Inilah Cuplikan Buku yang Menghina Islam dari Temanggung

Inilah Cuplikan Buku yang Menghina Islam dari Temanggung

SUMBER: Republika

Anthonius Richmord Bawengan

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG–Umat Islam bakal meradang jika membaca isi dari buku (stensilan) yang menjadi pemicu amarah sebagian warga kota Temanggung, Selasa (8/2). Buku yang diedarkan oleh terdakwa penistaan agama, Antonius Richmond ini terdiri atas dua judul. Yakni ‘Saudara Perlukah Sponsor!!’ (35 halaman)dan ‘Ya Tuhanku Tertipu Aku’ (60 halaman)

Keduanya juga tak menyertakan siapa penulisnya, kecuali sumber kutipan ayat maupun surat yang ada dalam Injil dan Quran. Namun jelas bahwa penafsiran Quran dalam buku ini cenderung subyektif dan dimanipulasi.

Misalnya, pada halaman 10 pada buku ”Saudara Perlukah Sponsor!!’. Pada pokok bahasa ke-3 dengan judul SPONSOR ALLAH. Dalam penjelasannya tertulis “ALLAH diperkenalkan oleh Muhammad, melalui dalil, tidak boleh dibantah. Dua kalimat syahadat yang menyatakan bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah. Tanpa bukti kekuasaan Allah. Muhammad tidak tercatat melakukan mujizat yang menjadi bukti kenabiannya (seperti Musa dan Yesus).

Di halaman 22 dengan judul Siapa Sesungguhnya Allah? Dikutip ‘Allah pasti bukan Yang Maha Tinggi!. Sebab ajaran moral dari Allah kalah- luhur dari hukum insani (manusiawi) yang menghukum para pembunuh siapapun dia. Quran sendiri menunjukkan bahwa Allah adalah pakar tipu (QS.3:54; 8:30; dll). Jadi Allah serombongan dengan setan yang suka menipu, sewatak orang kafir yang suka menipu.

Masih di penjelasan judul ini, ditulis “Allah adalah Yang Maha Kuasa dan Muhammad adalah Rasul Allah (dua kalimat syahadat) tanpa pembukktian, melainkan dengan pendekatan kediktatoran. Yang menolak dalil. Muhammad akan berhadapan dengan pedang”.

Sedangkan dalam buku ‘Ya Tuhanku, Tertipu Aku! Pada halaman 60 tertulis ‘Batu Hitam (Hajar Aswad) Betapa serius para calon haji mencium batu hitam yang dahulu kala jatuh dari langit (meteorite), demi sahnya titel haji yang mereka dambakan.

Tidak mereka sadari bahwa cungkup batu hitam (berwarna putih perak), sesungguhnya symbol kelamin wanita. Di sebelah sana mereka melempari ‘jumrah’ ke arah menara (yang mereka percaya sedang melempari jin). Padahal bagi antropolog menara ini merupakan simbol kemaluan lelaki. Mengapa demikian?”.

Masih di buku ini, pada halaman 12 ditulis “konsep surga yang diajarkan Muhammad (Quran) penuh kerancuan dan tipuan. Surga adalah tempat untuk memuaskan nafsu kedagingan. Bahkan hal- hal yang diharamkan umat muslim dihalalkan di surganya Allah”.

Sedangkan pada halaman 15 dengan judul ke-7 Umat Kristiani Tertipu Juga!. Tertulis “Janganlah anda menyeru Tuhan yang benar dengan ‘Allah’, yang jelas- jelas penipu”.

Ditengarai judul ‘Umat Kristiani Juga Tertipu’ inilah yang memicu keberatan bagi umat Kristiani, karena didalamnya tegas tertulis Allah.

————————————–
Salah Prosedur Tangani Rusuh Temanggung, PUIB Minta Kapolda Jateng Dicopot

SUMBER: Republika

TEMANGGUNG – Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Temanggung menilai, ada kesalahan prosedur penanangan massa saat sidang kasus penistaan agama oleh terdakwa Antonius Richmond Bawengan (50). Sehingga, menimbulkan kericuhan dan berbuntut kerusuhan massa.

‘’Di lapangan terjadi kesalahan prosedur penanganan massa, sementara kasus penistaan agama itu sendiri sudah sangat menyinggung perasaan umat Islam,’’ ujar Edy Tumiarso, salah satu pengurus FUIB.

FUIB mendesak kepada Kapolri untuk mencopot Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres  Temanggung karena tidak bisa mendeteksi secara dini, tidak mampu mengantisipasi kerusuhan,  dan tidak  bisa  melakukan pembinaan kepada anggotanya. “Polri yang seharusnya bisa pencegah terjadinya kerusuhan, tapi justru menjadi salah satu penyebab utama massa menjadi beringas dan tidak terkendali.”

FUIB juga menuntut aparat keamanan untuk mengusut tuntas kelompok dan aktor intelektual di belakang  Antonius. Sebab, keresahan massa dan provokasi yang memantik kerusuhan di Temanggung 8 Februari 2011, semuanya bermula dari kasus Antonius.

_______________________

Stensilan Yang Diedarkan Anthonius Nistakan Agama Islam dan Kristen

SUMBER: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Edward Aritonang menegaskan insiden amuk massa yang terjadi di Temanggung bukan dipicu oleh konflik antar umat beragama. Namun insiden pengusakan yang merembet ke tempat ibadah tersebut dipicu oleh ketidakpuasan sekelompok massa tertentu pada proses peradilan kasus penistaan agama.

“Berdasarkan berkas stensilan yang diedarkan oleh terdakwa, penodaan juga ditujukan kepada agama Islam dan Kristen,” ungkap Kapolda Jawa Tengah saat memberikan keterangan resmi di Mapolres Temanggung, Selasa (8/2).

Menurut Kapolda, berdasarkan buku stensilan yang bsempat diedarkan terdakwa di wilayah Temanggung –secara isi– pengarangnya  juga bermaksut melakukan penodaan terhadap  agama Islam dan Kristen.

Namun Kapolda menegaskan aksi ketidakpuasan terhadap proses peradilan ini akhirnya mengarah pada perusakan kantor polisi dan tempat ibadah. “Karena itu, kita masih terus dalami permasalahan ini,” tegasnya.

Kapolda juga menolak jika aparatnya kurang sigap mengantisipasi massa. Apalagi dalam persidangan sebelumnya juga sudah memanas akibat micu konsentrasi massa.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: