MESIR: Polisi pun Serahkan Seragam ke Demonstran

Polisi pun Serahkan Seragam ke Demonstran

SUMBER: TempoInteraktif

TEMPO Interaktif, Kairo -Ini pemandangan langka di tengah aksi demonstrasi besar-besaran yang dihadapi secara represif oleh polisi Mesir. Sebagian polisi di Kairo dan Alexandria menyatakan menyerah dan berbalik mendukung demonstran. Mereka menolak menembakkan gas air mata, meriam air, atau peluru tajam ke arah demonstran.

Di Alexandria, misalnya, sejumlah polisi menyerahkan senjata dan menanggalkan seragam mereka dalam aksi demonstrasi Sabtu dinihari. Mereka mengangsurkan seragam dan lencana kepada demonstran. Para pengunjuk rasa itu membalas dengan menawarkan minuman dan mengajak salat bersama.

Di kota wisata ini pula ratusan polisi kehabisan amunisi peluru dan gas air mata ketika menghadapi pengunjuk rasa seusai salat Jumat. Ribuan demonstran yang mengetahui bahwa para polisi telah kehabisan amunisi segera mengepung.

Untunglah, massa tak membalas melakukan kekerasan. Mereka justru membariskan polisi di halaman masjid sembari berseru, “Kami berdemonstrasi dengan damai…. Kami berdemonstrasi dengan damai!” Mereka juga membujuk ratusan polisi itu agar bergabung dalam aksi demo.

Di Kairo juga dilaporkan seorang komandan meletakkan tameng dan senjata gas air matanya. Ia seketika berseru mendukung demonstran. Seorang wartawan lokal yang melihat kejadian itu bertanya kepada sang komandan, apakah rezim Mubarak akan jatuh. “Rezim pemerintah sudah jatuh, ini tidak bisa dihentikan,” katanya.

Namun, di Suez, dua polisi yang menolak perintah komandannya langsung ditangkap. Di kota ini, puluhan korban jiwa berjatuhan. Demonstran tak gentar menyerbu kantor polisi, menyita senjata, membakar kantor dan belasan truk polisi.

Bentrokan terjadi di 11 dari 28 provinsi negara berpenduduk 80 juta jiwa itu. Sebagian besar polisi menangani demonstran dengan kekerasan pada hari yang disebut para demonstran sebagai Hari Amarah Nasional itu. Seratus orang tewas di seantero Mesir hingga kemarin. Tentara pun menggantikan polisi mulai kemarin.

Puluhan ribu pengunjuk rasa itu datang dari semua golongan. Ada warga Kristen yang membawa gantungan salib, ada warga Islam yang menenteng tasbih. Ada pula laki-laki muda yang mengenakan seragam restoran cepat saji atau para wanita yang mengenakan kerudung hitam. Mereka berbaur dengan para wanita dengan tata rambut mahal, jins ketat, dan sepatu kets Amerika.

Di pusat kota Kairo, orang-orang di balkon melemparkan kaleng Pepsi, lemon, dan botol air untuk pengunjuk rasa. Kaleng-kaleng minuman itu seketika habis dipakai untuk mengucek mata mereka yang baru saja disiram gas air mata.

Akbar Pribadi (Kairo) | Yos Rizal (AP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: