Para Pendemo Bahrain Terancam Pembunuhan Massal

Para Pendemo Bahrain Terancam Pembunuhan Massal

SUMBER: Irib

Aksi demo kian melebar ke seluruh penjuru Bahrain. Dalam menyikapi para pendemo pro-demokrasi, rezim Bahrain memilih kekerasan sebagai solusi. Hari Kamis pagi dini hari sekitar pukul 03.00, para pendemo yang berkumpul di Bundaran Pearl menjadi sasaran serangan militer yang dilengkapi dengan tank dan panser. Kemah-kemah di bundaran itu pun ditrabrak mobil-mobil berat militer. Militer menyerang dari berbagai sudut jalan di bundaran tersebut. Para pendemo berlarian dan terjebak kepungan militer. Pada akhirnya, kekerasan itu menelan 4 korban tewas dan 231 korban cidera pada Kamis lalu.

Meski rezim Bahrain memilih opsi kekerasan dalam menghadapi aksi unjuk rasa, para pendemo pro-demokrasi bukan malah berkurang, tapi malah bertambah banyak. Bahkan, laporan di lapangan menyebutkan, aksi demo sudah mulai melebar ke berbagai penjuru Bahrain. Dilaporkan pula, korban tewas sudah menelan puluhan orang.

Wakil Parlemen Bahrain, Ali Al-Aswad, kepada PressTV mengatakan, “Rezim Bahrain tengah melakukan pembunuhan massal.” Untuk itu, Al-Aswad juga menghendaki lembaga-lembaga internasional supaya terlibat mengantisipasi pembunuhan massal di Bahrain.

Berdasarkan laporan tersebut, mayoritas pendemo pro-demokrasi adalah warga Syiah. Para pendemo juga menyerukan yel-yel Haihaat Minna Al-Dzilah yang artinya “Jauhkanlah dari Kehinaan.” Haihat Minna Al-Dzilah adalah kalimat yang digunakan Imam Husein as di Padang Karbala dalam melawan pasukan Yazid bin Muawiyah pada tahun 61 Hijriah. Kalimat itu sengaja diserukan para pendemo untuk mendongkrak semangat perlawanan anti-kezaliman.

Di Bahrain, jumlah warga Syiah lebih banyak dari warga Sunni. Meski demikian, warga Syiah di Bahrain dikucilkan. Itu terbukti bahwa warga Syiah di negara ini tidak mempunyai fasilitas yang sama dengan warga Sunni. Berdasarkan laporan tersebut, populasi Syiah di Bahrain mencapai 70 persen.

Yang sangat disayangkan adalah sikap rezim Bahrain yang semestinya menampung aspirasi rakyat, tapi malah menyikapi mereka dengan kekerasan.Masyarakat Bahrain menuntut perubahan undang-undang dasar, pembatasan wewenang raja dan pengunduran diri Perdana Menteri Khalifa ben Salman El-Khalifa yang sudah berkuasa sejak tahun 1971.

Sementara itu, pasukan Arab Saudi dan Qatar dilibatkan membantu rezim Bahrain untuk menumpas para pendemo pro-demokrasi yang berkumpul di Bundaran Pearl. Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa mobil-mobil militer Qatar juga berkeliaran di Manama. Disebutkan, lebih dari seratus mobil militer Qatar dikerahkan dan berkoordinasi dengan pasukan keamanan Bahrain dan Arab Saudi. Menurut laporan tersebut, ratusan mobil militer Qatar dari kota Baqiq, Arab Saudi bergerak menuju Manama. Pasukan Garda Arab Saudi yang dilengkapi dengan mobil militer juga bersiaga penuh di jembatan penghubung Bahrain dan Arab Saudi. (IRIB/AR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: