YLKI imbau hindari makan mie instan

YLKI imbau hindari makan mie instan

SUMBER: Harian Terbit

Harian Terbit, JAKARTA -Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Husna Zahir mengatakan sebaiknya masayarakat Indonesia menghindari makan makanan olahan, seperti Indomie secara berlebihan. Sebenarnya methyl p-hydroxy benzoate yang berkadar 250 mg/kg sudah merupakan standar Indonesia sehingga bisa dikonsumsi masyarakat.

“Namun apabila mie instan tersebut dijadikan makanan pokok bisa menimbulkan bahaya terhadap konsumen ter-sebut. Masyarakat harus ingat makanan yang mengandung pengawet, penyedap, pewarna bisa menimbulkan gangguan terhadap fungsi-fungsi tubuh,” kata Husna Zahir kepada Harian Terbit, Selasa (12/10).

Secara terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan Bambang Mulyatno mengakui bahwa pihak Kantor Dagang Indonesia (KDI) di Taiwan sudah mendapat pemberitahuan dari departemen kesehatan setempat terkait kasus temuan produk mie instant Indomie ‘berbahaya’ sejak 4 bulan lalu.

“KDI diberitahukan 4 bulan lalu (departemen kesehatan Taiwan ). Isi suratnya mohon diklarifikasi ada produk Indomie yang menggunakan bahan pengawet, yang tak sesuai diberlakukan di Taiwan,” kata Bambang di gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta , Senin (11/10).

Semenjak itu, pihak KDI mencoba melakukan klarifikasi ke pihak produsen mie instant yang di maksud dalam hal ini Indofood untuk memberikan keterangan mengenai informasi tersebut.

Berdasarkan hasil kla-rifikasi itu terungkap bahwa produk mie instant Indomie yang bermasalah di Taiwan adalah produk Indomie yang spesifikasi untuk pasar Indonesia.

Sehingga kata dia masalah ini hanya terkait standarisasi yang berbeda antara dua negara dalam penggunaan bahan pengawet.

“Yang ditemukan di departemen kesehatan Taiwan adalah produk Indomie yang harusnya beredar di Indonesia ,” katanya. Bambang menjelaskan, pihak Indofood sebelumnya sudah me-ngatakan bahwa produk yang mereka kirim ke Taiwan sudah sesuai dengan ketentuan yang di Taiwan.

Ia menambahkan dari informasi yang ada bahwa harga mie instant di Taiwan lebih mahal dibandingkan harga mie instant di Indonesia, sehingga terjadi perbedaan harga yang mencolok.

Seperti dikabarkan sebelumnya, media-media di Taiwan mengabarkan penarikan Indomie dari sejumlah supermarket. Indomie ditarik karena mengandung methyl p-hydroxy benzoate yang dilarang di Taiwan. Tidak hanya di Taiwan, dua jaringan supermarket terbesar di Hong Kong juga menyetop penjualan produk INDF. Pemerintah Hong Kong pun akan melakukan tes uji produk Indomie.

Namun, berdasarkan rilis resmi Indofood CBP Sukses Makmur, selaku produsen Indomie menegaskan, produk mie instan yang diekspor ke Taiwan sudah memenuhi peraturan dari Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan.

Menurut Husna, jika konsumen mengkonsumsi mie instan hanya sekali-sekali saja tidak membuat bahaya besar. Untuk itu, konsumen perlu mengatur pola makan yang sehat, seperti yang mengandung serat, protein atau yang dibutuhkan tubuh lainnya.

Menurut Husna, ada baiknya BPOM meneliti kembali produk mie instan sebagaimana yang diinginkan sejumlah pakar kesehatan.

“Dengan demikian, nantinya ada kesimbangan dalam tubuh manusia. Namun sayangnya, pada konsumen kelas menengah kebawah mie instan ini dijadikan bahan makanan pokok yang digunakan secara terus menerus dan dikonsumsi dalam jumlah banyak,” jelasnya.

Jika sudah terjadi demikian, katanya, tentu saja mie instan itu akan berubah menjadi bahan berbahaya bagi tubuh. Untuk itu, konsumen harus segera membatasi jangan sampai keterusan untuk melahapnya.

Masyarakat harus sadar dan berusaha membatasinya, jangan sampai keenakan. Sebab bila berlebihan, zat yang berbahaya tersebut bisa menyebabkan gangguan lambung,” tuturnya.

Menurut Husna, pengurangan mengkonsumsi zat bahan berbahaya ter-sebut bukan untuk mie instan saja, tapi untuk makanan olahan lainnya, seperti permen yang juga banyak ditarik dari peredaran. Pihak YLKI mengkhawatirkan jika dikonsumsi secara berlebihan akan mempunyai potensi bahaya dalam waktu jangka panjang. (antara/maghfur/junaedi)

________________________

Berita Terkait

DPR segera panggil BPOM, tinjau ulang standar mie instan

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: