Selamat Datang “TV Perlawanan”
Sumber: hidayatullah.com
Stasiun TV Al-Manar, yang dikenal dengan siaran “Anti-Zionis” akan segera mengudara di Indonesia. Sekutu Amerika mungkin siap-siap ‘sesak napas’
Hidayatullah.com--Hari-hari ini dan depan, para sekutu Israel dan Amerika (mungkin) “sesak-napas”.
Pasalnya, awal april ini, sebuah stasiun TV “Anti-Israel”, Al-Manar, akan mengudara di Indonesia.
Stasiun TV yang Januari lalu sempat mengudara di Thailand, namun diputus kontraknya secara sepihak ini telah dipancarkan dari Beirut sejak tahun 1991.
Stasiun TV milik pejuang Hizbullah, Al-Manar, mulai awal April 2008 ini bisa ditonton di Indonesia. Al-Manar yang dikenal dengan perlawanan “anti-Israel” telah bekerja sama dengan Indosat, pengelola satelit Palapa C2.
“Kalau mau menonton pakai (antena) parabola dan dekoder seperti umumnya TV yang langsung lewat satelit,” ungkap Head of Public Relations Indosat Adita Irawati dikutip detikcom, Selasa (22/4).
Jika siaran Al-Manar mudah diaskes di Indonesia, boleh jadi, siarannya tak bisa membuat tidur nyenyak para sekutu Amerika dan Israel di sini. Ini bisa dimaklumi, Al-Manar selama ini dikenal sangat blak-blakan meliput kejahatan dan kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina. Sedang selama ini, Israel dan Amerika berusaha menempatkan Hamas, Hizbullah dan pejuang Palestina yang lain sebagai “teroris”. Selain itu, dengan populasi umat Islam Indonesia yang jumlahnya terbesar di dunia ini tak akan dibiarkan Israel dan AS “terpengaruh” siarannya.
Serangan Hacker
Al-Manar yang artinya ‘menara suar’, pusat pengendali siarannya berada di Beirut, Libanon dan bisa ditonton di wilayah Asia-Pasifik. Al-Manar merupakan TV yang dikemas “kaya berita”, ulasan dan hiburan.
Sebelum ini, stasiun yang sering dikenal dengan slogan “Stasiun Perlawanan” atau qanat al-muqawama ini seriang melakukan “perang urat syaraf” dengan musuh utama mereka, zionis-Yahudi. Sebelum sampai ke Indonesia, Al-Manar telah menyebarkan pesannya ke seluruh dunia Arab.
Al-Manar juga memiliki reporter yang langsung meliput ke wilayah Palestina. Dalam beberapa beritanya, Al-Manar menganjurkan perlawanan terhadap zionis-Israel dan perlawanan terhadap Amerika di bumi Iraq. Karena merasah gerah itulah, Amerika pernah dilarang pada Desember 2004 dan menyebutnya sebagai “teroris”. Karena alasan izin atau bisa jadi disengaja, membuat Al-Manar, tak bisa ditangkap di Perancis, Sepanyol, Belanda, Kanada dan Australia.
Sampai pada tahun 2004, Al-Manar ditaksir telah menyedot 10-15 juta penonton dari seluruh penjuru dunia. Meski dikenal sebagai media propaganda utama organisasi Syiah Hizbullah, Al-Manar pernah menyangkal mendapat subsidi oleh partai Hizbullah.
Di Indonesia, transpordernya Satelit Palapa C2 di 113 derajat bujur timur, frekuensi 4080 Mhz kutub horizontal, symbol rate 2815 dan FEC 3/4.
Pada 31 Juli tahun 2006, Al-Manar pernah menjadi korban serangan digital, yang membahayakan sinyalnya selama beberapa menit. Serangan yang diketahui datang dari Israel itu terjadi saat siaran berita sedang berlangsung. Siaran tiba-tiba terganggu dan gambar-gambar para pejuang Hizbullah yang tewas ditunjukkan di layar TV.
Sebuah pesan dalam bahasa Arab juga muncul di bawah gambar pemimpin Syiah Libanon, Syeikh Hassan Nasrallah. Isinya menuduh Nasrallah sebagai pembohong. Selain itu ditayangkan karikatur Nasrallah disertai keterangan gambar berbunyi: “Kamu tinggal menunggu hari” dan “Nasrallah, waktumu sudah habis. Kamu akan segera tidak bersama kami lagi.”
Sebagaimana diakui situs Israel, www.Ynetnews.com, serangan itu dilancarkan oleh Israeli Defence Force (IDF), sebuah unit intelijen militer milik Israel. Gangguan siaran tersebut bukanlah serangan pertama bagi Al-Manar. Sebelumnya, IDF telah berusaha melumpuhkan stasiun TV milik Hizbullah itu meski belum pernah berhasil.
Al-Manar pernah hancur jadi puing akibat serangan udara Israel. Al-Manar juga menjadi sasaran para spesialis teknik Israel. Sejumlah halaman web di situs milik Hizbullah juga sempat dihapus.
Semenjak peristiwa itu, kantor utama Al-Manar dipindahkan ke lokasi baru yang dirahasiakan. Namun, pada serangan berikutunya lebih bersifat maya. Jika jadi siaran di Indonesia, bukan tak mungkin, di masa mendatang, Israel akan melakukan langkah “usil” sebagaimana sering dilakukan. Dan boleh jadi pula, Amerika tak akan menjerat atau menuduhnya dengan tuduhkan “kejahatan dunia cyber”. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]
DIarsipkan di bawah: Berita, Dunia Islam, Indonesiana, Israel, Lebanon, Timur Tengah



______
Selamat membaca dan menikmati blog yang sangat-sangat sederhana ini !!
