Yusril: Kekayaan Sby Rp 9 Milyar, Biaya Pesta Kawinan Anak Rp 12 Milyar

Yusril: Harta Presiden SBY Sedikit Sekali

SUMBER: Kompas

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com- Yusril Ihza Mahendra secara terbuka menyindir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sindiran terutama pada laporan kekayaan Yudhoyono.

Yusril mengatakan, laporan zakat SBY hanya Rp 24 juta. Pembayaran zakat sejumlah itu menunjukkan SBY hanya punya sedikit kekayaan untuk ukuran Presiden.

“Kawan pernah memberi tahu saya, laporan kekayaan SBY hanya Rp 9 miliar,” ujarnya, Minggu (11/12/2011) di Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ia melanjutkan, hal kontradiktif adalah biaya pernikahan putra SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono dengan putri Hatta Rajasa, Aliya menghabiskan Rp 12 miliar.

Jika biaya itu dibagi antara SBY dan Hatta masing-masing Rp 6 miliar, maka kekayaan SBY tinggal tersisa Rp 3 miliar. “Hartanya sedikit sekali untuk ukuran presiden,” ujarnya.

__________________

Dibawah ini saya sertakan juga laporan media tentang biaya pesta Pernikahan anak Presiden SBY Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Rubi Aliya Rajasa. Dan laporan kekayaan Presiden SBYtahun 2010 menurut  Data KPK -Myartikel-

**************

5 Pesta Pernikahan Paling Mewah di Indonesia

SUMBER: Detik.Com

Jakarta – Pernikahan memang menjadi salah satu momen terpenting dalam hidup manusia. Tak heran, banyak orang ingin menggelar pernikahan yang wah dan mewah. Itu juga yang dilakukan sejumlah orang kaya di negeri ini, termasuk para pejabat.

Berikut lima pernikahan yang dianggap paling mewah di Indonesia seperti penelusuran detikcom, Rabu (23/11/2011).

1. Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Rubi Aliya Rajasa

Saat ini, publik sedang hangat memperbincangkan mengenai pernikahan putra kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Prosesi acara berlangsung kurang lebih sepekan. SBY menegaskan, dana untuk pernikahan Ibas adalah murni uang pribadi, tak ada uang negara. Konon biaya pernikahan mencapai Rp 40 miliar. Namun, isu lain menyebut, pernikahan itu ‘hanya’ menelan biaya Rp 12 miliar.

2. Ardhi Bakrie dan Nia Ramadhani

Pernikahan anak Aburizal Bakrie ini konon sangat mewah. Pernikahan yang digelar April 2010 itu disebut-sebut menghabiskan dana hingga Rp 100 miliar. Kemewahan pernikahan Ardhi dan artis cantik Nia Ramadhani itu terlihat mulai dari acara akad nikah hingga resepsi yang digelar hingga dua kali.

3. Adinda Bakrie dan Seng Hoo Ong

Tak kalah dari pernikahan Ardhi dan Nia, pernikahan sang sepupu, Adinda Bakrie, juga mewah. Resepsi pernikahan yang pada tahun 2008 menjadi perbincangan hangat itu digelar di Hotel Mulia. Adinda dan Ong juga menggelar pesta di Bali.

4. Danny Bimo Hendro Utomo dan Lulu Tobing

Pernikahan cucu mantan Presiden Soeharto ini juga cukup menghebohkan. Selain menggelar pesta serba wah yang menghabiskan dana sekitar Rp 5 miliar, pernikahan ini juga dikenal ‘memanjakan’ tamu-tamunya. Salah satunya dengan memberi souvenir uang Rp 70 ribu yang dibentuk menjadi bunga dan bunga untuk tamu pernikahan anak pasangan Indra Rukmana Kowara dan Siti Herdiyanti Rukmana itu.

5. Nancy dan Nicolas Tabardel

Pernikahan putri konglomerat Prajogo Pangestu ini mungkin tidak terlalu terdengar di telinga publik. Namun, kabarnya, pernikahan yang digelar di Ballroom Hotel The Ritz-Carlton Lillennia, Singapura ini menelan dana hingga puluhan miliaran rupiah. Selain gelaran pesta yang megah, para tamu juga dijamu dengan kesediaan tiket bisnis Jakarta-Singapura (PP) dengan pesawat Singapore Airlines. Selain tiket pesawat bisnis, juga menyediakan 300-an kamar hotel berbintang untuk undangan spesial tersebut.

***********

Rincian Harta Kekayaan Presiden SBY (Tahun 2010)

SUMBER: Detiknews.Com

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY ) memiliki kekayaan senilai Rp 7,6 miliar dan US$ 269.730. Harta ini berupa tanah ribuan meter persegi yang diperoleh dari hibah maupun milik sendiri, barang antik, dan harta kekayaan lainnya.

Data harta kekayaan SBY ini diperoleh dari data laporan kekayaan pejabat negara yang diakses di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/3/2010).

Berikut rincian harta kekayaan SBY per 23 November 2009:

SBY memiliki sejumlah harta tidak bergerak. SBY memiliki tanah di Kabupaten Bogor dari hasil hibah tahun 2007 yang luasnya 9.465 meter persegi dengan nilai Rp 132,5 juta.

SBY punya tanah dan bangunan di Kabupaten Bogor seluas 3.186 meter persegi dan bangunan 900 meter yang diperoleh tahun 1996 dengan nilai Rp 2,2 miliar.

SBY juga punya tanah seluas 1.000 meter persegi di Kabupaten Bogor dari hasil sendiri yang dibeli tahun 1999 dengan nilai Rp 64 juta.

Selain tanah, SBY punya logam mulia tahun 2006 yang diperoleh dari hasil sendiri harganya Rp 47 juta.

Tahun 1995-1997, SBY mendapat warisan logam mulia senilai Rp 7 juta. SBY mendapat hibah logam mulia tahun 1995-1997 senilai Rp 2,1 juta. Batu mulia dari hasil sendiri tahun 2006 nilainya Rp 26 juta. Ada batu mulia hibah tahun 1995-1997 senilai Rp 10 juta.

Yang menarik, SBY punya barang seni dan barang antik perolehan hasil sendiri tahun 1995-1999 ( penambahan data baru). Pada bulan Mei 2009 nilainnya Rp 25 juta. Namun data November 2009, nilainya menjadi Rp 321 juta.

SBY memiliki sejumlah benda bergerak lainnya yang diperoleh dari hasil sendiri tahun 1976 sampai 2009 (ada penambahan data baru). Data Mei 2009 nilainya Rp 42.000.000. Sedangkan� November nilainya Rp 437.915.000.

SBY punya motor Suzuki Tornado tahun 1997 dari hibah nilainya Rp 2,5 juta. Mobil Range Rover buatan tahun 2002 yang diperoleh tahun 2006 senilai Rp 500 juta.

Selanjutnya, harta Giro dan stara kas lainnya yang dimiliki SBY dan berasal dari hasil sendiri senilai Rp 3.854.135.204 dan US$ 269 730. Total keseluruhan: Rp 7.616 270.204 dan US$ 269.730. Harta ini jumlahnya bertambah jika dibandingkan data bulan Mei 2009 yakni Rp 6.848.049.611 dan US$ 246.389.

_____________

Sementara Laporan kekayaan Presiden SBY tahun 2009 silahkan lihat DISINI

Dan bandingkan biaya pesta perkawinan anak SBY dengan anak Presiden Iran Ini

************

Lain Presiden Ahmadinejad, Lain Presiden SBY

SUMBER: Pelita Online

Ternyata ada presiden yang menikahkan anaknya dengan sangat sederhana dan bersahaja. Hal ini berbeda sekali dengan upacara pernikahan anak presiden SBY yang menghabiskan dana sebesar Rp 40 Miliar. Padahal Indonesia tidak lebih kaya dari Iran.

Suasana pernikahan anak presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad. (foto: paaduu)

Teheran, PelitaOnline– Siapa yang tidak mengenal Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad. Selain sebagai seorang pemimpin yang sangat berani, ia juga dikenal sebagai pemimpin yang sangat sederhana dan bersahaja.

Kesederhanaan dan kebersahajaannya itu tampak saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, ia menyumbangkan seluruh karpet istana Iran yang sangat tinggi nilainya kepada masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

Kesederhanaan dan kebersahajaannya itu tampak  juga saat ia menikahkan putranya, Alireza Ahmadinejad tiga tahun yang lalu. Setelah ditelusuri, ternyata pernikahan tersebut hanya menelan biaya 3,5 juta Toman (setara dengan USD 3.500/ Rp 28 Juta). Meski terbilang sederhana, pernikahan ini berlangsung dengan khidmat dan syahdu.

Hal ini sangat berbeda sekali dengan upacara pernikahan anak presiden Indonesia Ibas-Aliyya yang diselenggarakan hari ini (24/11). LSM Bendera mencatat bahwa Biaya pernikahan Ibas-Aliya menghabiskan dana sebesar Rp 12 Miliar. Sementara itu, tabloid Cek dan Ricek melaporkan prosesi pernikahan ini menghabiskan dana sebesar Rp 40 Miliar.

Pernikahan Ibas-Aliya juga berdampak negatif terhadap masyarakat. Pernikahan ini telah merampas hak 300 siswa sekolah alam Cikeas dan SDN 1 Cipanas karena diliburkan, menghilangkan nafkah 1000 pedagang Pasar Cipanas dan 1000 angkutan umum Cipanas serta belasan ribu masyarakat yang akan berbelanja di Pasar Cipanas yang  menggunakan angkutan umum.

Hal berbeda akan kita temukan pada pernikahan putra Ahmadinejad sebagaimana dilukiskan oleh Seorang blogger, Javad Matin. Matin melukiskan prosesi pernikahan itu sebagai berikut:

“SAAT itu, pada Rabu malam ketika telepon saya berdering, Saya diundang ke upacara pernikahan sahabat baik saya, Alireza, yang akan berlangsung malam berikutnya.

