Astaghfirullah: Anggaran Pidato Presiden SBY Capai Rp1,9 Miliar

Astaghfirullah Anggaran Pidato Presiden SBY Capai Rp1,9 Miliar

SUMBER: Media indonesia

Senin, 11 Oktober 2010 17:50 WIB

 

SBY Pidato

 

JAKARTA–MICOM: Menteri Sekertaris Negara (Mensegneg) Sudi Silalahi mengatakan anggaran penyusunan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebesar Rp1,9 miliar. Anggaran itu termasuk biaya percetakan dan pelatihan pembuatan pidato.

Mensegneg, dalam rapat kerja dengan Komisi II di Gedung DPR Jakarta, Senin (11/10), menjelaskan, anggaran Rp1,9 miliar tersebut terdiri dari tiga komponen. Yakni, anggaran penyusunan naskah pidato, anggaran percetakan naskah pidato serta anggaran pendidikan dan pelatihan pidato.

Mensegneg mengatakan, proses pembuatan naskah pidato Presiden memang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah. Tapi, tambah dia, Presiden mengambil porsi anggaran terkecil, yaitu Rp170 juta.

“Anggaran itu direncanakan sebagai honorarium sekretariat dalam satu tahun, untuk pengumpulan dan pengolahan data,” ujar Mensesneg.

Sudi menuturkan, anggaran terbesar digunakan buat biaya percetakan. Pidato Presiden dicetak halus dengan biaya hingga Rp1,134 miliar. Biaya percetakan sebesar itu direncanakan dengan asumsi tiga kali pidato kenegaraan pada Agustus 2011, pidato kenegaraan di DPR, pidato RAPBN, dan pidato pembangunan di DPR.

Sekneg, lanjut Sudi, juga menganggarkan khusus untuk pelatihan menyusun pidato SBY. Pidato Presiden harus dibuat sempurna, sehingga membutuhkan banyak tenaga ahli.

“Pelatihan komponen pendidikan dan latihan (diklat) penyusunan pidato dengan porsi anggaran Rp431,632.000. Anggaran itu untuk pusdiklat Setneg yang menyelenggarakan pelatihan penyusunan naskah pidato Presiden,” tandasnya. (*/Metrotvnews/OL-3)

*****************************

.

BERITA TERKAIT

.

Biaya Pidato SBY Rp1,47 M
Dianggap Terlalu Boroskan Uang Negara

SUMBER: Radar Bogor

Sabtu, 09 Oktober 2010 , 10:34:00

JAKARTA – Penyusunan naskah pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata membutuhkan anggaran khusus. Dalam dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) Sekretariat Negara terungkap, setidaknya anggaran Rp1,47 miliar lebih telah diajukan. 

Besaran anggaran tersebut masuk dalam pos pelaksanaan acara/keprotokolan Mensesneg. Anggaran itu terdiri atas item penyusunan pidato kenegaraan di depan parlemen Rp1,07 miliar, penyusunan naskah pidato awal tahun Rp225, 9 juta, dan penyusunan naskah pidato Rp170 juta.

Wakil Ketua Komisi II Ganjar Pranowo menegaskan, pihaknya pasti menolak poin-poin anggaran yang dianggap tidak rasional.

“Tapi, soal anggaran pidato ini, saya akan cek dulu,” kata Ganjar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

Dia menyatakan, hingga saat ini, komisinya baru menyetujui pagu anggaran. Tapi, detail program dan seterusnya masih akan dibahas lebih lanjut di komisi II. “Tapi, semua harus menyadari bahwa kita (Indonesia,red) sekarang dalam keadaan sulit anggaran,” tambah politikus asal PDIP tersebut.

Secara terpisah, peneliti anggaran dari Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam menegaskan, anggaran penyusunan pidato presiden tersebut sama sekali tidak diperlukan. Sebab, menurut dia, hal itu sebenarnya menjadi tugas rutin kepresidenan. “Saya tidak tahu, kok sepertinya ada saja cara pemerintah negeri ini menghamburkan uang rakyat,” sesalnya.

Dia juga menilai, dimasukkannya anggaran penyusunan pidato presiden itu telah mengingkari kampanye presiden sebelum terpilih. Yaitu, perilaku hidup hemat, termasuk dalam hal penyelenggaraan negara. “Seperti ini bukan hemat, tapi sangat boros,” imbuh Roy.

Selain tiga item terkait dengan penyusunan pidato presiden tersebut, sebenarnya masih ada item di pos anggaran lainnya yang berhubungan dengan pidato presiden. Di pos penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan SDM Setneg, terdapat poin kurikulum naskah pidato Rp431,6 juta.

Ada pula di pos lainnya. Item anggaran penerjemahan pidato kenegaraan serta keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN dan nota keuangan di depan paripurna DPR mencapai Rp91,7 juta. (dyn/c6/agm)

***************************

.

Sudi: Anggaran Pidato Presiden Rp 1,9 Miliar

SUMBER: Tribun News

 

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengamini pos anggaran pidato presiden yang mencapai Rp 1,9 miliar. Dana ini terdiri dari gabungan tiga komponen, yakni anggaran penyusunan naskah pidato, anggaran percetakan naskah pidato dan anggaran pendidikan dan pelatihan pidato.

“Penyusunan naskah pidato presiden mengambil porsi anggaran terkecil, yakni Rp 170 juta,” ujar Sudi Silalahi saat rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Jakarta, Senin (11/10/2010).

Menurutnya, anggaran direncanakan sebagai honarariun sekretariat dalam satu anggaran, antara lain untuk pengumpulan dan pengolahan data.

“Porsi terbesar dianggarkan untuk biaya percetakan pidato kenegaraan dan pidato awal tahun sebesar Rp 1.134.000.000,” ungkapnya.

Mantan Sekretaris Kabinet ini mengemukakan, biaya percetakan tersebut direncanakan dengan asumsi tiga kali pidato kenegaraan di bulan Agustus 2011. Tiga pidato yang dianggarkan adalah pidato RAPBN, pidato kenegaraan dihadapan DPR dan pidato pembangunan daerah dihadapan DPD serta pidato awal tahun 2011.

“Biaya percetakan mencakup percetakan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris,” jelasnya.

Sudi menyebut, naskah pidato dibagikan kepada seluruh anggota DPR dan DPD, instansi pemerintah pusat dan daerah, perwakilan negara-negara sahabat dan organisasi internasional serta kepada media di dalam atau di luar negeri.

Di sisi lain, lanjut Sudi, terdapat juga komponen anggaran pendidikan dan pelatihan penyusunan pidato, dengan porsi rencana anggaran yang cukup besar, yakni Rp 431.632.000.

“Tapi sesungguhnya dana itu bukan bagian dari penyusunan naskah pidato presiden. Anggaran itu diperuntukkan bagi pusdiklat sekneg, yang menyelenggarakan kegiatan pelatihan penyusunan naskah pidato,” urainya seraya menyatakan, usulan rencana anggaran masih dapat dilakukan penyesuaian, dengan tetap mengedepankan asas efisiensi dan efektivitas.

Pada lampiran Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dengan Komisi II DPR RI disebutkan, komponen terbesar dari keseluruhan anggaran adalah untuk keperluan biaya cetak. Pada komponen anggaran penyusunan pidato kenegaraan RI dihadapan DPR dan DPD sebanyak tiga kali di bulan Agustus 2011 direncanakan sebesar Rp 1.077.125.000.

Dana ini terdiri atas komponen biaya percetakan yang mencapai Rp 945.000.000. Biaya percetakan direncanakan untuk mencetak naskah pidato presiden sebanyak 15.000 ekslemplar.

Selain untuk biaya percetakan, dana penyusunan naskah pidato SBY pada bulan Agustus 2011 direncanakan untuk membiayai honorarium tim penyusunan naskah pidato lintas kementerian sebesar Rp 52.350.000, berikut biaya perjalanan dinas terkait sebesar Rp 75.180.000 dan biaya administrasi pengadaan sebesar Rp 4.595.000

Lain hal dengan pidato SBY di bulan Agustus, penyusunan naskah pidato presiden di awal tahun direncanakan sebesar Rp 225.985.000. Dana ini digunakan untuk pembiayaan percetakan yang mencapai Rp 189.000.000.

Honaririum tim penyusun draft naskah pidato lintas kementerian juga dianggarkan sebesar Rp 34.900.000, berikut biaya administrasui pengadaan senilai Rp 2.085.000.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: