Senjata makan tuan di Afghanistan

Senjata makan tuan di Afghanistan

Sumber: Blog Berita Alternatif

Salah satu senjata Taliban yang paling ditakuti pasukan internasional di Afghanistan adalah jenis ranjau pinggir jalan. Senjata jenis ini ampuh dalam menimbulkan kerusakan pada kendaraan-kendaraan lapis baja dan tentu saja kematian pada personil-personil pasukan internasional, sebagian besarnya dilakukan saat konvoi-konvoi.

Awal 2009, Kepala Director of National Intelligence (DNI) Amerika Serikat, Dennis Blair, di hadapan rapat dengan Komite Intelijen Senat AS, menyatakan bahwa ranjau-ranjau tersebut didapatkan Taliban dari Iran. Pernyataan ini mendukung sikap resmi pemerintah AS yang menuding Iran mempersenjatai Taliban.

Namun, seperti dilaporkan jurnalis senior IPS Gareth Porter, klaim Blair bertentangan dengan bukti-bukti yang diperoleh Dephan AS dan militer Kanada di Afghanistan. Bukti-bukti itu menunjukkan bahwa ternyata bom pinggir jalan yang mematikan itu berasal dari ranjau-ranjau anti-tank yang pernah disuplai oleh AS kepada para mujahidin di Afghanistan pada 1980-an.

Pejabat Pentagon yang bertanggung jawab memerangi bom-bom pinggir jalan di Irak dan Afghanistan mendapati bahwa “pencabut nyawa” ratusan prajurit NATO dan AS itu bukanlah buatan Iran tapi ranjau-ranjau anti tank TC-16 buatan Italia yang tersisa dari bantuan militer rahasia CIA untuk para mujahidin anti-Soviet pada 1980-an. Ranjau-ranjau itu dimodifikasi untuk menghasilkan efek kerusakan yang lebih dahsyat.

Menurut penulis Inggris Jason Elliot, jutaan ranjau jenis TC-6 masih tertanam di Afghanistan sejak periode pendudukan Soviet. Menurut PBB, hanya sekitar 20 ribu ranjau yang baru bisa dihancurkan sejak 1989.

Kapten Dean Menard, jurubicara militer Kanada di Kandahar mengatakan kepada IPS, bahwa sebagian senjata yang digunakan Taliban dalam melawan tank-tank Kanada, “Jelas bisa diatributkan kepada era pendudukan Soviet.”

Mantan agen CIA, Philip Giraldi, yang memonitor analisis intelijen AS atas Iran, juga meragukan pernyataan Blair tersebut. Bagi Giraldi, pernyataan itu tidak merefleksikan analisis yang sesungguhnya. “Jika anda membaca laporan analisis yang sesungguhnya, maka anda akan menyaksikan banyak catatan kebelumpastian di dalamnya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: