Bebaskan Bibit dan Chandra, Istana-Mabes Polri ‘diserbu’ ribuan massa

Bebaskan Bibit dan Chandra, Istana-Mabes Polri ‘diserbu’ ribuan massa

SUMBER: Harian Terbit

Tanggal : 02 Nov 2009
Sumber : Harian Terbit

JAKARTA – Aksi dukungan kepada mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah terus mengalir. Ribuan massa dari berbagai elemen ‘serbu’ Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin (2/11) untuk menuntut pembebasan kedua tokoh tersebut. Habis dari Mabes Polri mereka akan demo ke Istana Negara.

Selain menuntut pembebasan Bibit dan Chandra, demonstran menuntut agar aliran dana Bank Century Rp6,7 trilun diusut tuntas dan menangkap seluruh pelakunya.

Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Arief Mustopo ditengah aksi unjuk rasa kepada Harian Terbit mengatakan, ada ribuan orang ikut dalam aksi ini. “Kami menuntut agar Bibit dan Chandra dibebaskan, dan buka semua hasil pemeriksaan. Kami juga mendesak agar aliran dana Bank Century 6,7 triliun diusut dan semua pelakunya ditangkap,” kata Arief.

Menurutnya, massa yang tergabung dalam kelompok Cipayung itu akan melakukan aksi demo hingga malam hari. Sejumlah tokoh akan menyampaikan orasi.

Sedangkan yang melakukan orasi adalah, Muhammad Rifai, Erry Riyana, Egi Sujana, Marisah Haque, Fuad Bawazier, Ridwan Saidi dan dari kalangan ICW. Mereka semua menuntut keadilan dan keterbukaan.

Dilaporkan, ada lima aksi mendukung Bibit-Chandra yang digelar hari ini, yakni aksi Himpunan Mahasiswa Iskam (HMI) MPO dan Solidaritas Masyarakat Ngali Sejabodetabek di Mabes Polri, massa dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi, Aliansi Nasional Tindak Korupsi dan Komisi Masyarakat Untuk Penyelidikan Korupsi.

Usai melakukan demonstrasi di Mabes Polri, tiga elemen massa melanjutkan aksinya ke depan Istana Negara. Mereka yang melanjutkan aksi ke Istana Negara Ketua PB HMI MPO, Chossin Amrullah dihubungi pagi tadi mengatakan, mereka menuntut Polri membebaskan Bibit dan Chandra dari penahanan karena dinilai tidak cukup alasan hukum dan minta segera dilakukan reformasi birokrasi di Mabes Polri dan Kejaksaan Agung agar bersih dari oknum-oknum jahat.

Sementara, Panglima Lasykar Empati Pembela Bangsa (Lepas), Eggy Sudjana dalam orasinya mengatakan, perseteruan KPK dan Polisi sekarang ini jangan sampai mengalihkan perhatian terhadap kasus Bank Century yang diduga melibatkan masntan Gubernur BI Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. “Kedua tokoh ini harus bertanggungjawab secara hukum atas pengucuran uang negara Rp 6,7 triliun ke Bank Century.”

Sekjen Pro Demokrasi (Propdem) Adrianto menilai aksi demo elemen masyarakat sebagai bentuk keprihatinan terhadap kinerja polri yang tidak produktif. Polri mestinya ikut membantu membongkar kasus korupsi di PT Masaro dan Bank Century bukan sebaliknya malah membenturkan institusi polri dengan KPK.

Perseteruan antara Polri dan KPK sebenarnya berawal dari masalah tidak substansial yaitu soal penyadapan telepon dalam menyelidiki kasus Bank Century oleh KPK dan tersadap pembicaraan seorang pejabat polri. Tapi kasus ini telah berkembang menjadi perseteruan antar lembaga. (wilam/junaedi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: