Pernyataan Resmi Rektor Al-Azhar tentang Syiah dan Pengkafiran atasnya.

Pernyataan Resmi Rektor Al-Azhar tentang Syiah dan Pengkafiran atasnya.

SUMBER: ABNA

Di dalam Al-Qur’an, tidak ada satupun ayat yang bisa dijadikan hujjah untuk mengkafirkan Syiah. Saya terkadang shalat di belakang Ulama Syiah. Dan tak ada seorangpun ahli tafsir Ahlus Sunnah yang menyebutkan Syiah memiliki Al-Qur’an yang lain, yang berbeda dengan yang dimiliki Ahlus Sunnah.

.

 

Rektor al Azhar Dr Ahmad Al-Tayyib

 

Menurut Kantor Berita ABNA, Dr. Ahmad al Tayyib, rektor Universitas Al-Azhar Mesir menegaskan penolakannya terhadap beberapa stasiun televisi yang mengkafirkan Syiah. “Di dalam Al-Qur’an tidak ada hujjah yang dapat digunakan untuk mengkafirkan Syiah.” Tegasnya.

Al-Tayyib berkata, “Saya terkadang shalat di belakang ulama Syiah dan tidak ada al-Quran lain di sisi Syiah, itu hanya kabar angin yang sengaja dihembuskan untuk memecah belah sunni-syiah”.

Tegas beliau lagi, “Tidak seorang pun ahli Tafsir Ahlusunnah yang berkata bahwa Syiah mempunyai al-Quran yang lain”.

Syaikh al-Azhar turut menyampaikan keinginan beliau untuk menziarahi Najaf jika berkesempatan melakukan lawatan ke Irak, selama pemerintah Irak dapat kembali memulihkan kondisi politik dan keamanan di negeri seribu satu malam tersebut.

*********************

BERITA TERKAIT

Terimakasih Al Azhar atas Fatwa Ayatullah Al-Uzhma Ali Khamanei

SUMBER: ABNA

Rektor Universitas Al-Azhar Mesir menyambut baik fatwa Ayatullah al-Uzhma Sayyid Ali Khamenei yang mengharamkan kepada para pengikut Syiah untuk melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap sahabat-sahabat Nabi dan simbol-simbol khusus milik umat Sunni.

.

Menurut Kantor Berita ABNA, Rektor Universitas Al-Azhar Mesir menyambut baik fatwa Pemimpin Besar Revolusi Republik Islam Iran Sayyid Ali Khamanei mengenai pelarangan umat Syiah untuk menyerang dan menghina ummul mukminin Aisyah dan sahabat-sahabat Nabi saww lainnya, Rektor Universitas al-Azhar Syaikh Ahmad Tayyib berkata, “Dikeluarkannya fatwa ini berada pada waktu yang tepat, khususnya untuk mencegah adanya perpecahan dan timbulnya fitnah yang lebih besar.”

Ahmad Tayyib dalam lanjutan penjelasannya mengatakan, “Saya berbahagia dan menyambut baik dikeluarkannya fatwa yang penuh berkah ini oleh Hadhrat Imam Ali Khamanei khususnya mengenai pengharaman penghinaan terhadap sahabat-sahabat Nabi saw radiAllahu ‘alaihim atau pelecehan terhadap istri Nabi saw Ummul Mukminin Aisyah ra. Fatwa ini berdasarkan pengetahuan yang benar dan pemahaman yang mendalam akan adanya bahaya dari musuh-musuh Islam yang selalu berupaya memecah belah umat, dan juga menunjukkan adanya keinginan yang besar untuk mewujudkan persatuan umat Islam.

Beliau melanjutkan, “Keistimewaan fatwa ini adalah karena dikeluarkan oleh ulama besar kaum muslimin dan marja taklid dari umat Syiah dan juga adalah sebagai Rahbar, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran.”

At-Tayyib dalam penjelasannya menyatakan, “Saya yang berada dalam lingkungan pendidikan dan memperhatikan mengenai urusan syar’i, saya katakan berupaya keras dan sungguh-sungguh demi terwujudnya persatuan umat Islam adalah sesuatu yang wajib, dan berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisir adanya perselisihan antar pengikut mazhab yang berbeda. Persatuan umat Islam lebih utama dan penting dari segalanya, Allah SWT berfirman, “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Anfaal: 46).

“Saya juga menyatakan, barang siapa yang diantara kaum muslimin menyebarkan fitnah, sesungguhnya ia adalah pendosa, yang akan mendapatkan azab Allah dan merupakan orang-orang yang ingkar di tengah-tengah umat.” Tegasnya.

Rektor al Azhar bersyukur dan mengucapkan rasa terimakasih yang mendalam kepada Ayatullah Sayyid Ali Khamanei atas fatwa beliau yang keluar pada saat yang tepat, dan dengan izin Allah akan menjadi fatwa yang dapat mempererat persatuan kaum muslimin dan dapat menutup pintu-pintu fitnah dan perpecahan.

Rektor al-Azhar juga berharap semoga Allah SWT menjadikan fatwa tersebut sebagai permulaan yang baik dan merupakan bukti adanya i’tikad baik dan kesungguhan untuk menyatukan kaum muslimin sehingga tidak ada lagi tempat bagi mereka yang bersikap ghuluw, yang kesibukannya hanya menyebarkan fitnah dan memecah belah kaum muslimin. Beliaupun juga berharap kepada seluruh umat Islam se dunia untuk berpegang teguh kepada tali Allah sehingga tidak menjadi umat yang berpecah belah. Di akhir penjelasannya beliau menegaskan, “Mesir akan turut serta untuk menjadi Negara yang akan mendekatkan umat Islam  satu sama lain sampai terwujud persatuan umat Islam sedunia.”

Satu Tanggapan

  1. Assalamu alaikum wrwb
    Salam kenal, sungguh …… suatu kabar gembira, semoga kaum muslimin bisa terhindar dari politik adu domba musuh melalui isu sunni-syiah. Semoga Izzah Islam akan terwujud.
    Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: