Politisi PAN Abdillah Toha: DPR ‘Tertidur’ DPR ‘Jalanan’ Bergerak

Politisi PAN Abdillah Toha: DPR ‘Tertidur’ DPR ‘Jalanan’ Bergerak

SUMBER: Republika

By Republika Newsroom
Senin, 02 November 2009 pukul 00:52:00

kpk

abdillah tohaJAKARTA–Politisi PAN Abdillah Toha menilai DPR “tertidur” dan politisi “mati suri” sehingga mendorong rakyat bergerak meneriakkan aspirasinya melalui berbagai media, terkait kasus penahanan pimpinan KPK nonaktif Bibit Waluyo – M Chandra. “Situasi terkini jelas membuktikan bahwa ketika DPR “tertidur ” dan politisi `mati suri`, maka “DPR jalanan” bergerak sekaligus menjadi alternatif perjuangan rakyat untuk meneriakkan aspirasinya, antara lain melalui “dunia maya”,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Minggu malam .

Anggota MPP PAN ini menambahkan, itulah dunia komunikasi modern dan media terkini yang belum sepenuhnya dipahami oleh para politisi itu. “Sementara itu, konperensi pers Presiden SBY (tentang kasus penahanan Bibit-Chandra), menurut saya tidak menjawab keprihatinan masyarakat luas. Masalahnya kan bukan sekadar proses hukum yang harus dihormati, tetapi sudah menjurus kepada krisis hukum dan kepercayaan atau “trust of public”,” tegasnya.

Yang terjadi d sini, tambahnya, bukan pula hanya masalah orang per orang. “Tetapi terkesan ada masalah kesewenang-wenangan sebuah lembaga pengayom masyarakat (polisi). Jadi, bagi saya, bukan tidak ada kriminalisasi KPK, tapi ada, dan dilakukan melalui anggotanya,” ungkapnya.

Sayang sekali, demikian Abdillah Toha, hal ini terjadi ketika Pemerintah sedang memusatkan perhatian kepada pertemuan puncak 100 hari pertama Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) ke- II, yang salah satu pendukungnya Partai Amanat Nasional.

Presiden Boleh Intervensi
Abdillah Toha kemudian menyatakan, kepemimpinan seseorang (harus) diuji ketika ada krisis. “Dan dalam krisis, Presiden sesungguhnya dibolehkan (melakukan) intervensi ,” ujarnya.

Hal itu, menurut Abdillah , bisa dilakukan kepada bawahannya, termasuk Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri , tanpa harus melanggar hukum.

“Karena, Kapolri itu kan diangkat dan diberhentikan oleh Presiden, dan bertangung jawab kepadanya. Ingat, bersikap pasif berarti membiarkan dan merestui. Disinilah kita perlu memberi “support”(dukungan, red) kepada pimpinan kita itu,” kata Abdillah Toha lagi. ant/kpo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: