Nggak kapok, demo terus sampai SBY jatuh

Nggak kapok, demo terus sampai SBY jatuh

SUMBER: Harian Terbit

“Kita akan terus melakukan aksi-aksi menentang pemerintahan SBY yang sudah gagal total. Tak ada kata menyerah, dan sekarang berkat aksi yang dilakukan, rakyat sudah mengetahui pemerintahan SBY sudah gagal,” kata Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardhie dihubungi Harian Terbit, Kamis pagi (21/10).

Saat ditanya, aksi kemarin tidak ramai, Adhie mengemukakan, aksi kemarin memang lebih fokus di 32 kota dan Jakarta hanya formalitas demo. Namun, tegasnya yang penting adalah para pengunjuk rasa berhasil menanamkan di hati masyarakat Indonesia Presiden SBY gagal melakukan perubahan. Gagal memberantas korupsi dan mengentaskan kemiskinan.

“Ini yang penting sehingga di bulan Februari nanti, aksi besar-besar akan terjadi dan SBY lengser,” ujarnya.

Dihubungi terpisah aktivis Fadjoel Rahman menilai aksi demo kemarin jangan dilihat dari ramai tidaknya. Tetapi yang terpenting mahasiswa berhasil menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia maupun Pemerintah bahwa SBY-Boediono gagal melaksanakan pemerintahan yang bersih. Pemberantasan korupsi, penuntasan kasus Trisaksi dan pelanggaran HAM berat lainnya tidak berhasil dilaksanakan.

“Setahun lalu telah terjadi aksi besar-besaran. Namun SBY tetap tidak bergeming untuk melakukan perubahan. Jika ini tidak direspon baik akan terjadi konprontasi,” ujarnya dihubungi terpisah.

Jika konprontasi terjadi, tegasnya hanya ada dua pilihan yang bakal dialami SBY_Boediono. Yakni lengser seperti mantan Presiden Abdurraman Wahid alias Gus Gur atau seperti mantan Presiden Soeharto. “Kalau seperti lengsernya Gur Dur tidak mungkin karena parlemen telah dkuasi oleh SBY. DPR kita sudah mati suri. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari teman-teman di parlemen untuk melakukan perubahan,” ujarnya.

Menurutnya, lengser ala Soeharto Mei 1998 lebih potensi dialami Presiden SBY, yakni diminta mundur melalui parlemen jalanan lewat aksi mahasiswa. “Jadi demo kemarin penampakan lahirnya parlemen jalanan. Ini jangan dianggap enteng oleh SBY,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah aktivis memnyesalkan dan memprotes keras tindakan aparat kepolisian yang bertindak represif terhadap para mahasiswa yang berunjuk rasa di sejumlah kota, kemarin (20/10). Mereka meminta Kapolri Jenderal Bambang Hendarso (BHD) segera menindak oknum polisi yang melakukan kekerasan di lapangan.

“Seperti aksi depan Istana Negara. Depan mata saya aksi teman-temanan mahasiswa biasa saja. Tidak ada yang anarkis. Tetapi polisi menempakkan gas air mata. Padahal gas air mata itu tidak ada urgensinya, karena aksi berjalan damai,” ujar Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M. Massardi dihubungi Harian Terbit di Jakarta, Kamis (21/10).

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyesalkan terjadinya bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa yang mengakibatkan seorang Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) terluka tembak di kaki sebelah kanan.

Ketua Badan Pengurus YLBHI Erna Ratnaningsih di Jakarta, Rabu, menilai bentrokan tersebut dipicu oleh sikap aparat polisi yang cenderung berlebihan dalam menangani unjuk rasa memperingati setahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wakil Presiden Boediono itu. “Penanganan aksi demonstrasi oleh aparat kepolisian terhadap massa aksi cenderung berlebihan,” kata Erna.  (zamzam/negara)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: