Ada-ada Saja: Boediono-Sri Mulyani “dilempari tai kebo”

Ada-ada Saja: Boediono-Sri Mulyani “dilempari tai kebo”

SUMBER: HarianTerbit.Com

JAKARTA – Kasus Bail out dan dana talangan Rp 6,7 triliun ke Bank Century terus menggelinding. Menteri Keuangan Sri Mulyani dan mantan Gubernur BI dan wapres terpilih Boediono terus digugat. Setelah dilempar telur busuk oleh ratusan demonstran, Sri Mulyani kembaliu akan dilempar puluhan kilogram tai kebo atau sebanyak dua ember. Boediono juga akan dilempari dengan kotoran hewan itu.

Ratusan aktivis yang tergabung dalam ‘Moncong Jakarta’ Jakarta akan melakukan aksi lempar tai kebo kepada poster berukuran besar bergambar Sri Mulyani dan Boediono, Selasa (15/9) di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta.

“Kedua pejabat tinggi negara itu sangat bertanggungjawab terhadap talangan dana ke Bank Centry sehingga negara dirugikan triliunan rupiah. kasus ini harus diusut tuntas dan pelakunya harus diadili karena mereka telah menghamburkan uang negara,” kata aktivis Moncong Jakarta, Yosep Rizal dihubungi, Senin (14/9).

Tai kebo diambil dari daerah Bekasi, dan pelemparan ini sebagai simbolis bahwa tindakan kedua pejabat tinggi itu adalah perbuatan sangat tercela dan sangat kotor. “Biar kami bersusah-susah mencari tai kebo itu, tapi demi menyelamatkan uang rakyat kami senang melakukannya.”

Pada aksi itu, para aktivis juga akan membawa poster pejabat yang bertanggungjawab terhadap kasus Bank Century. Bahkan mereka juga akan membagi-bagikan nama-nama tokoh yang tidak pantas lagi menjadi pejabat atau menteri pada kabinet SBY mendatang, termasuk nama Sri Mulyani.

Sebelumnya, aktivis Moncong Jakarta juga telah melakukan pelemparan telur busu sebanyak 4 kg terhadap poster besar bergambar Sri Mulyani. “Kami akan terus melakukan aksi demo sampai semua pejabat tinggi negara yang terlibat kasus Bank Century diadili. Kami juga Presiden SBY jangan diam saja melihat kasus ini,” kata Yosep.

Sementara itu PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menunggu proses penyelesaian kasus PT Bank Century Tbk (BCIC) yang telah diambil alih Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Kami tidak akan melakukan apa pun sekarang. Kami tunggu proses dari LPS saja,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito di Jakarta, Jumat malam.

Eddy menambahkan, saat ini Bank Century berada dalam kewenangan LPS sebagai institusi yang mengambil kepemilikan sahamnya, meskipun berstatus sebagai perusahaan publik.

Maka itu, lanjut dia, otoritas bursa belum akan meminta perseroan melaksanakan paparan publik. BEI juga belum akan meminta penjelasan mengenai status saham publik di Bank Century yang kini diambil alih LPS sebagai aset perusahaan. “Kami tunggu saja hasilnya. BEI tidak akan menambah polemik,” tutur Eddy.

Sebelumnya, pihak bursa sudah dua kali mengadakan pertemuan dengan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan diharapkan permasalahan tersebut tahun ini dapat selesai.

Bank Century yang memiliki kode perdagangan saham BCIC di bursa efek tersebut kini tersangkut pembengkakan dana talangan sebesar Rp6,7 triliun sejak 2008. Sejak 17 November 2008, transaksi saham Bank Century telah dihentikan sementara. (negara)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: