Akhiri Spekulasi

Akhiri Spekulasi

SUMBER: REPUBLIKA


Ada dugaan yang tewas di Beji adalah Baridin atau Ibrohim.

JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) didesak mengakhiri spekulasi soal identitas mayat yang terbunuh dalam penggerebekan di Dusun Beji, Jumat malam (7/8) hingga Sabtu (8/8). Polri diminta memublikasikan foto orang yang terbunuh agar dinilai publik: Noordin M Top atau bukan.

Hingga kemarin, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Nanan Soekarna, mengatakan, polisi belum bisa memastikan identitas jenazah yang terbunuh di Beji. ”Siapa pun itu, landasannya harus jelas. Harus dibuktikan secara scientific (tes DNA–Red). Jangan lagi jadi polemik di lapangan,” kilahnya.

Ditanya tentang kabar bahwa jenazah itu bukan Noordin, tapi Ibrohim, penata bunga ( florist ) Hotel Ritz Carlton yang menghilang pascaledakan bom Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli lalu–Nanan menolak mengonfirmasi. Yang jelas, kata dia, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri sedang melakukan identifikasi.

Selain dicocokkan dengan DNA dan sidik jari Noordin, jenazah juga diidentifikasi berdasarkan data lain. ”(Dicocokkan) dengan siapa saja yang ada dalam daftar DPO (Daftar Pencarian Orang–Red) atau yang terkait dengan teroris,” kata Nanan.

Selain Ibrohim, jenazah juga diduga Baharudin Latif alias Baridin, ketua Yayasan Ponpes Al Muaddib, Cilacap. Baridin dikabarkan sebagai mertua Noordin. Noordin disebut-sebut menikah dengan Arina Rahmah, putri Baridin. Detasemen Khusus (Densus) 88 menggerebek Ponpes Al Muaddib pada 23 Juni lalu, tapi Bariddin dan orang yang diduga Noordin lolos.

Polisi, kata Nanan, akan mengumumkan kepada publik jika hasil pemeriksaan DNA telah selesai. Menurut aturan internasional, kata Nanan, hasil pemeriksaan DNA bisa diperoleh paling lambat dua pekan sejak pemeriksaan. ”Tidak bisa ditekan cepat-cepat, nanti malah keliru. Jadi, kita tunggu saja,” kata Nanan.

Siapa pun orang yang tewas dalam penggerebekan di Dusun Beji, Kel Kedu, Kec Kedu, Kab Temanggung, Jawa Tengah, itu, Nanan mengatakan, polisi akan tetap memburu anggota jaringannya. Apalagi, kata dia, SJ yang merupakan perekrut bom bunuh diri Marriott-Ritz Carlton masih berkeliaran.

”Mau Noordin  kek , mau siapa  kek , kita tetap akan melakukan pengejaran. Kalau dia (Nurdin–Red) mati, yang lain masih banyak. Kalau dia masih hidup … kita sudah gemas sama Noordin. Siapa yang tidak? Atau, Anda tidak gemas sama Noordin?” kata Nanan.

Sementara itu, desakan agar polisi mengakhiri spekulasi, antara lain, disampaikan anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR, Ferry Mursyidan Baldan. ”Seharusnya polisi memublikasikan foto orang yang tertembak di Temanggung.  Toh , sebelumnya Polisi juga telah mengedarkan foto-foto Noordin M Top,” katanya di gedung DPR, kemarin.

Menurut Ferry, publikasi foto orang yang tertembak itu akan membuat masyarakat bisa menilai siapa yang ditangkap. Bila tak dipublikasikan, Ferry menilai, polisi memberi kesan ragu bahwa orang yang dibunuhnya adalah Noordin M Top. Meski demikian, dia juga mendukung pembuktian lewat tes  deoxyribonucleic acid (DNA).

Wakil Ketua Komisi III DPR, Soeripto, menyatakan, komisinya akan mempertanyakan proses penggerebekan di Beji yang dinilainya berlebihan dari sisi durasi dan jumlah personel. Betapa tidak, untuk menggerebek satu sasaran, personel yang diturunkan sampai 600 orang. Jika yang terbunuh bukan Noordin M Top, anggota Fraksi PKS ini menilai, akan memperlihatkan betapa buruknya kinerja intelijen kepolisian.”Sebagai mitra kerja polisi kami akan tanyakan hal itu ke Kapolri dalam rapat kerja mendatang,” kata Soeripto di Jakarta, kemarin.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan, polisi tidak punya pilihan lain kecuali mengambil jalan pembuktian ilmiah. Karena itu, dia meminta masyarakat sabar menanti selesainya tes DNA. ”Noordin tekenal licin. Tampilan fisik bisa menipu,” katanya.

Desakan agar polisi menyampaikan informasi yang pasti soal orang yang terbunuh di Beji, juga disampaikan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto. ”Ini untuk mengakhiri spekulasi. Sama seperti kebanyakan masyarakat, kami juga bertanya-tanya apa benar yang tewas itu Noordin M Top,” katanya di Jakarta, kemarin.

Peneliti Radikalisme Agama dari Institute for International Peace Building, Taufik Andrie, mengatakan, tak mudah meringkus dan membunuh Noordin. Karena itu, dia pun menduga orang yang tewas dalam penggerebekan di Beji bukanlah Noordin. ”Noordin punya insting bagus dan jarang berpindah tempat sendirian.” osa/dri/c87

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: