Anas Gagal, Partai SBY Terseok!

Anas Gagal, Partai SBY Terseok!

SUMBER: Inilah Com

NILAH.COM, Jakarta – Kekalahan Demokrat dalam sidang paripurna DPR terkait Century Gate cukup telak. Kekalahan ini membuktikan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Fraksi Demokrat, telah keok di kandangnya sendiri.

DPR, Rabu (3/3) malam, melalui voting memutuskan opsi C, yakni pemberian dana talangan kepada Bank Century dan penyalurannya diduga ada penyimpangan sehingga diserahkan ke proses hukum. Hasil voting ini menunjukkan koalisi partai politik yang mendukung pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono telah goyah.

Kekalahan itu bisa berarti kekalahan Anas Urbaningrum selaku Ketua Fraksi Partai Demokrat. Anas bisa dibilang keok di kandangnya sendiri dan akibatnya partai SBY pun ikut menbonyok. “Itu bisa jadi indikasi pudarnya karir politiknya,” kata Umar S Bakry, seorang pemerhati politik.

Dampak lain, kata Direktur LSN itu, harapan Anas menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat nampaknya bakal ambyar seiring kekalahan partai SBY dalam voting Century di DPR itu.

Anas selama ini berhasil menggandeng masuk SBY menjadi anggota kehormatan KAHMI, juga berhasil menunjukkan citra Partai Demokrat sebagai partai kaum yang santun.

Karir Anas selama bertahun-tahun boleh dibilang moncer. Mantan Ketua Umum PB-HMI itu sempat menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kemudian masuk ke jajaran elit di Partai Demorkat sebagai salah satu ketua. Tapi intelektual muda ini nampaknya harus kandas di kandangnya sendiri.

“Dia keok, sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya terperosok juga. Ini pelajaran baginya. Namun saya kira, Anas bersikap adem-ayem dan biasa saja sebab dalam politik menang-kalah soal biasa,” kata pengamat politik UIN Jakarta Abas Jauhari MA.

Kubu Demokrat dan lawan-lawan politiknya bisa mengambil pelajaran berharga. Pertama, koalisi sudah hancur dan kehilangan ‘raison detre’ untuk dilanjutkan. Kubu Demokrat amat kecewa dengan kemenangan opsi C itu.

Namun harus mereka sadari ini sebagai sebuah pembelajaran politik bagi Demokrat. Kecewa boleh tapi perlu belajar dari proses demokrasi, dimana perbedaan pendapat di dalam sidang, terbukti bisa berjalan damai. Sebuah modal sosial yang baik dalam melangkah ke depan.

Kedua, kemenangan opsi C dalam sidang paripurna itu, bukanlah finalisasi nasib Boediono-Sri Mulyani. Opsi C menegaskan adanya dugaan pelanggaran hukum dalam kebijakan bailout Bank Century. Sehingga kasus ini harus diteruskan.

Banyak kalangan yang menilai, dalam kekalahan Partai Demokrat dalam voting sidang paripurna DPR semalam, kesalahan tentu tak hanya pada diri Anas atau Marzuki Alie. Namun juga bos partai itu sendiri.

“Permainan politik belum usai. Nampaknya adu kuat akan terus terjadi antara kubu Demokrat yang membela Boediono-Sri Mulyani versus oposisi baik dari luar maupun dari dalam koalisi. Peran Anas di kubu Demokrat masih belum berakhir, sejarah masih berjalan,” kata Dr Ari Bainus, pengamat politik Universitas Padjadjaran. [mdr]

Satu Tanggapan

  1. kalah menang biasa dalam politik… yang kalah bersabar… yang menang jangan sombong…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: