Ka’ban: Jika Boediono mundur, stabilitas politik akan membaik

Ka’ban: Jika Boediono mundur, stabilitas politik akan membaik

SUMBER: Harian Terbit

AKARTA- Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), MS Ka’ban  mengimbau agar Wakil Presiden Boediono bersikap seperti negarawan dalam menghadapi kasus Bank Century. Sebab, yang bersangkutan disebut-sebut Pansus Bank Century DPR  sebagai orang paling bertangungjawab terhadap skandal dana talangan (bailout) Bank Century.

“Boediono harus berani mengambil risiko mundur demi kepentingan bangsa dan negara. Soalnya, desakan mundur terhadap beliau berhembus kencang. Harusnya beliau berani mengambil risiko demi kemasalahatan bangsa ini,” ujar kata MS Ka’ban, Senin (1/2).

Menurut mantan Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia (KIB) jilid I ini, jika Boedino mengambil sikap yang berani dengan mundur dari jabatan Wapres, stabilitas politik akan membaik. Artinya, Boedino tidak akan menjadi ganjalan politik bagi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Kalau Boediono mundur, tidak ada demo dan pernyataan-pernyataan politk yang membuat suasana menjadi panas.”

“Pak Boediono harus meniru Pak Harto yang ketika rakyat sudah tidak menghendaki dirinya memimpin negeri ini yang bersangkutan dengan arif mundur dari kursi kepresidenan,” kata Kaban. Ditanya soal pemakzulan Presiden SBY, Kaban mengatakan dirinya belum melihat alasan yang kuat untuk melakukan impeachment terhadap Presiden SBY, karena SBY bukan orang yang terlibat langsung dalam masalah Bank Century.

Lagi pula, ujar kaban, pemakzulan terhadap Presiden hanya akan menimbulkan kekisruhan politik yang lebih buruk. “Saya tidak melihat celah pemakzulan terhadap Presiden SBY. Kalau itu dilakukan, biaya yang harus dibayar bangsa ini terlalu tinggi.”

“Kalau Pak Boediono, saya kira memang sudah jelas namanya disebut Pansus bahwa dia bertangungjawab,” demikian Kaban.

Sementara itu pengamat politik CSIS J Kristiadi mengatakan lobi-lobi politik yang dilakukan menjelang rapat paripurna DPR tentang penyelesaian kasus Bank Century, jangan sekadar untuk menjegal lawan politik namun seharusnya tetap diarahkan bagi kepentingan publik yang lebih besar. “Lobi-lobi politik, menjelang paripurna itu wajar, namun jangan sekadar untuk menjegal lawan politik dalam hal ini terkait kasus Bank Century,” katanya, pada diskusi “Pendapat Pansus vs Pendapat Rakyat” di Jakarta, Senin.

Bagaimana pun, katanya, kepentingan politik tak bisa dilepaskan dari keberadaan dan kerja Panitia Angket Kasus Bank Century dalam dua bulan terakhir ini. Maka, wajar ketika nuansa politis turut mewarnai hiruk-pikuk eksistensi Panitia Angket, mulai dari ancaman “reshuffle” hingga iming-iming kursi menteri.

Ia mengatakan lobi-lobi yang dilakukan harus menyangkut substansi penyelesaian, bagaimana putusan paripurna akan diambil dan hasil paripurna benar-benar memberikan manfaat bagi kepentingan yang lebih besar. Menurut Kristiadi, lobi itu harus bermuara kepada tiga hal. “Pertama, apakah kebijakan tidak sempurna dan ada kekeliruan yang memang dibenarkan,” ujarnya. Kedua, apakah memang dalam merger Bank Century terjadi penyalahgunaan dan penyelewengan kekuasaan. “Itu harus diwujudkan secara lembaga dan oleh lembaga yang berhak,” katanya.

Ketiga masalah dana talangan lainnya, “Itu ke mana harus diusut, karena belum selesai. Sebab hal ini tugas Pansus untuk mengungkapkan,” ucap Kristiadi. (akhir/tbt)

Satu Tanggapan

  1. Gak peduli siapa wapresnya, yang penting ekonomi bisa stabil. soalnya kalo gini terus, bosan kita liat siaran langsung dari gedung DPR…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: