Bahrain:Politik Adu Domba Sunni-Syiah Oleh Amir Yang Sunni di Negara Mayoritas Syi’ah

Bahrain:Politik Adu Domba Sunni-Syiah Oleh Amir Yang Sunni di Negara Mayoritas Syi’ah

Sumber: Irib

Menguak Kebijakan Anti-Syiah di Bahrain

Lantaran khawatir dengan terus meningkatnya kekuatan politik kalangan Syiah, Pemerintah Bahrain melancarkan kebijakan anti-Syiah dengan menangkapi para tokoh oposisi Syiah. Ketua Gerakan Al-Haq Abdul Jalil Al-Sankis, Ketua Komite Hak Asasi Manusia Bahrain Abdul Ghani Al-Khanjar, ulama Syiah Muhammad Al-Miqdad, dan aktifis politik Said Al-Nuri merupakan sejumlah tokoh Syiah yang ditangkap oleh Pemerintah Manama baru-baru ini.

Sejumlah analis politik menilai penangkapan para tokoh Syiah menjelang pemilu parlemen di Bahrain merupakan salah satu upaya untuk membendung aktifitas politik masyarakat Syiah. Rencananya, pemilu parlemen itu digelar Oktober mendatang.

Tak syak, ketakutan terhadap infiltrasi Syiah di tubuh parlemen merupakan faktor utama penyebab kian diperketatnya kebijakan anti-Syiah di Bahrain. Meski sekitar 70 persen warga Bahrain adalah penganut Islam Syiah, namun di kancah politik mereka terbilang sebagai kelompok mayoritas yang termarjinalkan.

Semenjak 10 tahun belakangan ini, Pemerintah Bahrain menerapkan kebijakan yang lebih ketat terhadap warga Syiah. Aktifis politik dan blogger asal Bahrain, Mosthafa Sadiq dalam laporannya baru-baru ini yang dirilis di situs Husainiyouths.com membeberkan beragam aksi pemberangusan anti-Syiah di negaranya. Dalam laporan itu terungkap bahwa Putra Mahkota Bahrain Salman bin Hamad Al-Khalifa mendukung kebijakan anti-Syiah di negara tersebut. Sadiq memaparkan bahwa gerakan adu-domba antarmazhab di Bahrain dilancarkan dengan dukungan kedutaan besar AS dan Inggris.

Selama satu dekade terakhir, pemerintah Bahrain giat melakukan naturalisasi terhadap warga asing bermazhab Sunni untuk mengubah komposisi demografi di Bahrain. Upaya itu dilakukan untuk memangkas populasi mayoritas warga muslim Syiah.

Maraknya perlakuan diskriminatif yang diterapkan pemerintah Bahrain terhadap warga Syiah, juga diungkap oleh Sekjen Forum Waad, Ibrahim Sharif Al-Amin. Ia menegaskan bahwa pemberian status kewarganegaraan bagi warga asing merupakan kebijakan yang terencana dan muncul dari sikap fanatisme kemazhaban keluarga kerajaan Al-Khalifa.

Selama ini pemerintah Manama memang getol memberikan status kewarganegaraan bagi warga asing bermazhab Sunni. Upaya itu dilakukan untuk mengubah status mayoritas masyarakat Syiah di negara tersebut. Karena itu, banyak pakar politik dan sosial yang mengkhawatirkan bahwa kebijakan semacam itu bisa berdampak buruk dan mengancam persatuan Islam di kalangan masyarakat Sunni dan Syiah. (IRIB/LV/NA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: