Kamis, 06/11/2008 18:54 WIB
Amien: Iklan PKS Berbahaya
Sumber: Detik News
Laurencius Simanjuntak – detikNews
Jakarta – Iklan PKS yang menampilkan tokoh KH Ahmad Dahlan menuai respon negatif dari kalangan Muhammadiyah. Mantan Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais pun menilai sikap PKS tersebut adalah sesuatu yang berbahaya.
“Ahmad Dahlan itu simbol Muhammadiyah. Kalau parpol memanfaatkan ketokohan
Ahmad Dahlan, itu berbahaya dan penuh risiko. Karena kalau nanti parpol itu akhirnya bertentangan dengan keinginan rakyat, skandal korupsi dan
lain-lain. Itu kan menjadi parah wajah Ahmad Dahlan,” ujar Amien Rais.
Hal itu dikatakan Amien usai acara Seminar Kepemimpinan di The Ary Suta
Center, Prapanca, Jakarta, Kamis (6/11/2008).
Amien menilai, reaksi keras yang pernah disampaikan PP Muhammadiyah kepada
PKS beberapa waktu lalu bukan karena ormas Islam itu tidak bangga akan
tokohnya yang dijadikan simbol partai. Melainkan karena ketokohan Ahmad
Dahlan tidak pantas disandingkan dengan parpol yang sarat kepentingan.
“Parpol itu penuh dengan konflik kepentingan, jadi tidak boleh sembarangan,” mantan Ketua MPR ini.
Lebih jauh Amien menilai pada dasarnya semua partai itu sama jika sudah
menyangkut soal kepentingan. Yang membedakan hanyalah tindakan untuk
mencapai kepentingan tersebut.
“Kalau sudah menyangkut soal kepentingan keduniawian, semua parpol itu sama. Hanya saja ada yang vulgar, terus terang, tapi ada juga yang membalut dengan balutan agama dan lain sebagainya,” pungkas Amien.(lrn/rdf)
_________________
berita terkait
_________________
31/10/08 19:08
Din Sesalkan PKS Dompleng Ahmad Dahlan
Sumber: Antara
Medan (ANTARA News) – Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsudin menyesalkan tindakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dianggapnya mendompleng gambar pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dalam iklan politik.
“Tindakan itu (iklan politik PKS, red) sebenarnya tidak etis, walaupun KH Ahmad Dahlan adalah milik umat dan bangsa sebagai pahlawan nasional, tetapi dia juga adalah pendiri dan tidak bisa dilupakan dari Muhammadiyah,” ujarnya di Medan, Jumat.
Din mengaku mendapat banyak protes dari warga dan pengurus Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia terhadap iklan-iklan politik PKS, kendati ia masih berada di luar negeri.
“Saya belum melihat iklan itu karena baru tiba dari luar negeri, namun warga Muhammadiyah sudah menyampaikan protes kepada saya dan memang PP Muhammadiyah tidak tahu menahu mengenai hal ini karena PKS tidak meminta izin,” jelas dia.
Din menyatakan ia tidak akan mengizinkan siapa pun menggunakan foto pendiri Muhammadiyah tersebut seraya membandingkan sikapnya dengan Nahdatul Ulama yang juga keberatan foto KH Hasyim Asyari dilibatkan dalam iklan politik PKS.
Sebagai organisasai masyarakat besar dan tua, sejak tahun 1971 Muhammadiyah menegaskan tidak mempunyai hubungan baik secara organisasi maupun struktural dengan partai politik mana pun.
“Muhmadiyah tidak memiliki hubungan dengan parpol mana pun dan warganya mempunyai kebebasan dalam memilih dan menentukan hak politik,” tegasnya. (*)
DIarsipkan di bawah: Berita, Indonesiana
______
Selamat membaca dan menikmati blog yang sangat-sangat sederhana ini !!
