Hak Angket Bank Century: Waspadai Perubahan Sikap Demokrat

SUMBER: Media Indonesia

Penulis : Maya Puspita Sari

JAKARTA-MI: Pengamat politik Universitas Indonesia Boni Hargens menegaskan, semua pihak harus mewaspadai perubahan sikap Fraksi Partai Demokrat terkait dukungannya terhadap usulan hak angket Bank Century.

Menurutnya, tampuk kepemimpinan pansus hak angket Bank Century harus dipegang oleh fraksi pengusul agar tujuan hak angket ini tidak diselewengkan.

“Patut dipertanyakan, apakah masuknya Fraksi Partai Demokrat ini akan menjadi kemajuan atau malah menjadi kemunduran karena justru membawa angin dan membuat pansus masuk angin,” ujar Boni dalam diskusi DPD bertajuk Reformasi Hukum Pasca Sikap SBY Terhadap Rekomendasi Tim 8, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (25/11).

Ia mengatakan, kasus bailout Bank Century senilai Rp6,7 triliun merupakan kejahatan ekonomi politik karena diduga kuat ada permainan politik di balik skandal ini.

“Oleh karenanya, pembahasan di pansus harus dilakukan secara terbuka, pimpinan pansus harus berasal dari fraksi yang mengusulkan. Ini adalah persoalan patut secara etis dan moral, pengusul harus menjadi pimpinan,” cetusnya.

Ditambahkannya, pansus hak angket ini harus dikawal dan ditentukan target yang jelas yakni membongkar mafia perbankan.

“Kalau Boediono dan Sri Mulyani terlibat ya harus bertanggung jawab. Ini pasti ada kepentingan politik di balik kasus Bank Century, dan ini harus dibongkar. Kita tunggu keseriusan DPR,” tukas Boni.

Hal senada disampaikan oleh praktisi hukum yang juga mantan anggota Tim 8 Todung Mulya Lubis. Ia menegaskan skandal bailout Bank Century adalah kasus yang sangat serius dan harus dibongkar sampai tuntas.

Ia mempertanyakan, begitu cepatnya konstelasi politik di DPR dan perubahan sikap fraksi-fraksi yang ada di dalamnya.

“Menjadi pertanyaan besar dan logis, mengapa semua tiba-tiba berbondong-bondong masuk dan mendukung hak angket? Saya tidak tahu apakah semuanya tulus atau tidak,” cetus Todung.

Ditambahkannya, dalam perjalanan hak angket ini jangan sampai DPR mengalami “masuk angin”. Menurutnya, hak angket Bank Century ini harus berujung pada tindakan hukum kepada seluruh pihak yang bertanggung jawab.

“Kalau kita tidak berani menghukum bank-bank yang tidak prudent dan tidak profesional seperti Bank Century, kita akan terus menjadi sandera kepentingan-kepentingan politik. Mengapa ada uang yang begitu besar untuk membantu bank yang terlalu kecil untuk diselamatkan. Tidak ada alasan yang masuk akal untuk bisa mem-bailout Bank Century. Ini harus dijawab oleh panitia hak angket,” ujar Todung.

Ia menegaskan, pansus hak angket harus berani memanggil seluruh pihak yang diduga terlibat dalam pengambilan keputusan bailout Bank Century untuk dimintai keterangan. Termasuk mereka yang berada di sekitar lingkungan kekuasaan.

“Mereka yang dipanggil harus datang. Kalau tidak mau, dituntut menghina parlemen. Sebelum dimintai keterangan, mereka juga harus disumpah untuk mengatakan yang sebenar-benarnya,” katanya.

Ia berharap, hak angket DPR ini tidak akan hanya menjadi etalase politik karena tidak memberikan hasil yang diinginkan rakyat. “Mutlak mesti dikawal, kalau tidak praktek dagang sapi sangat mungkin terjadi di dalam hak angket ini,” tukasnya. (MP/OL-7)

_________________

BERITA TERKAIT

Satu Tanggapan

  1. Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Wahai Saudaraku sekalian di seluruh penjuru Dunia maya,

    Akhir-akhir ini, banyak orang dari berbagai penjuru dunia sedang memperingati Hari Anti Korupsi Internasional.
    Hari peringatan yang bertepatan dengan maraknya pembahasan tentang kasus penggelapan dana Bank Century di negeri kita.
    Dan juga termasuk salah satu hari yang memuakkan bagi saya.
    Hari yang memuakkan, dimana kita memperingati suatu perbuatan yang sangat memalukan, KORUPSI!
    Kenapa juga kita harus memperingati jasa-jasa para koruptor yang telah membantu penghancuran kehidupan umat? He he he…

    Untuk selengkapnya, baca di:

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/12/corruption-day.html

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: