropa di Jenewa, mengatakan “Pesawat-pesawat militer menyerang warga sipil, pengunjuk rasa di Tripoli. Warga sipil menjadi takut. Mana PBB, mana Amnesty International?” kata al-Warfali kepada Reuters.

Satu Tanggapan

  1. udh ga manusiawi to pemerintahannya………..

    salam persahabatan de MENONE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: