Surat SBY untuk Malaysia bukan Cara Tepat Berdiplomasi

Surat SBY untuk Malaysia bukan Cara Tepat Berdiplomasi

SUMBER: Media Indonesia

Syahganda Nainggolan

LOMBOK BARAT–MI: Surat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Tun Najib Razak mengenai ajakan damai menyelesaikan kemelut akhir-akhir ini bukan cara tepat berdiplomasi.

“Surat SBY yang dikirimkan Jumat (27/8) itu dapat melukai perasaan bangsa yang sejauh ini sering diperlakukan rendah oleh Malaysia,” kata Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan melalui surat elektronik dari Jakarta, Sabtu (28/8).

Mantan Direktur Eksekutif Cides (Centre for Information and Development Studies) itu mengatakan seharusnya SBY tidak serta merta mengirim ajakan berdamai. Sebab, bangsa Indonesia tidak bersalah kepada Malaysia.

“Apalagi Indonesia merupakan negara besar sehingga Presiden SBY tidak patut melakukan itu, ” kata kandidat doktor ilmu kesejahteraan sosial Universitas Indonesia.

Dengan surat tersebut, katanya, Malaysia bukan malah menghargai Indonesia di panggung internasional ataupun dalam hubungan kedua negara tetapi sebaliknya akan semakin memandang enteng Indonesia.

Sikap yang dilakukan SBY melalui surat itu, ujar Syahganda, tidak berpatokan pada semangat diplomasi yang menjunjung kemartabatan bangsa. “Dengan begitu kesannya kita bangsa yang suka mengalah padahal ada falsafah tidak ada kamus mengalah jika martabat bangsa yang diganggu,” katanya. (Ant/OL-01)

******************************

BERITA TERKAIT

Memprihatinkan, Pos Penjaga Perbatasan Ri-Malaysia Hanya Tenda Darurat

SUMBER: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Para anggota Komisi I DPR RI yang tengah mengikuti kunjungan kerja di perbatasan RI-Malaysia, mengaku prihatin dengan nasib dan kesejahteraan pasukan TNI penjaga perbatasan. Rupanya hingga kini, sebagian hanya menggunakan tenda darurat sebagai pos militer.

Padahal tak sedikit pejabat pemerintah pusat yang berkunjung ke sini. “Kenyataannya, masalah pemberdayaan kawasan perbatasan, seperti peningkatan kesejahteraan prajurit TNI, pemberian fasilitas militer yang mumpuni, termasuk pembenahan infrastruktur transportasi darat guna mendukung perekonomian warga, tidak pernah disentuh,” ujar Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Paula Sinjal, Kamis (5/8).

Berbicara melalui hubungan telepon langsung dari desa Enthikong di pos terdepan RI di Provinsi Kalimantan Berat (Kalbar), Paula Sinjal mengungkapkan, kesejahteraan pasukan TNI benar-benar memprihatinkan. “Sarana dan prasarana berupa pos permanen perlu dibangun. Bukan hanya tenda darurat atau dengan pos-pos yang fasilitas militernya sederhana. Ini hanya akan melahirkan kualitas penjagaan perbatasan yang sederhana juga,” ucapnya menegaskan.

Sementara itu, mengenai keluhan warga RI di perbatasan, Paula Sinjal menganggap sangat serius untuk diberi perhatian khusus. “Kebutuhan-kebutuhan pokok mereka selama ini lebih banyak dibeli dari negera tetangga (Negara Bagian Serawak, Malaysia). Ini karena, selain harganya lebih murah dan barangnya relatif lebih berkualitas ketimbang yang didatangkan dari Jakarta dan sekitarnya, juga akses hubungan darat lebih baik ke Kuching (ibu kota Serawak), ketimbang ke Pontianak (ibu kota Provinsi Kalbar),” ungkapnya.

Permasalahannya, sudah sejak lama masyarakat perbatasan di sini merindukan pembangunan prasarana-sarana transportasi jalan (darat) sepanjang 932 km. Tapi, tetap saja kenyataan masih jauh dari harapan. Padahal, menurut Paula Sinjal, jika jalan darat di kawasan perbatasan di wilayah NKRI bagus, akan menjadikan harga-harga bahan pokok lebih murah.


Satu Tanggapan

  1. gimana nasib bangsa ini kelak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: