Mantan Jubir Gus Dur Minta Mahasiswa Dibebaskan

Mantan Jubir Gus Dur Minta Mahasiswa Dibebaskan

Sumber: http://www.kompas.com/

Kamis, 22 Mei 2008 | 20:53 WIB

JAKARTA, KAMIS – Mantan juru bicara presiden era Gus Dur, Adhie Massardi, Kamis (22/5), langsung menemui Kapolda Metro Jaya Irjen Adang Firman meminta 28 mahasiswa yang ditangkap saat demo menolak rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sepanjang hari Rabu kemarin dilepaskan.

Adhie Massardi menemui Kapolda Metro Jaya mengatasnamakan Komite Indonesia Bangkit (KIB). Menurut Adhie, para mahasiswa yang ditangkap itu sudah seharusnya dilepaskan. Mereka tidak bersalah.

“Kalaupun kemarin mereka sempat berbuat kasar, itu hanya semata-mata marah karena terprovokasi oleh statemen yang diungkap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla. Keduanya dinilai selalu menantang pendemo,” ujarnya.

“Kapolda meminta saya menemui Pak Purwadi di Direktorat Reserse Khusus. Namun permintaan pembebasan itu oleh Direktorar Reserse Khusus ditolak. Alasannya, mahasiswa melanggar pidana, yakni tidak menyenangkan dan harus diproses,” ungkap Adhie seusai menemui Kapolda dan Direktorat Reserse Khusus Polda Metro Jaya.

Di mata Adhie, para mahasiswa yang melakukan demo itu tidak salah dan tidak melakukan tindak pidana sebagaimana yang dikatakan polisi. Ia mempertanyakan alasan polisi yang diada- adakan. “Tidak menyenangkan siapa? Kalau mereka berhasil dan BBM tidak jadi naik, justru seluruh rakyat akan senang,” kata Adhie.

Dalam kesempatan kemarin Ahdie menyampaikan sikap kesalnya pada polisi yang mulai bersikap represif terhadap para pendemo. Ia mencurigai sikap polisi itu karena presidennya dari militer. Berbeda sekali dengan waktu presidennya Gur Dur, yang orang sipil.

“Sampai jelas-jelas ada pelanggaran, yakni membakar boneka Gur Dur, dibiarkan saja. Saya sampai menelpon Kapolri dan meminta pelanggaran hukum itu ditindak, tapi tidak digubris dan malah menyatakan ini zamannya demokrasi. Tapi sekarang baru mahasiswa bergerak sedikit saja sudah ditangkapi,” ujarnya.

Adhie juga mengkhawatirkan ke depan akan banyak mahasiswa demo yang ditangkapi. Ia bahkan saat bertemu Kapolda mengaku sempat menanyakan kekhawatirannya ini. Namun Kapolda menyatakan tidak ada rencana penangkapan besar-besaran terhadap mahasiswa demo.

“Kalau hari ini tidak dibebaskan, besok pagi saya akan datang lagi, sampai mahasiswa yang tidak salah itu dibebaskan. Polisi jangan lagi jadi alat penguasa, tapi harus profesional,” kata Adhie. (Persda Network/Sugiyarto)

______________________

Berita Terkait

Istana Masih Jadi Sasaran Demo

Istana Masih Jadi Sasaran Demo

Demo di Istana Rusuh, 10 Mahasiswa Ditangkap

Tinggalkan Balasan