Saya tahu setiap kali Idul Ghadir (Hari libur Islam di Iran) datang keluarga itu pergi ke beyt [Istana kepresidenan] dan dia akan dinikahkan dengan keponakan syahid Kaveh [tentara Iran, Garda Revolusi, dan anggota Basij yang tewas dalam perang Irak biasa disebut syahid].

Kamis malam pukul sembilan, saya pergi ke istana kepresidenan. Dari luar tempat itu, semua tampak biasa saja, sampai-sampai saya mengira bahwa saya telah datang ke tempat yang salah. Sepertinya pernikahan putra seorang presiden tidak diadakan di sana.

Saya memasuki taman dan sadar bahwa saya harus mematikan telepon. Sekelompok orang berbaris untuk salat. Kemudian saya memasuki aula. Sejumlah meja kosong karena tamu yang duduk sedang pergi untuk melaksanakan salat. Buah-buahan dan kue, sebotol air mineral, beberapa piring dan pisau telah ditata di meja untuk para tamu.

Saya menanyakan keberadaaan “doktor” [sebutan untuk Ahmadinejad dari para pendukungnya karena dia adalah doktor di bidang teknik sipil dan manajemen lalu lintas transportasi]. Saya diberi tahu bahwa dia sedang salat di halaman belakang.

Karena kurangnya ruangan, beberapa tamu pergi menuju halaman belakang. Saya salat bersama, seorang ajudan senior kepresidenan, Mojtaba Samareh Hashemi. Kemudian saya kembali ke aula.

Sang doktor sedang duduk di meja pertama di sebelah ayah pengantin wanita. Setelah bersalaman hangat dengannya dan beberapa pejabat lain, saya duduk di salah satu meja.

Kemudian sang  pengantin pria memasuki aula. Dia mengucapkan salam kepada setiap tamu dan duduk di samping doktor dan ayah mempelai wanita, Haj Agha Akbari.

Ketua panitia penyelenggara pernikahan, Mr. Kheirkhah, mengatakan betapa doktor begitu perhatian terhadap resepsi pernikahan ini sampai pada hal-hal yang detailnya. Dia mengatakan bahwa doktor hanya memesan satu jenis makanan dan membayar 3,5 juta toman [sekitar 3.500 dolar / Rp 28 juta] untuk biaya resepsi.

Dia menambahkan bahwa jumlah tamu pria sebanyak 180 orang. Saya hanya melihat sedikit pejabat negara. Saya pernah ke pernikahan pejabat publik sebelumnya dan di sana tidak hanya ada pengeluaran mewah tapi juga banyak menteri dan pejabat negara yang hadir.

Tapi apa yang saya lihat disini benar-benar penuh dengan kesederhanaan. Ini adalah resepsi rakyat, padahal ayah sang pengatin pria adalah orang nomor satu di negeri ini.

Dalam pesta tersebut, aura kesederhanaan sangat terasa di mana-mana. Hal tersebut terbukti dari cara tamu dijamu. Hal ini juga bisa dilihat dari mobil yang digunakan untuk mengantar pengantin dan perjamuan itu sendiri yang sederhana namun lezat dan harum.

Pembawa acara resepsi meledek Alireza tentang subsidi dan 1 juta toman yang akan diterima anaknya kelak, yang membuat doktor tersenyum.

Upacara telah berakhir, tetapi sang doktor dan ayahnya pengantin wanita berdiri di pintu gerbang untuk mengucapkan selamat tinggal kepada para tamu.

Menarik melihat bagaimana sang doktor melayani anak berumur 7-8 tahun yang berteriak “Paman! Paman!” kepadanya. Dia memeluk dan memperlakukannya dengan baik.

Semua orang telah pulang dan sang doktor menuju dapur untuk menyampaikan terima kasih kepada mereka yang bekerja untuk resepsi. Ketika semua orang telah pergi, pengantin pria dan wanita masuk ke mobil mereka tanpa ada formalitas tambahan dan pulang ke rumah dengan keluarga.

Saya menyampaikan selamat kepada sahabat saya, Alireza,sang doktor, keluarganya yang terhormat, dan juga keluarga syahid Mahmoud Kaveh. Semoga mereka memiliki kehidupan yang baik di bawah bayangan Imam Zaman.

Sudah menjadi hak setiap orang untuk melaksanakan pernikahan dengan kemewahan, terlebih lagi menggunakan uang pribadi. Namun, sebagaimana nasihat Ali bin Abi Thalib, seorang pemimpin memiliki kekhususannya tersendiri. Dengan tanggung jawab yang lebih besar, dia harus bisa menyesuaikan dan merasakan kehidupan rakyat terbawah yang dipimpinnya.”

Apakah anda setuju dengan nasihat Imam Ali bin Abi Thalib di atas wahai bapak SBY?

.

About these ads

2 Tanggapan

  1. Beda kalo Ahmadinejad sudah dari dulu kaya…. Kalo SBY jadi Presiden dulu baru kaya…. Namanya Orkabe pasti noraklah yao…

  2. SUbhanallah,, jadikan lah aku orang2 yang zuhud dan orang2 yang cinta kepada anak2, orang miskin dan orang tua lanjut usia. Dan jadikanlah aku dari tipu daya dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: